Corrigan karya Caroline Blackwood (dok. NYRB/Corrigan)
Corrigan gak kalah unik. Caroline Blackwood meramu ceritanya dari sudut pandang perempuan di keluarga Blunt. Mereka adalah Mrs. Blunt dan putrinya yang kadang berkunjung ke rumah setelah ibunya menjadi janda. Mrs. Blunt sempat mengalami shock parah setelah kematian suami yang selama ini jadi sandaran hidupnya. Ia sempat tak berbicara dan hanya termenung di kamar, seolah tak punya semangat hidup.
Khawatirnya terhadap kondisi sang ibu diperparah pula oleh pernikahannya yang gak sesuai ekspektasi. Putri Mrs. Blunt jadi sering menjenguk si ibu. Sampai suatu hari, seorang pria berkursi roda datang bertamu untuk meminta sumbangan. Menariknya, sejak bertemu dengan pria bernama Corrigan itu, Mrs. Blunt jadi punya semangat hidup lagi. Tiap hari, ia justru menanti-nanti kedatangan Corrigan. Di sisi lain, putrinya khawatir pria itu hanya memanfaatkan sang ibu untuk menguras harta keluarganya. Namun, tenang, Mrs. Blunt ternyata gak sebodoh itu, kok. Apa kira-kira yang bikin ia nyaman dengan kehadiran Corrigan?
Buku-bukunya Caroline Blackwood sepertinya cocok buat penggemar isu gender, nih. Pemilihan genre horor-domestik dengan komedi gelap memang rasanya pas untuk mengkritik isu tersebut. Kalau mengaku penggemar Shirley Jackson dan Mary Shelley, Caroline Blackwood gak boleh dilewatkan.