Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi dekorasi ruang tamu (pexels.com/Ahmed Khaled)
  • Furniture anchoring dimulai dengan memilih furnitur dominan, seperti sofa, sebagai titik acuan untuk mengatur elemen pendukung berdasarkan arah hadap dan fungsi aktivitas.
  • Karpet dapat menyatukan sofa, meja, dan kursi secara visual; pilih ukuran yang memungkinkan kaki depan furnitur utama berada di atasnya, terutama pada ruang terbuka.
  • Seimbangkan furnitur besar dengan elemen visual di sisi lain, sisakan jalur kosong, dan ulangi satu-dua unsur warna, material, atau bentuk agar ruangan terasa terhubung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ruangan yang terlihat harmonis gak selalu ditentukan oleh furnitur mahal atau dekorasi yang serba serasi. Penempatan satu furnitur utama saja bisa mengubah kesan ruangan, mulai dari terasa lebih seimbang hingga tampak lebih nyaman dipandang.

Teknik ini dikenal sebagai furniture anchoring, yaitu menjadikan furnitur tertentu sebagai titik acuan agar elemen lain di ruangan terasa lebih terhubung. Penasaran bagaimana menerapkannya tanpa harus membeli banyak barang baru? Yuk, simak lima triknya!

1. Jadikan furnitur utama sebagai titik awal penataan

Ilustrasi dekorasi ruang tamu (unsplash.com/Muhammad Ilyas)

Sebelum menggeser kursi atau menambahkan dekorasi, tentukan dulu furnitur yang paling dominan di ruangan. Di ruang keluarga, misalnya, sofa bisa menjadi titik acuan untuk mengatur posisi meja, karpet, dan lampu.

Triknya, perhatikan arah hadap dan fungsi furnitur tersebut, bukan hanya ukurannya. Jika sofa menjadi pusat aktivitas, susun furnitur pendukung agar percakapan terasa alami dan orang gak perlu memutar badan terlalu jauh saat berinteraksi.

2. Gunakan karpet untuk mengikat furnitur yang terpisah

Ilustrasi dekorasi ruang tamu (pexels.com/Viaceslav Kat)

Karpet bukan sekadar pelengkap lantai, lho. Elemen ini bisa menjadi penghubung visual antara sofa, meja, dan kursi yang sebelumnya terlihat seperti berdiri sendiri-sendiri.

Agar hasilnya lebih harmonis, pilih ukuran karpet yang memungkinkan kaki depan furnitur utama berada di atasnya. Cara ini membantu menciptakan satu kelompok visual yang utuh, terutama di ruang keluarga berkonsep terbuka yang menyatukan beberapa fungsi dalam satu area.

3. Seimbangkan furnitur besar dengan elemen visual di sisi lain

Ilustrasi rak buku di ruang tamu (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Furnitur berukuran besar bisa membuat satu sisi ruangan terasa lebih berat, terlebih jika warnanya gelap atau bentuknya masif. Lemari tinggi di sudut ruangan, misalnya, dapat membuat area tersebut terlihat mendominasi dibandingkan sisi lainnya.

Kamu gak harus menambahkan furnitur besar lain untuk menyeimbangkannya. Coba letakkan lampu lantai, tanaman berukuran sedang, atau dua dekorasi yang disusun berkelompok di sisi berlawanan agar perhatian mata tersebar lebih merata.

4. Sisakan ruang kosong agar furnitur utama tetap menonjol

Ilustrasi dekorasi kamar (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Menata ruangan bukan berarti setiap sudut harus diisi. Ruang kosong justru membantu furnitur utama terlihat lebih jelas sekaligus memberi jeda visual agar ruangan gak terasa sesak.

Coba perhatikan jalur berjalan di sekitar sofa, meja, atau tempat tidur. Hindari meletakkan dekorasi kecil secara berlebihan di jalur tersebut, lalu pertahankan ruang gerak yang nyaman sesuai ukuran ruangan dan kebutuhan penghuni.

5. Ulangi satu unsur desain untuk menghubungkan furnitur berbeda

Ilustrasi dekorasi ruang keluarga (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Furnitur yang berbeda gaya tetap bisa terlihat serasi jika memiliki satu unsur visual yang berulang. Contohnya, meja kayu dengan sofa berwarna netral dapat terasa lebih menyatu jika dilengkapi bingkai foto, rak, atau lampu dengan sentuhan warna kayu serupa.

Pilih satu atau dua unsur saja, seperti warna, material, atau bentuk kaki furnitur. Pengulangan yang terukur membantu ruangan terasa terencana tanpa membuat semua barang harus berasal dari satu set yang sama.

Kunci furniture anchoring bukan menumpuk dekorasi atau membeli furnitur baru, melainkan menentukan titik acuan dan menghubungkan elemen di sekitarnya. Mulailah dari satu furnitur yang sudah kamu miliki, lalu atur elemen pendukungnya secara bertahap agar ruangan terasa lebih harmonis dan nyaman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article