Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Menata Rumah yang Sering Gak Disadari

4 min read
5 Kesalahan Menata Rumah yang Sering Gak Disadari
Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
  • Penataan rumah yang tidak sesuai aktivitas sehari-hari dapat membuat ruang terasa sempit dan berantakan.

  • Area laundry, penyimpanan, gudang kecil, serta sudut rumah termasuk ruang yang sering luput dari perhatian.

  • IKEA Indonesia menyoroti pentingnya penempatan barang dan sistem penyimpanan yang sesuai kebutuhan penghuni.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih mengutamakan fungsi atau tampilan saat menata rumah?
Share Article

Pernah gak kamu mengira rumah berantakan dan sempit itu karena kekurangan ruang? Padahal, masalahnya bukan soal seberapa besar atau luas rumahmu, tapi cara menata yang gak sesuai dengan aktivitas sehari-hari.

Melalui kampanye The Forgotten Rooms, IKEA Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali area-area rumah yang sering luput dari perhatian, seperti ruang laundry, area penyimpanan, gudang kecil, hingga sudut rumah. Sadar gak ruangan-ruangan itu cenderung mudah terlupakan, padahal termasuk ruang yang esensial? Ini beberapa kesalahan yang mungkkn kamu lakukan sehingga bikin rumahmu bukannya lega, malah makin sempit dan berantakan.

  1. 1. Asal menyimpan barang tanpa mempertimbangkan ruang

    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras

    Tanpa sadar, mungkin kamu pernah asal meletakkan barang atau menyimpan suatu barang di suatu sudut ruangan. Misalnya, meletakkan koper di atas kabinet dapur. Hal seperti ini bisa saja terjadi, tapi sebenarnya bukan tempat yang sesuai.

    "Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘Ini mau ditaruh di mana?’. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan? Dari situ, kita bisa melihat apa yang perlu berada dekat jangkauan, apa yang bisa disimpan lebih jauh, dan ruang mana yang sebenarnya masih bisa digunakan,” jelas M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia pada Kamis (17/9/2026).

    Justru dengan memahami aktivitas, penempatan barang jadi lebih efektif. Kamu jadi tahu di mana harus mengambil dan meletakkan suatu barang sesuai fungsinya.

    "Secara alur kegiatan kita, kebutuhan ruang, aktivitas kita sehari-hari itu ngapain aja sih. Dari situ nanti ketahuan, barang-barang apa yang sering kita gunakan, barang-barang apa yang jarang kita gunakan, atau bisa disumbangkan. Nanti kalau udah ketahuan, baru bisa dilihat ternyata storage-nya kurang ya, storage masih bisa ditambahin gak perlu beli baru," tambahnya.

  2. 2. Ruang laundry cuma dianggap ruang cuci

    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras

    Kesalahan selanjutnya adalah menganggap area laundry hanya tempat untuk mencuci. Padahal, ada banyak aktivitas yang terjadi di area itu. Kamu bukan sekadar menggunakan mesin cuci, tapi juga mengumpulkan pakaian, memilah, menjemur, melipat, dan lain-lain.

    Otomatis area laundry juga pasti akan dipenuhi oleh barang-barang dengan fungsi serupa. Misalnya deretan detergen, tempat untuk hanger, atau pun kompartemen untuk meletakkan baju bersih dan kotor.

    Coba deh pikirkan apakah area laundry di rumahmu lebih rapi daripada area lainnya? Justru, area ini cenderung sempit. Bukan karena ukurannya, tapi bisa jadi alur aktivitas di dalamnya belum tertata dengan baik.

  3. 3. Ada sudut rumah yang tidak dimanfaatkan dengan baik

    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras

    Perhatikan seluruh isi rumahmu. Pasti ada sudut-sudut yang belum dimaksimalkan dengan baik. Sebenarnya, ada banyak ruang yang bisa digunakan seperti area bawah tangga, gudang, bahkan garasi.

    Kamu harus lebih peka dalam melihat potensi pemanfaatan ruang. Misalnya, menggunakan sisa ruang vertikal di atas lemari atau kabinet untuk menyimpan barang. Dinding juga bisa dijadikan solusi penyimpanan tanpa harus menambah ruangan baru.

    "Dalam segi desain, (menyortir barang) itu kan berkaitan sama penggunaan barang. Mungkin koper kita taruh di atas, karpet di tengah, mungkin sesuatu yang lebih sering kita gunakan itu harus lebih mudah dijangkau atau diraih. Itu sangat penting. Kita juga consider furnitur yang bisa di-attach ke dinding supaya aman secara safety," ucap Torik.

  4. 4. Sistem penyimpanan gak sesuai dengan kebutuhan

    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras

    Masalah soal barang yang banyak dan ruang yang sedikit ini, sebenarnya bisa ditelaah lagi. Bisa jadi, sistem penyimpanan di rumahmu memang gak sesuai dengan kebutuhan.

    Bertambahnya anggota keluarga atau perubahan aktivitas pasti juga memengaruhi sistem penyimpanan di rumah. Sistem penyimpanan sebaiknya cukup fleksibel agar dapat menyesuaikan perubahan kebutuhan penghuni rumah.

    "Makanya sebenarnya, kalau kita bisa mempertimbangkan apa kebutuhan kita di ruangan itu, otomatis sirkulasi bisa dipertimbangkan. Orang suka lupa furniturnya udah masuk duluan, tapi sirkulasinya gak ada atau terlalu sempit. Jadi, gerakannya gak nyaman," ungkap Torik.

  5. 5. Mengira semua rumah harus ditata dengan cara yang sama

    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras
    Media dan Community Gathering "The Forgotten Rooms" IKEA di IKEA Jakarta Garden City pada Kamis (17/9/2026). IDN Times/Adyaning Raras

    Tiap orang punya karakter yang berbeda-beda. Begitu pun dengan cara menata rumah yang pastinya tidak akan sama. Setiap keluarga punya cara masing-masing untuk membuat rumah mereka tampak nyaman dan rapi.

    Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia, Ruth Panjaitan, mengatakan bahwa selama melakukan Home Visit, IKEA melihat setiap rumah sebenarnya sudah memiliki cara masing-masing dalam mengatur ruang. Namun, masih ada bagian-bagian yang membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang praktis.

    "Kami mulai memahami bahwa penataan rumah bukan hanya soal tempat untuk menyimpan barang, tetapi juga tentang bagaimana ruang tersebut dapat membantu orang melakukan aktivitasnya,” ujar Ruth.

    Dengan demikian, sebenarnya menata rumah memang seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya. Kitalah yang tahu mana barang yang bisa diletakkan di ruang vertikal, di dinding, dan sebagainya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More