cuplikan Opah memeluk Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)
Dalam cerita Upin & Ipin, bantuan dari orang lain sering hadir melalui hal-hal sederhana, seperti ketika Opah membantu mereka, teman menolong saat bermain, atau orang dewasa memberikan arahan. Momen-momen tersebut bisa menjadi contoh bahwa setiap bantuan layak dihargai, sekecil apa pun bentuknya. Anak dapat belajar bahwa mengucapkan terima kasih merupakan cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan.
Orangtua bisa membiasakan anak mengucapkan terima kasih secara natural, bukan sekadar sebagai kewajiban. Misalnya, setelah dibantu mengambilkan buku, anak dapat diajak mengatakan, “Terima kasih, ya, sudah membantu.” Orangtua juga bisa menjelaskan bahwa di balik bantuan tersebut ada waktu, tenaga, atau perhatian yang diberikan orang lain.
Andrea Hussong, Ph.D., ilmuwan perkembangan dan psikolog dari University of North Carolina at Chapel Hill, menjelaskan bahwa rasa syukur pada anak bukan hanya tentang mengucapkan kata “terima kasih”. Melainkan juga tentang orang-orang di sekitar kita.
"Salah satu manfaat besar dari rasa syukur yang menurut saya sangat penting bagi anak-anak adalah kemampuannya membantu kita menemukan orang-orang di sekitar yang peduli pada kita. Hal ini mempererat hubungan kita dengan mereka serta membuat jaringan dukungan tersebut melingkupi kita dengan perhatian yang lebih hangat. Kita tahu bahwa dukungan sosial itu sangat penting," jelasnya dikutip dari Harvard Graduate School of Education.
Jadi menurut Hussong, rasa syukur membantu anak mengenali orang-orang di sekitarnya yang peduli kepada mereka. Orangtua dapat mengajak anak memahami siapa yang membantu dan mengapa bantuan itu berarti, bukan hanya menghafalkan ucapan terima kasih.