Pernah mendengar istilah bloom taxonomy? Jika belum, ini saat yang tepat untuk mengenalnya. Bloom taxonomy merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk mengelompokkan tujuan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Konsep ini dikembangkan oleh sebuah komite pendidik melalui serangkaian konferensi yang berlangsung pada 1949 hingga 1953.
Bloom taxonomy menggambarkan proses belajar sebagai tahapan yang bertingkat, mulai dari kemampuan berpikir paling dasar hingga yang paling kompleks. Model ini sering diilustrasikan dalam bentuk tangga atau piramida, di mana setiap tingkatan menjadi fondasi bagi level berikutnya. Dengan memahami setiap tahapannya, pendidik dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif sekaligus membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir secara bertahap. Lantas, apa saja enam tingkatan dalam bloom taxonomy?
