Pernahkah kamu merasa risih saat membaca novel klasik populer. Terutama yang ditulis pengarang pria. Biasanya ketidaknyamanan ini datang dari indikasi misoginis dan seksis si pengarang itu sendiri. Bahkan beberapa novelis klasik pria sudah terkonfirmasi pernah terlibat isu kekerasan seksual, beberapa di antaranya adalah George Orwell dan Pablo Neruda.
Tenang, sebagai alternatifnya, kamu bisa coba lebih rajin mengulik eksistensi novel-novel klasik garapan perempuan, terutama yang paling terlupakan. Penasaran? Bisa mulai dengan mencatat 5 rekomendasi berikut. Tipis, tapi membekas.
