Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Mengatasi Dinding Luar Rumah yang Kusam dan Lembap

3 min read
4 Tips Mengatasi Dinding Luar Rumah yang Kusam dan Lembap
ilustrasi rumah ala klasik Amerika (pexels.com/Binyamin Mellish)
  • Dinding luar yang kusam, lembap, berjamur, atau berlumut dapat merusak estetika eksterior dan berisiko mengganggu struktur bangunan dalam jangka panjang.
  • Bersihkan jamur dan lumut hingga tuntas, bilas, lalu keringkan dinding; setelah itu tambal retak rambut dengan sealer atau semen kedap air.
  • Gunakan cat waterproofing berlapis untuk melindungi dinding dari hujan dan UV, serta perbaiki talang dan drainase agar air tidak terus membasahi tembok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tampilan luar rumah tentu bisa menjadi cerminan nyata dari kondisi kebersihan dan kenyamanan tempat yang kamu tinggali bersama keluarga tercinta. Namun, adanya paparan cuaca yang cukup ekstrem, seperti sengatan panas Matahari dan guyuran hujan deras ternyata bisa membuat dinding bagian luar jadi mudah sekali mengalami kondisi cepat kusam dan lembap berlebih.

Kondisi dinding luar yang basah dan berjamur sangat berpotensi merusak estetika eksterior dan juga berpotensi merusak struktur bangunan dalam jangka panjang. Untuk memastikan agar hunianmu tetap terlihat nyaman dan kokoh, maka simaklah beberapa tips praktis berikut ini dalam mengatasi dinding luar yang kondisinya kusam dan lembap.

  1. 1. Membersihkan permukaan dinding dari jamur dan lumut sampai tuntas

    ilustrasi membersihkan rumah
    ilustrasi membersihkan rumah (unsplash.com/Jesus Loves Austin)

    Langkah awal tentunya menjadi bagian yang sangat penting adalah membasmi seluruh koloni jamur dan lumut yang menempel dengan kuat pada permukaan tembok. Kamu bisa terlebih dahulu menyikat area dinding yang sudah berlumut dengan menggunakan campuran air bersih dan cairan pemutih pakaian secara lebih merata.

    Proses pembersihan ini memiliki tujuan untuk merontokkan lapisan kotoran agar nantinya cat baru yang digunakan dapat menempel secara lebih sempurna pada permukaan semen. Pastikan bahwa kamu sudah membilas dinding dengan menggunakan air mengalir hingga kondisinya benar-benar bersih, lalu coba biarkan mengering total selama beberapa hari.

  2. 2. Memperbaiki retak rambut dan kerusakan pada plesteran dinding

    ilustrasi retakan dinding (pexels.com/Monstera Production)
    ilustrasi retakan dinding (pexels.com/Monstera Production)

    Munculnya celah retakan seukuran rambut pada dinding luar sebetulnya dapat menjadi celah utama masuknya air hujan ke bagian dalam struktur tembok. Kamu harus segera menambal setiap retakan halus yang ada dengan menggunakan cairan sealer atau adonan semen kedap air yang kualitasnya memang baik.

    Proses penambalan yang terlihat rapi ternyata cukup efektif untuk menyumbat rongga-rongga kecil, sehingga air hujan pun tidak sampai mudah merembes lagi ke bagian dalam. Proses perbaikan ini sebetulnya dianggap sangat efektif dalam mencegah risiko kelembapan berlebih yang kerap menimbulnya jamur pada bagian eksterior rumah.

  3. 3. Mengaplikasikan cat pelapis antikarat dan kedap air secara merata

    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Craig Adderley)
    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Craig Adderley)

    Penggunaan cat waterproofing dengan kualitas yang tinggi ternyata bisa dijadikan sebagai benteng pertahanan terbaik untuk memproteksi tembok dari terpaan air hujan. Menggunakan cat pelapis kedap air minimal dua hingga tiga lapis secara menyilang ternyata cukup efektif dalam menutup seluruh pori-pori dinding luar.

    Sebaiknya pilihlah produk cat yang mengandung formula khusus agar dapat menahan paparan sinar ultraviolet, sehingga warnanya tidak sampai mudah pudar. Proteksi ganda seperti ini bisa membantu dalam menjaga dinding luar rumah agar selalu dalam kondisi kering, sekaligus tampak cerah menawan sepanjang tahunnya.

  4. 4. Memperbaiki sistem drainase dan talang air di sekitar eksterior

    ilustrasi talang air
    ilustrasi talang air (unsplash.com/Jon Sailer)

    Kebocoran yang terjadi pada talang air ternyata kerap menyebabkan air mengalir secara terus-menerus hingga membasahi area dinding luar rumah. Kamu harus segera memeriksa kondisi sambungan talang dan mulai membersihkan bagian tumpukan sampah dedaunan yang mungkin menyumbat aliran air.

    Pastikan bahwa pipa pembuangan air memang sudah mengarah secara langsung ke saluran drainase bawah agar tidak sampai menyipratkan air ke bagian tembok eksterior. Sistem pembuangan air yang kondisinya lancar dapat meminimalkan kontak langsung antara genangan air dengan permukaan dinding luar rumahmu.

    Merawat kondisi dinding luar rumah jelas memerlukan perhatian ekstra agar kondisi bangunannya selalu terhindar dari berbagai risiko kelembapan. Langkah yang cepat juga dapat membantu dalam menghemat anggaran renovasi rumahmu dan menjaga nilai estetika tempat tinggalmu lebih lanma. Mulai sekarang, selalu lakukan pemeriksaan secara berkala pada area eksterior rumahmu, terutama ketika sudah mulai memasuki musim hujan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More