ilustrasi air galon (unsplash.com/ Jude Wilson 🚀)
Galon atau jeriken plastik bekas yang masih layak dapat menjadi alternatif wadah tanam berukuran lebih besar. Wadah ini cocok untuk tanaman yang membutuhkan ruang akar lebih luas dibandingkan sukulen atau tanaman herbal kecil.
Pastikan wadah benar-benar bersih dan hanya pernah digunakan untuk menyimpan air atau bahan yang aman, bukan bensin, oli, pestisida, maupun cairan pembersih. Potong bagian atas atau samping wadah sesuai kebutuhan, kemudian buat lubang drainase yang memadai.
Isi dengan media tanam yang ringan dan kaya bahan organik, lalu coba tanam sayuran daun seperti pakcoy, selada, atau kangkung. Sesuaikan jumlah tanaman dengan luas wadah agar masing-masing mendapatkan ruang tumbuh, air, cahaya, dan nutrisi yang cukup.
Setelah kebun mini selesai dibuat, jangan lupa memperhatikan kebutuhan setiap tanaman. Periksa kondisi media tanam secara rutin dan siram ketika diperlukan.
"Berbagai jenis wadah cocok digunakan untuk budidaya sayuran. Pastikan tersedia sistem drainase yang memadai. Hindari wadah yang mungkin mengandung zat beracun, misalnya kayu yang telah diberi bahan pengawet atau ember plastik yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia," dikutip dalam panduan Growing Vegetables In Containers dalam University of New Hampshire.
Pada akhirnya, membuat kebun mini dari barang bekas bukan hanya tentang mempercantik rumah, tetapi juga belajar memanfaatkan barang yang masih berguna. Kamu tidak harus langsung membuat taman yang besar atau membeli banyak perlengkapan. Mulailah dari satu atau dua wadah bekas, pilih tanaman yang mudah dirawat, lalu kembangkan kebun sedikit demi sedikit.