Gak Melulu Kata-Kata, Kenali 6 Tanda Anak Autis Ingin Bicara

Menunggu kata pertama dari buah hati tercinta memang bisa bikin hati dag-dig-dug, apalagi kalau si kecil sudah terdiagnosis spektrum autisme. Kamu mungkin sering merasa cemas saat melihat anak sebayanya sudah lancar bercerita, sedangkan jagoan kecilmu masih asyik dengan dunianya sendiri. Memahami tanda-tanda anak autis mulai bisa bicara memang butuh kesabaran ekstra dan kepekaan, lho. Namun, hal itu akan sebanding bagi para orang tua pejuang speech delay saat anak memperlihatkan perubahan-perubahan kecil anak mulai belajar bicara.
Kalau kamu gak segera peka terhadap kode-kode yang mereka berikan, kesempatan emas untuk menstimulasi komunikasi mereka bisa terlewat begitu saja. Hal ini tentu bakal bikin proses terapinya jadi terasa lebih lambat dan kamu pun makin gampang merasa burnout. Ingat, ya, setiap progres sekecil apa pun adalah kemenangan besar buat kamu dan si kecil. Yuk, pasang mata dan telinga lebih lebar lagi supaya kamu gak kehilangan momen berharga saat mereka berusaha "keluar" dari cangkangnya.
1. Perhatikan kontak mata yang makin intens

Selama ini mungkin si kecil lebih suka melihat benda berputar atau pojokan ruangan daripada menatap matamu. Masalahnya, tanpa kontak mata, komunikasi dua arah itu rasanya mustahil banget buat dibangun. Nah, solusinya adalah dengan memerhatikan apakah dia mulai berani menatap matamu lebih lama saat menginginkan sesuatu. Manfaatnya, kontak mata ini menjadi fondasi paling dasar sebelum anak benar-benar bisa mengeluarkan kata-kata pertamanya.
Gak perlu memaksa dia menatapmu sampai melotot, cukup hargai setiap detik lirikan mautnya itu. Kalau dia sudah mulai mau "mengunci" pandangan saat kamu ajak bicara, itu tandanya koneksi otaknya mulai sinkron dengan kebutuhan sosial. Anggap saja ini sebagai sinyal kecil yang mulai diperlihatkan dalam diri si kecil. Tetap tenang dan berikan senyum termanismu setiap kali matanya bertemu dengan matamu.
2. Mulai responsif saat dipanggil namanya

Pernah gak merasa diabaikan total saat memanggil nama si kecil sampai rasanya kamu lelah memanggilnya? Masalah komunikasi pada anak autis sering bermula dari ketidakmampuan mereka menyaring suara mana yang penting untuk didengar. Solusi terbaik adalah tetap konsisten memanggil namanya dalam suasana yang tenang tanpa gangguan suara televisi yang berisik. Manfaatnya, kalau dia sudah mulai menoleh saat dipanggil, artinya dia sudah mulai sadar akan keberadaan dirinya dan orang lain.
Ini adalah langkah besar karena anak mulai paham kalau suara manusia itu punya makna, bukan sekadar bising belaka. Kamu gak perlu baper kalau sesekali dia masih cuek, mungkin dia sedang sibuk mengagumi pola di lantai. Namun, kalau frekuensi dia menoleh sudah makin sering, selamat ya, itu progres yang sangat keren. Teruslah panggil namanya dengan nada yang ceria agar dia merasa komunikasi adalah hal yang menyenangkan.
3. Munculnya gestur menunjuk atau menarik tangan

Anak yang belum bisa bicara biasanya akan merasa frustrasi karena keinginannya gak tersampaikan, ujung-ujungnya malah tantrum. Masalah ini bisa pelan-pelan teratasi kalau si kecil mulai belajar menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk benda atau menarik tanganmu. Kalau sudah begini, kamu harus segera merespons setiap tarikan tangannya dan menyebutkan nama benda yang dia maksud. Nantinya, dia akan belajar kalau menggunakan anggota tubuh bisa menjadi alat komunikasi pengganti suara.
Guys, pertanda ini adalah bentuk komunikasi fungsional yang sangat penting sebelum dia benar-benar bisa mengucap "mau itu". Jadi, jangan malas untuk menjadi "narator" setiap kali dia melakukan gerakan-gerakan ini. Semakin dia merasa dipahami, semakin tinggi juga motivasinya untuk mencoba mengeluarkan suara nantinya, lho.
4. Sering meniru suara atau bunyi di sekitar

