Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Persiapan Mengontrakkan Rumah Tua, daripada makin Rusak

7 Persiapan Mengontrakkan Rumah Tua, daripada makin Rusak
ilustrasi rumah (pexels.com/Vũ Hoàng Nam)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya menyiapkan rumah tua sebelum dikontrakkan agar tidak cepat rusak dan tetap menghasilkan pendapatan pasif bagi pemiliknya.
  • Ditekankan perlunya memastikan kondisi fisik rumah, mulai dari atap, dinding, hingga kebersihan menyeluruh agar aman dan nyaman bagi calon penyewa.
  • Pemilik disarankan memberi harga sewa realistis, mengecat ulang, membuat suasana asri, serta mengosongkan perabot tua supaya rumah tampak menarik dan tidak menyeramkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu atau keluarga punya sebuah rumah tua yang nganggur? Meski bukan rumah baru, properti sayang sekali apabila dibiarkan begitu saja. Bangunan yang tidak dihuni malah cepat sekali rusak. Padahal, usia rumah juga sudah lama.

Penurunan kualitas bangunan bakal sangat drastis dalam waktu singkat. Lebih baik rumah segera disiapkan untuk dikontrakkan. Uang dapat, bangunan pun lebih terawat. Tantangannya ialah mencari peminat pertama.

Nantinya, jika rumah tua sudah disewa sekali, biasanya bakal lebih gampang untukmu mendapatkan penyewa berikutnya. Sebelum kamu memasang iklan di berbagai media, ada beberapa persiapan mengontrakkan rumah tua yang wajib diperhatikan. Rumah tua memang bukan kontrakan yang paling diminati. Akan tetapi, masih bisa menjadi pilihan bagi sebagian orang yang membutuhkan.

1. Gak apa-apa tua dari segi umur asal gak berhantu

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/Araf Khan)

Indonesia termasuk negara yang masyarakatnya masih sangat memercayai fenomena gaib. Apalagi berkaitan dengan rumah tua. Rumah tua dan kurang terawat sering sekali menjadi latar cerita-cerita yang menyeramkan.

Penting untukmu sebagai pemilik rumah tua memastikan bahwa hunian aman dari gangguan makhluk halus. Jangan sampai orang yang menyewa malah dibuat ketakutan. Dirimu dapat terlebih dahulu menempatinya untuk memastikan keamanan dari gangguan gaib. Jangan lupa secara berkala mengadakan doa bersama sehingga energi rumah terasa lebih ringan dan positif.

2. Pastikan atap tidak bocor

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/Mauricio Krupka Buendia)

Selain bebas dari gangguan makhluk gaib, kamu juga wajib memastikan rumah benar-benar berfungsi seperti seharusnya. Tempat tinggal kudu memberikan perlindungan optimal untuk penghuninya. Pertama dan utama adalah hujan.

Kalau rumah tua lama tidak dihuni, tunggu sampai musim hujan tiba untuk memastikan ada bagian atap yang bocor atau tidak. Masih terkait atap, cek juga kekuatan kerangkanya. Terutama kerangka atap yang terbuat dari kayu atau bambu. Jangan-jangah telah keropos dan gampang runtuh.

3. Dinding dan tiang juga tidak boleh rapuh

bingkai jendela rusak
ilustrasu bingkai jendela rusak (pexels.com/Kari Alfonso)

Bila atap sudah dicek dan aman, lanjut dengan kekuatan dinding serta tiang. Dinding menjadi bagian penting dari struktur bangunan. Kerap kali kekuatan rumah juga ditunjang dengan tambahan beberapa tiang yang menghubungkan lantai dengan atap.

Seiring umur bangunan, terkadang dinding miring. Bisa karena pergerakan tanah sedikit demi sedikit selama sekian tahun. Atau, sejak awal pendiriannya memang kurang bagus. Bahaya sekali jika tembok atau tiang tiba-tiba runtuh dan melukai penyewa rumah. Nanti kamu dituntut ganti rugi.

4. Pembersihan menyeluruh

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/Laura Oliveira)

Jangankan rumah tua. Rumah yang relatif masih baru juga harus dibersihkan hingga ke sudut-sudutnya sebelum disewakan. Pembersihan menyeluruh akan membuat rumah terlihat lebih menarik.

Apalagi rumah yang telah berumur lebih dari 30 tahun. Baik rumah itu selama ini selalu ditempati atau kosong, pasti banyak noda membandel di berbagai tempat. Bila perlu, gunakan jasa bersih-bersih rumah agar hasilnya maksimal.

5. Harga jangan terlalu tinggi

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/Ditta Alfianto)

Sisi minus memiliki usaha properti tua adalah harga gak bisa maksimal. Rumah tua, walaupun besar, cenderung kurang peminat dibandingkan rumah-rumah baru. Makin memprihatinkan keadaannya, makin calon pengontrak bakal menawar serendah mungkin.

Walaupun dirimu sudah berusaha membersihkannya sedemikian rupa, tetap jangan menyamakannya dengan rumah anyar. Kasih harga sewa yang lebih miring biar rumah segera terisi. Sebenarnya rumah tua masih mungkin mendapatkan penawaran harga yang jauh lebih tinggi. Akan tetapi, hanya bila rumah disewa oleh orang yang benar-benar menyukai nuansa mistik atau untuk pembuatan film.

6. Cat ulang dan dibikin asri

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/quang vinh)

Rumah tua butuh dicat ulang untuk memberikan kesan baru yang lebih kuat. Bahkan sekalipun dari gaya bangunan terlihat kuno, cat yang cemerlang membuatnya jauh lebih menarik dan gak horor. Kamu juga dapat memilih cat yang lain dari cat semula.

Ini untuk menghilangkan kesan rumah tersebut baru saja ditinggalkan oleh para penghuni lamanya. Padahal, rumah itu telah turun-temurun sekian generasi. Selain pengecatan kembali, rumah juga perlu dibuat asri. Rapikan halamannya. Tanam tanaman hias dengan rapi dan berwarna-warni. Bagian dalamnya pun mesti didekor yang cantik.

7. Mending kosongan daripada ada perabot tua yang menyeramkan

rumah
ilustrasi rumah (pexels.com/Zülfü Demir📸)

Di rumah tersebut barangkali terdapat beberapa perabot jadul. Seperti lemari, meja, dan kursi lawas yang bahkan sudah di sana sejak masa muda kakek dan nenekmu. Biasanya perabot tua begini memang kuat sekali.

Bahan-bahannya pilihan. Dari segi fungsi, perabot tersebut masih dapat digunakan. Namun, orang yang hendak menyewa bisa merasa gak nyaman. Perabot lawas malah terlihat menyeramkan. Mending rumah disewakan dalam keadaan tanpa perabot daripada isiannya gak sesuai zaman.

Mengontrakkan rumah tua merupakan salah satu cara agar properti yang dimiliki tidak mangkrak. Justru rumah menjadi sumber pendapatan pasif. Uang hasil sewa dapat dipakai buat biaya perawatannya sekaligus ditabung untuk membangun aset yang lain. Meski begitu, ada beberapa persiapan mengontrakkan rumah tua agar orang berminat menyewanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More