Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi memasak di dapur (pexels.com/Annushka Ahuja)
  • Wadah makanan rusak, tidak serasi, dan botol yang menumpuk dapat membuat dapur penuh sehingga perlu diperiksa kembali.

  • Makanan kedaluwarsa, bahan masakan busuk, serta wadah bernoda perlu dikeluarkan dari penggunaan.

  • Talenan rusak, spons, dan peralatan dapur yang jarang digunakan juga perlu dievaluasi agar dapur lebih rapi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
setiap hari

Makanan atau bahan masakan yang tidak dipakai dan tidak termakan perlu diperiksa agar tidak terlalu lama disimpan.

sekali seminggu

Spons idealnya dibersihkan dengan merendamnya dalam larutan disinfektan.

seiring berjalannya waktu

Spons mengalami keausan secara alami dan perlu diganti lebih cepat jika tidak dibersihkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Barang-barang dapur yang rusak, kedaluwarsa, bernoda, menumpuk, atau jarang digunakan perlu dievaluasi untuk dikeluarkan dari dapur.
  • Who?
    Pemilik atau pengguna dapur, dengan masukan dari Mary Gagliardi, Julie Peak, Katie Berry, Kate Ibbotson, Katie Mortram, dan Emma Kenwrick-Meehan.
  • Where?
    Di dapur rumah, termasuk laci, rak, kulkas, dan tempat penyimpanan peralatan dapur.
  • When?
    Pengecekan makanan disarankan setidaknya setiap hari, sedangkan spons idealnya dibersihkan sekali seminggu.
  • Why?
    Barang-barang tersebut dapat membuat dapur sesak, menyimpan bakteri, berbau tidak sedap, atau tidak lagi aman dan berguna.
  • How?
    Periksa kondisi dan tanggal kedaluwarsa, buang barang yang rusak atau tidak terpakai, buat kompos dari sisa makanan, dan simpan peralatan khusus di tempat yang sulit dijangkau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dapur bisa penuh karena banyak barang yang sudah rusak, tidak dipakai, atau makanan yang sudah busuk. Ada wadah tanpa tutup, talenan tergores, spons lama, dan alat masak yang jarang digunakan. Barang-barang itu perlu dicek, dibuang, dibersihkan, atau dipakai untuk hal lain supaya dapur lebih rapi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengevaluasi isi dapur membantu pemilik rumah mengetahui barang yang masih dipakai dan yang sudah tidak diperlukan. Langkah ini juga dapat membuat ruang penyimpanan lebih teratur, menjaga kulkas tetap rapi, serta memberi kesempatan untuk memanfaatkan kembali wadah tertentu sebagai tempat aksesori atau mainan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngaku, pernah gak buka laci atau lemari di dapur dan menemukan barang yang lupa kapan terakhir dipakai? Ketika buka kulkas, mungkin kamu mendapati sayuran yang membusuk atau bumbu-bumbu yang tersimpan lama sampai kedaluwarsa. Mungkin, ada banyak stoples atau wadah makan yang gak serasi karena tutupnya hilang sehingga bikin dapurmu benar-benar penuh dan sesak.

Kalau rasanya udah gak nyaman, ini tandanya kamu mengecek ulang ada barang apa saja di dapur yang harus dibuang. Sekalipun masih berfungsi, terkadang ada barang-barang yang bisa direlakan daripada memakan tempat, loh. Daripada bingung, IDN Times punya panduannya supaya kamu tahu barang apa yang perlu diprioritaskan untuk keluar dari dapur rumahmu.

1. Wadah makanan yang gak serasi dan botol yang terlalu banyak

ilustrasik plastik tempat makan (pexels.com/IARA MELO)

Ini jadi masalah yang sering terjadi, bukan? Antara tutup dan wadahnya terpisah bahkan kadang menghilang. Ada juga wadah yang retak atau bengkok, sehingga gak bisa menutup dengan sempurna. Coba cek lagi deh isi rak dan laci di dapur rumahmu, jangan-jangan ada banyak wadah makanan yang gak serasi.

“Periksa peralatan makan plastik, terutama wadah makanan yang dibawa pulang untuk dipakai lagi. Buang wadah yang retak atau hilang bagiannya,” kata Mary Gagliardi, ilmuwan dan ahli kebersihan internal dari Clorox kepada Martha Stewart.

Selain wadah makanan, ada juga mug, gelas, dan botol minum yang menumpuk. Daripada cuma disimpan dan gak dipakai, lebih baik kamu membuangnya.

Julie Peak, seorang ahli kebersihan dan declutter asal North Carolina memberikan tips supaya kamu bisa belajar membuang barang-barang yang gak dipakai. Ada rumusnya, loh.

“Ini formula untuk menentukan berapa banyak barang yang harus kamu simpan. Jumlah orang yang menggunakan cangkir/botol minum dikali jumlah cangkir yang mereka gunakan dalam sehari, lalu kalikan hasilnya dengan (satu + jumlah hari jeda sebelum Anda menjalankan mesin pencuci piring), itu sama dengan jumlah dasar cangkir yang dibutuhkan sehari-hari,” jata Julie Peak kepada Southern Living.