Mungkin kamu sering mendengar si kecil bergumam gak jelas atau meniru suara kucing dan mesin mobil secara berulang. Masalahnya, banyak orang tua menganggap ini hanya perilaku aneh atau stimming suara biasa tanpa makna. Solusinya, coba ikuti suara tersebut dan jadikan itu sebagai sarana bermain bersama si kecil di sela-sela aktivitasnya. Manfaatnya, aktivitas meniru ini adalah latihan berucap yang sangat bagus.
Anak autis sering kali belajar bahasa secara gestalt atau dalam satu rangkaian bunyi, bukan per kata. Jadi, kalau dia mulai suka "beo", itu adalah pertanda baik kalau mesin bicaranya sedang dipanaskan. Jangan ditertawakan, ya. Di momen ini, kamu justru harus mendukung terus supaya dia makin pede mengeksplorasi berbagai jenis bunyi dari mulutnya.
5. Menunjukkan ekspresi wajah yang lebih beragam

Dulu mungkin wajah si kecil tampak datar atau sulit dibaca emosinya saat sedang senang maupun sedih. Masalah ekspresi wajah ini kerap membuat orang tua bingung apa sebenarnya yang sedang dirasakan oleh sang anak. Dengan sering mengajak dia bercermin atau bermain ekspresi wajah yang lucu di depan mukanya, anak jadi belajar berekspresi secara tepat. Ketika dia mulai bisa menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan situasi, berarti pemahaman emosinya sudah makin berkembang, lho.
Ekspresi wajah adalah bagian dari komunikasi non-verbal yang sangat krusial dalam interaksi manusia sehari-hari. Kalau dia sudah bisa memberikan kode "marah" lewat bibir yang manyun atau "senang" lewat mata yang berbinar, itu kemajuan pesat. Kamu jadi gak perlu menebak-nebak lagi dengan tingkat kesulitan tinggi tentang suasana hatinya saat itu. Semakin kaya ekspresinya, semakin siap dia untuk menyelaraskan perasaan tersebut ke dalam bentuk kata-kata nantinya.
6. Paham instruksi sederhana dari kamu

Tak jarang, orangtua mengira anak gak bisa bicara berarti dia gak paham apa-apa, padahal bisa jadi hanya komunikasinya yang macet. Masalah "input" yang gak sinkron ini bisa kamu tes dengan memberikan instruksi simpel seperti "ambil bolanya" atau "buka pintunya". Berikanlah instruksi pendek dengan nada yang jelas dan jangan lupa berikan bantuan fisik jika dia masih terlihat bingung, ya. Jika dia mulai bisa mengikuti instruksi, artinya kemampuan bahasa reseptifnya sudah berjalan dengan sangat baik.
Kemampuan memahami biasanya muncul sebelum kemampuan memproduksi kata-kata itu sendiri. Jadi, jangan berkecil hati kalau dia belum bisa menjawab pertanyaanmu dengan suara yang jelas. Fokuslah pada betapa hebatnya dia karena sudah mengerti maksud ucapanmu tanpa harus kamu jelaskan berkali-kali. Setiap kali dia berhasil mengikuti perintah, itu menjadi bukti kalau otaknya sudah siap untuk menerima pelajaran bahasa yang lebih sulit.
Memahami berbagai tanda-tanda anak autis mulai bisa bicara memang membutuhkan kesabaran ekstra, tapi percayalah semua lelahmu akan terbayar lunas. Tetaplah menjadi pendukung nomor satu bagi si kecil karena dukungan emosional darimu adalah kunci utama kesuksesannya. Tetap semangat dan teruslah rayakan setiap progres kecil yang dicapai oleh jagoanmu dengan penuh cinta, ya!