ilustrasi anak dan orang tua (unsplash.com/Guillaume de Germain)
Setelah melalui pengalaman kekerasan, banyak anak kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak berharga. Di sinilah peran orangtua untuk membangun kembali kepercayaan diri anak secara perlahan. Pasalnya, trauma tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga menimbulkan traumatis mendalam yang memerlukan pemulihan emosional secara bertahap.
Artinya, proses ini tidak instan dan butuh waktu. Orangtua bisa mulai dengan memberikan apresiasi kecil, mendukung aktivitas positif, dan menunjukkan bahwa anak tetap berharga. Dengan dukungan yang konsisten, anak akan belajar kembali untuk percaya pada dirinya sendiri dan masa depannya.
"Konsistensi dalam rutinitas, respons, dan bahkan emosi membantu memperkuat rasa aman anak. Penting untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat. Mendorong aktivitas seperti menulis jurnal, proyek seni, atau bahkan berbicara tentang hari mereka dapat bermanfaat," tips dari Leona.
Membantu anak bangkit dari trauma bukanlah proses yang mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Kunci utamanya adalah kesabaran, kasih sayang, dan kemauan untuk benar-benar hadir bagi anak. Orangtua tidak perlu menjadi sempurna, tetapi cukup menjadi tempat yang aman bagi anak untuk kembali merasa utuh.