Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Barang Receh yang Bisa Dikumpulkan untuk Memory Journal

5 Barang Receh yang Bisa Dikumpulkan untuk Memory Journal
Seseorang menulis jurnal sambil menikmati kopi sebagai bagian dari waktu untuk bersantai. (https://www.pexels.com/photo/woman-writing-in-a-planner-notebook-18176512/)
  • Struk dari restoran atau kafe dapat ditempel bersama catatan tentang waktu, teman, menu favorit, dan kejadian yang terjadi saat kunjungan.
  • Karcis acara, nota, kartu ucapan, serta tulisan tangan bisa menyimpan pengalaman dan jejak personal, termasuk melalui cetakan untuk tiket digital.
  • Brosur, potongan peta, kartu nama tempat, serta daun atau bunga kering dapat dipakai dalam jurnal, dengan memperhatikan aturan pengambilan benda alam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau biasanya journaling identik dengan stiker dan kertas dekoratif, kali ini coba manfaatkan barang yang sudah ada di sekitarmu. Struk makan bareng sahabat, tiket bioskop, sampai kartu kecil dari suatu tempat bisa menjadi dekorasi yang lebih personal.

Selain bikin halaman lebih menarik, setiap benda juga punya cerita sendiri. Berikut 5 barang yang bisa kamu kumpulkan untuk bikin memory journal!

  1. 1. Struk dari tempat makan atau kafe

    ilustrasi struk tagihan
    ilustrasi struk tagihan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Jangan langsung buang struk setelah makan bareng sahabat atau mencoba kafe yang sudah lama masuk wishlist. Kertas kecil ini bisa menjadi pengingat sederhana tentang kapan dan di mana suatu momen terjadi.

    Kamu bisa menempelkan struk, lalu menambahkan catatan kecil di sampingnya. Misalnya, tuliskan siapa yang menemanimu, menu favorit hari itu, atau kejadian lucu selama berada di sana.

  2. 2. Karcis tempat wisata, bioskop, atau acara

    ilustrasi tiket bioskop (pexels.com/Tranmautritam)
    ilustrasi tiket bioskop (pexels.com/Tranmautritam)

    Selesai menonton bioskop, konser atau datang ke event lainnya, jangan buru-buru membuang tiketnya. Karcis masuk bisa menjadi salah satu benda paling mudah digunakan untuk mencatat pengalaman di memory journal.

    Tempelkan tiket bersama foto atau tulisan tentang pengalaman hari itu. Kalau tiketnya sekarang berbentuk digital, bukan berarti gak bisa dimasukkan ke jurnal. Kamu dapat mencetak versi kecilnya atau membuat potongan kertas berisi nama acara dan tanggalnya.

  3. 3. Nota kecil, kartu ucapan, atau tulisan tangan orang lain

    ilustrasi menulis sticky note (pexels.com/Castorly Stock)
    ilustrasi menulis sticky note (pexels.com/Castorly Stock)

    Punya teman yang pernah meninggalkan pesan singkat di sticky note? Jangan langsung dibuang. Tulisan tangan seseorang bisa terasa jauh lebih personal ketika ditemukan kembali bertahun-tahun kemudian.

    Notes ini bisa berupa kartu ucapan ulang tahun, catatan kecil dari rekan kerja, sampai tulisan sederhana seperti “semangat!” bisa dimasukkan ke memory journal. Selain isi pesannya, tulisan tangan juga menjadi bagian dari kenangan itu sendiri. Kamu bisa mengingat siapa yang menulisnya bahkan sebelum membaca nama pengirimnya.

  4. 4. Potongan peta, brosur, atau kartu nama tempat yang dikunjungi

    ilustrasi membaca brosur tempat wisata (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
    ilustrasi membaca brosur tempat wisata (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Saat mengunjungi hotel, museum, restoran, atau tempat wisata, terkadang tersedia brosur dan kartu kecil yang bisa dibawa pulang. Daripada berakhir menumpuk di tas, pilih beberapa untuk dimasukkan ke jurnal.

    Brosur biasanya memiliki logo, ilustrasi, atau desain yang menggambarkan tempat tersebut. Kamu bisa memotong bagian yang paling menarik agar gak memenuhi satu halaman.

  5. 5. Benda kecil dari alam yang ditemukan saat bepergian

    ilustrasi membuat kolase dari bunga kering
    ilustrasi membuat kolase dari bunga kering (pexels.com/Thirdman)

    Gak semua isi memory journal harus berasal dari barang yang dibeli. Kamu juga bisa menyimpan benda kecil yang ditemukan selama bepergian, seperti daun atau bunga yang sudah dikeringkan. Pastikan benda tersebut benar-benar sudah kering sebelum dimasukkan ke jurnal.

    Namun, tentunya perhatikan juga aturan tempat yang dikunjungi. Jangan mengambil tanaman dari kawasan yang melarang pengunjung membawa pulang benda alam. Kalau gak memungkinkan untuk menyimpannya, foto benda tersebut bisa jadi alternatif.

    Ternyata, barang-barang yang terlihat 'receh' ini bisa bermakna jika dibuat memory journal. Jadi, sebelum membuang benda dari momen yang berkesan, coba pikirkan apakah benda tersebut layak mendapat satu tempat di jurnalmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More