2. Makanan atau bahan masakan yang kedaluwarsa dan busuk

ilustrasi makanan kaleng yang expired (unsplash.com/Jacob McGowin)

Ini bukan lagi hal yang harusnya diingatkan. Setidaknya, setiap hari kamu perlu mengecek ada makanan atau bahan masakan apa yang sudah tidak dipakai atau tidak termakan. Jangan terlalu lama menyimpannya karena berpotensi busuk.

“Kosongkan isi kulkas, periksa tanggal kedaluwarsa dan nilai makanan yang sudah busuk, terutama barang-barang yang jarang digunakan dan sudah Anda simpan lebih lama dari yang Anda sadari,” kata Gagliardi.

Kalau memang masih banyak sisa makanan, kamu bisa membuat kompos supaya tidak terbuang sia-sia. Dengan begitu, kulkas akan terlihat lebih rapi dan kamu jadi tahu bahan apa saja yang masih bisa dipakai.

3. Talenan yang rusak tergores atau melengkung

ilustrasi memotong mentimun di talenan (unsplash.com/Karolina Grabowska)

Hayo, ada berapa talenan di rumahmu? Kalau sudah rusak, kira-kira dibuang atau gak? Talenan memang bukan alat dapur yang ukurannya besar. Tapi, barang ini harus secara dikeluarkan dari dapur kalau memang rusak.

“Talenan yang melengkung cenderung bergoyang saat kamu memotong sesuatu yang dapat menyebabkan cedera. Goresan pada talenan plastik memerangkap bakteri yang tidak selalu hilang meskipun dicuci,” kata Katie Berry, ahli kebersihan dan penulis, dalam Martha Stewart.

Hal yang serupa juga dikatakan oleh Kate Ibbotson, seorang professional organiser. Kepada Good Housekeeping, ia menyebut bahwa talenan rusak bisa menyimpan banyak bakteri yang berpengaruh pada kesehatan.

“Saat merapikan barang, pertimbangkan untuk menggantinya dengan papan baru yang lebih awet. Ingatlah pepatah ‘membeli barang murah berarti harus membeli dua kali’, jadi investasikanlah pada material alami yang berkualitas tinggi,” kata Kate.

4. Spons cuci piring

ilustrasi spons cuci piring (pexels.com/Karola G)

Kepikiran, gak untuk membuang spons cuci piring? Sebenarnya benda ini harus sering diganti karena rentan lembap dan mengundang pertumbuhan bakteri serta bau tidak sedap.

“Idealnya, kita seharusnya membersihkan spons sekali seminggu dengan merendamnya dalam larutan disinfektan. Namun seiring berjalannya waktu, spons akan mengalami keausan secara alami, dan jika tidak meluangkan waktu untuk membersihkannya, spons tersebut akan lebih cepat perlu diganti.” kata Katie Mortram, editor Good Housekeeping.

5. Wadah plastik yang bernoda

ilustrasi wadah makanan plastik (freepik.com/freepik)

Yakin semua perabotan atau wadah makanan di rumahmu benar-benar bersih? Jangan-jangan, masih ada nota yang melekat dan tidak bisa hilang meskipun sudah dicuci berkali-kali. Untuk kasus seperti ini, seharusnya kamu sudah tidak bisa memakainya lagi.

“Wadah plastik yang bernoda bisa jadi menandakan adanya kerusakan kimiawi, yang berpotensi melepaskan zat beracun serta memerangkap sisa makanan yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri,” ujar Emma Kenwrick-Meehan, seorang professional organiser dalam Good Housekeeping.

Kalau memang terlalu sayang untuk dibuang, kamu bisa mempergunakannya untuk hal lain. Misalnya, memanfaatkan wadah tersebut untuk tempat aksesori atau mainan.

6. Peralatan dapur yang jarang digunakan

ilustrasi alat masak (unsplash.com/ henry perks)

Terlalu banyak alat masak di dapur sebenarnya gak selalu memberikan keuntungan. Justru, dapur terasa makin sesak dan kehilangan banyak tempat. Coba cek lagi apa saja peralatan masak yang tidak atau jarang kamu pakai.

“Terkadang ada beberapa perabotan dapur yang sebenarnya bisa membuat memasak terasa mudah, tapi gak penting,” kata Julie Peak.

Kate Ibbotson juga punya pandangan yang sama. Menurutnya, penting untuk mengevaluasi lagi barang-barang atau alat dapur seperti apa yang kamu butuhkan.

“Jika kamu memiliki peralatan khusus yang jarang digunakan, pertimbangkan untuk menyimpannya di tempat yang lebih sulit dijangkau agar ruang yang mudah diakses dapat digunakan untuk barang-barang yang dipakai sehari-hari,” kata Kate.

Itu dia sejumlah barang yang harus cepat keluar dari dapur kamu agar momen memasak jadi lebih menyenangkan. Ada yangmasih menumpuk di rumahmu sampai sekarang?

Curated For You

Editorial Team

Related Article