Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Tips Mengenalkan Musik pada Anak Sejak Usia Dini
ilustrasi anak (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Musik berperan penting dalam perkembangan anak karena membantu mengasah emosi, sensitivitas, dan kemampuan belajar sejak usia dini.
  • Orangtua disarankan mengenalkan musik pada anak usia satu hingga tiga tahun dengan alat musik sederhana seperti lonceng atau tamborin.
  • Menciptakan lingkungan yang akrab dengan musik, memutar berbagai genre, dan mengikuti kelas musik sesuai usia dapat menumbuhkan apresiasi anak terhadap musik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Orangtua sering mengabaikan pentingnya musik dalam masa perkembangan anak. Padahal, anak sering merasa tertarik dengan irama musik. Mungkin kamu pernah melihat anak ikut bergoyang ketika mendengar suara musik dan bersenangdung ketika bermain dengan boneka misalnya. Ternyata, musik bukan hanya sekadar sebagai hiburan saja. Musik bisa menjadi alat untuk pembelajaran anak sejak dini dan berbagai menawarkan manfaat yang bisa impactful seumur hidup.

Yup, musik yang merupakan bagian dari budaya dan peradaban manusia sesungguhnya mempunyai banyak manfaat. Musik mampu mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi, mengasah sensitivitas, dan membangkitkan apresiasi untuk segala bentuk keindahan. Selain itu, musik juga berguna bagi kehidupan sehari-hari. Nah, khusus kaitannya dengan anak-anak, ini lho tiga tips mengenalkan musik pada anak-anak sejak usia dini.

1. Kenalkan anak pada musik sejak usia satu tahun

ilustrasi bermain musik (pexels.com/RDNE Stock project)

Musik memiliki peranan dalam mengasah kepekaan sensorik anak, seperti rasa, tekstur, aroma, warna dan juga bunyi. Terparar oleh musik akan membantu anak-anak dalam menghubungkan sel-sel otak. Ini akan berguna juga saat ia mulai duduk di bangku sekolah, memperlancar kemampuan membaca dan berhitung. Bahkan, semakin diri anak diajarkan musik maka mereka akan memetik manfaatnya secara optimal.

Usia yang cocok untuk mulai mengenalkan musik pada anak adalah di rentang usia satu hingga tiga tahun. Anak bisa saja menjadi pendengar pasif tapi baiknya orangtua mengajak mereka untuk menggerakkan tubuh seperti mengangguk-anggukan kepala, mengetuk-ketukkan jari atau bertepuk tangan sesuai irama musik.

2. Pilih alat musik yang sederhana terlebih dahulu

ilustrasi anak bermain musik (pexels.com/cottonbro studio)

Sebaiknya orangtua memulai untuk memperkenalkan musik pada anak dengan menunjukkan instrumen musik yang sederhana. Orangtua cukup memberikan anak alat musik yang gampang mengeluarkan bunyi hanya dengan diguncang atau digoyangkan.

Alat-alat musik ini bisa berupa lonceng, rattles, tamborin, dan tongkat. Setelah anak mampu mengkoordinasikan anggota tubuh dengan sempurna, barulah orangtua bisa memberikan si buah hati instrumen lain yang lebih kompleks seperti drum, simbal, atau xylophone. Alat musik tiup seperti seruling atau kazoo bahkan kadang sudah bisa dimainkan oleh anak di usia dua hingga tiga tahun lho.

3. Ciptakan lingkungan yang dekat dengan musik

ilustrasi les musik (pexels.com/Yan Krukau)

Kamu mungkin adalah orangtua yang ingin anak tumbuh sebagai pribadi yang mencintai dan mengapresiasi musik. Oleh karena itu, kamu bisa menciptakan lingkungan yang kaya unsur musikalitas, yaitu dengan membiasakan anak mendengarkan musik. Bisa dengan menyalakan radio atau memutar YouTube musik setiap kali anak berada di rumah atau saat sedang berada di mobil.

Membiasakan anak dengan suara musik akan menarik minat mereka pada musik. Ajarkan juga si kecil untuk selalu bergerak mengikuti irama musik yang sederhana seperti pada lagu anak-anak. Kamu bisa memangku si buah hati dan mengajarkan gerakan sederhana. Kamu juga sebaiknya memutarkan lagu-lagu dari berbagai macam genre.

Anak-anak umumnya masih bisa menerima berbagai jenis musik seperti jazz, klasik, pop, dan lain sebagainya. Dengan begitu kamu sedang membangun lingkungan yang penuh dengan rangsangan musik, sehingga nanti pada usia delapan sampai sembilan tahun, anak akan mulai bisa memilih jenis musik favorit mereka sendiri. Jadi, tidak ada salahnya kamu mengenalkan ragam jenis musik sebelum anak menetapkan pilihannya.

Selain itu, mengikutsertakan anak pada kelas musik adalah salah satu cara yang patut dicoba. Namun, jika ingin memasukan si kecil ke dalam kelas musik, pastikan materi yang diberikan pada mereka sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Kamu bisa ikut masuk ke dalam kelas untuk terlibat dalam proses belajar dan sebaiknya waktu belajar tidak lebih dari 45 menit agar anak tidak merasa bosan.

Nah, itu tadi tiga tips yang bisa kamu lakukan untuk mengenalkan musik pada anak-anak sejak usia dini. Mengingat manfaat dan pentingnya musik bagi tumbuh kembang anak, segera praktikkan tips-tips di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team