"Para ahli medis menyarankan untuk mencuci seprai setidaknya seminggu sekali. Bantal dan selimut memang tidak perlu dicuci sesering itu, tetapi membersihkannya setidaknya beberapa bulan sekali dapat membatasi jumlah kuman dan organisme mikroskopis lain yang mungkin terpapar pada kamu saat tidur," kata dokter kulit atau dermatologist Sean McGregor, DO, dikutip dari Cleveland Clinic.
Seberapa Sering Sprei, Sarung Bantal, dan Selimut Harus Dicuci?

Tempat tidur yang bersih dan wangi tentu bisa membuat istirahat terasa lebih nyaman. Namun, tahukah kamu bahwa sprei, sarung bantal, dan selimut yang terlihat bersih belum tentu bebas dari keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, dan debu? Tanpa disadari, berbagai kotoran tersebut dapat menumpuk setiap malam, terutama jika kamu tidur dalam kondisi berkeringat atau tinggal di lingkungan yang panas dan lembap.
Lalu, seberapa sering sebenarnya perlengkapan tidur harus dicuci? Apakah semuanya perlu masuk mesin cuci setiap minggu, atau ada barang yang cukup dibersihkan sebulan sekali? Berikut penjelasannya.
1. Sprei sebaiknya dicuci setiap minggu, jangan menunggu bau

ilustrasi mencuci sprei (pixabay.com/Stefan Schweihofer) Sprei terlihat bersih bukan berarti bebas dari kotoran. Setiap malam, tubuh melepaskan keringat, minyak alami, dan sel kulit mati yang menempel pada kain. Debu serta alergen dari lingkungan juga bisa ikut terbawa ke tempat tidur. Jika sprei jarang dicuci, semua itu dapat menumpuk dan membuat kasur terasa kurang segar.
Di Indonesia yang cenderung panas dan lembap, frekuensi pencucian bisa perlu ditingkatkan jika kamu mudah berkeringat saat tidur. Begitu pula jika tidur bersama hewan peliharaan, sedang sakit, atau sprei terkena tumpahan makanan dan minuman. Jangan menunggu sampai muncul bau apek untuk menggantinya.
2. Sarung bantal perlu lebih diperhatikan karena bersentuhan dengan wajah

Ilustrasi mengganti sarung bantal (freepik.com/mdbildes) Sarung bantal bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut selama berjam-jam setiap malam. Minyak alami kulit, sisa produk perawatan wajah, produk rambut, keringat, dan sel kulit mati dapat berpindah ke permukaannya.
Itulah sebabnya sarung bantal tetap perlu dicuci secara teratur meskipun bantal di dalamnya masih tampak bersih. Sebagai panduan umum, cuci sarung bantal setidaknya sekali seminggu, bersamaan dengan sprei.
Jika kulitmu mudah berminyak, kamu sering berkeringat, atau menggunakan produk rambut sebelum tidur, pertimbangkan untuk menggantinya setiap beberapa hari. Namun, mencuci sarung bantal lebih sering bukan jaminan masalah kulit akan hilang karena kondisi kulit juga dipengaruhi faktor lain.
“Jika kamu memikirkan apa yang kamu lakukan di malam hari; berbaring, berguling ke sana kemari, semakin sedikit pakaian yang kamu kenakan, semakin banyak pula kulit kamu yang bersentuhan langsung dengan sarung bantal dan seprai. Akibatnya, sel-sel kulit kamu akan terlepas dan bakteri pun dapat menempel, terutama jika kamu tidak rutin membersihkan seprai tersebut,” ujar Jennifer Lucas, MD, seorang dokter spesialis kulit dikutip dari Cleveland Clinic.
3. Selimut tidak harus dicuci sesering sprei, tetapi jangan dilupakan

