Belakangan ini, merawat tanaman bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang. Banyak orang mulai memperlakukan tanamannya layaknya anggota keluarga sendiri. Dari memberi nama, rutin mengecek kondisi daun, sampai merasa sedih saat tanaman layu. Fenomena ini dikenal dengan istilah plant parenting. Tren ini makin ramai dibicarakan, terutama di kalangan urban yang hidup di tengah rutinitas padat.
Plant parenting muncul bukan tanpa alasan. Di tengah hidup yang serba cepat dan penuh tekanan, merawat tanaman memberi ruang untuk melambat. Kamu punya sesuatu yang dirawat, diperhatikan, dan ditunggu perkembangannya. Tanaman seolah menjadi 'anak' yang butuh perhatian konsisten. Pertanyaannya, apakah kamu juga termasuk plant parent tanpa sadar? Yuk, kita bahas lebih dalam lewat enam sudut pandang berikut ini.