ilustrasi mencuci pakaian (freepik.com/freepik) Berbeda dengan sprei yang bersentuhan langsung dengan tubuh, selimut biasanya tidak terkena keringat dan minyak kulit sebanyak sprei, terutama jika kamu menggunakan lapisan seprai atau pakaian tidur yang menutupi tubuh.
Meski begitu, selimut tetap bisa menyimpan debu, rambut, sel kulit mati, dan bau akibat kelembapan. Karena itu, selimut tetap perlu masuk jadwal mencuci meskipun tidak terlihat kotor. Sebagai panduan praktis, selimut yang digunakan setiap hari bisa dicuci setiap satu hingga tiga bulan, tergantung bahan, intensitas pemakaian, dan kondisi kamar.
Jika kamu sering berkeringat, tidur bersama hewan peliharaan, atau menggunakan selimut langsung tanpa lapisan tambahan, cucilah lebih sering. Selimut yang terkena tumpahan atau kotoran sebaiknya segera dibersihkan.
“Proses pencucian membuat bantal kembali mengembang dan mendistribusikan isi selimut secara lebih merata. Hal ini membantu menjaga bantal dan selimut kamu agar tetap senyaman mungkin sepanjang masa pakainya,” jelas Sean McGregor.
4. Bedakan jadwal mencuci selimut, bed cover, dan bantal

ilustrasi sprei kasur (unsplash.com/Jenna Christina) Istilah perlengkapan tidur sering digunakan secara bergantian, padahal selimut, bed cover, sarung duvet, dan bantal memiliki fungsi serta kebutuhan perawatan yang berbeda. Sarung duvet yang membungkus selimut biasanya lebih sering bersentuhan dengan tubuh dibandingkan bagian dalam selimut.
Oleh karena itu, sarung duvet dapat dicuci setiap dua hingga empat minggu, atau lebih sering jika cepat kotor. Untuk bantal yang bisa dicuci, panduan dari Good Housekeeping Institute menyarankan pencucian setiap tiga hingga enam bulan untuk membantu menghilangkan penumpukan minyak tubuh, sel kulit mati, dan tungau debu.
Namun, tidak semua bantal boleh dimasukkan ke mesin cuci. Bantal berbahan busa padat, seperti memory foam, umumnya perlu dibersihkan dengan metode yang berbeda sesuai petunjuk produsen. Jadi ada baiknya kamu memeriksa label perawatan sebelum mencuci bantal.
5. Perhatikan cara mencuci dan mengeringkan agar perlengkapan tidur tetap awet

Ilustrasi sprei tempat tidur (pexels.com/Cup of Couple) Menentukan jadwal mencuci saja belum cukup. Cara mencuci dan mengeringkan perlengkapan tidur juga memengaruhi kebersihan serta ketahanan kain. Pisahkan cucian berdasarkan warna dan jenis bahan, gunakan deterjen sesuai takaran, dan jangan memenuhi mesin cuci secara berlebihan. Kain yang terlalu padat di dalam mesin mungkin tidak tercuci dan terbilas secara optimal.
Gunakan suhu air sesuai label perawatan. Air bersuhu lebih tinggi dapat membantu mengurangi tungau debu dan alergen pada bahan yang tahan terhadap panas, tetapi tidak semua kain cocok dicuci dengan air panas. Jika kamu memiliki kulit sensitif, pilih deterjen tanpa pewangi dan pertimbangkan bilasan tambahan untuk membantu mengurangi sisa deterjen pada kain.
"Mengenai detergen, itu bergantung pada preferensi pribadi. Namun, jika kamu memiliki kulit sensitif, sebaiknya hindari produk yang mengandung pewangi karena dapat menyebabkan iritasi kulit," jelas Jennifer Lucas.
Menjaga kebersihan tempat tidur tidak harus menjadi pekerjaan yang merepotkan jika kamu memiliki jadwal yang teratur. Sebagai patokan, cuci sprei dan sarung bantal setiap minggu, sedangkan selimut bisa dicuci setiap satu hingga tiga bulan sesuai kondisi dan intensitas pemakaian.























![[QUIZ] Dari Situasi Upin & Ipin Ini, Kamu Seberapa Jago Menekan Gengsi?](https://image.idntimes.com/post/20261014/img_20261014_144802_e0b96ea8-3a57-4872-ad9e-86a5e467aa7b.jpg)