Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Upin & Ipin Ajarkan Anak Menghargai Bantuan Orang Lain
Upin dan Ipin sedang pel lantai (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Dalam kehidupan sehari-hari, anak tentu tidak selalu bisa melakukan semuanya sendiri. Itulah kenapa, belajar menerima bantuan dengan baik juga merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional anak. Serial Upin & Ipin pun bisa menjadi tontonan yang menarik untuk mengenalkan nilai tersebut.

Interaksi mereka dengan Opah, Tok Dalang, Cikgu, dan teman-teman di Kampung Durian Runtuh memperlihatkan bahwa kehidupan tidak dijalani sendirian. Dari cerita-cerita sederhana itu, orangtua dapat mengajak anak memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan, dan menghargai bantuan orang lain bukan hanya soal mengucapkan terima kasih.

1. Mengajarkan anak mengucapkan terima kasih seperti Upin dan Ipin

cuplikan Opah memeluk Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

Dalam cerita Upin & Ipin, bantuan dari orang lain sering hadir melalui hal-hal sederhana, seperti ketika Opah membantu mereka, teman menolong saat bermain, atau orang dewasa memberikan arahan. Momen-momen tersebut bisa menjadi contoh bahwa setiap bantuan layak dihargai, sekecil apa pun bentuknya. Anak dapat belajar bahwa mengucapkan terima kasih merupakan cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan.

Orangtua bisa membiasakan anak mengucapkan terima kasih secara natural, bukan sekadar sebagai kewajiban. Misalnya, setelah dibantu mengambilkan buku, anak dapat diajak mengatakan, “Terima kasih, ya, sudah membantu.” Orangtua juga bisa menjelaskan bahwa di balik bantuan tersebut ada waktu, tenaga, atau perhatian yang diberikan orang lain.

Andrea Hussong, Ph.D., ilmuwan perkembangan dan psikolog dari University of North Carolina at Chapel Hill, menjelaskan bahwa rasa syukur pada anak bukan hanya tentang mengucapkan kata “terima kasih”. Melainkan juga tentang orang-orang di sekitar kita.

"Salah satu manfaat besar dari rasa syukur yang menurut saya sangat penting bagi anak-anak adalah kemampuannya membantu kita menemukan orang-orang di sekitar yang peduli pada kita. Hal ini mempererat hubungan kita dengan mereka serta membuat jaringan dukungan tersebut melingkupi kita dengan perhatian yang lebih hangat. Kita tahu bahwa dukungan sosial itu sangat penting," jelasnya dikutip dari Harvard Graduate School of Education.

Jadi menurut Hussong, rasa syukur membantu anak mengenali orang-orang di sekitarnya yang peduli kepada mereka. Orangtua dapat mengajak anak memahami siapa yang membantu dan mengapa bantuan itu berarti, bukan hanya menghafalkan ucapan terima kasih.

2. Menunjukkan bahwa menerima bantuan bukan hal yang memalukan

Upin dan Ipin di hutan. (youtube.com/@lescopaque)

Upin dan Ipin sering menghadapi situasi yang membuat mereka membutuhkan bantuan orang lain. Dari sini, anak bisa belajar bahwa tidak semua hal harus dilakukan sendirian. Meminta bantuan ketika mengalami kesulitan merupakan bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang perlu membuat anak merasa malu.

Orangtua dapat memberikan contoh melalui kalimat sederhana, seperti, “Kalau kamu belum bisa, boleh minta bantuan, kok.” Setelah anak menerima bantuan, ajak ia memperhatikan prosesnya: siapa yang membantu, apa yang dilakukan, dan bagaimana bantuan itu membuat masalah menjadi lebih mudah. Dengan begitu, anak belajar melihat bantuan sebagai bentuk kerja sama.

3. Mengajarkan anak menghargai usaha di balik bantuan

cuplikan episode Pokok Seribu Guna di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Dalam kehidupan Upin & Ipin, bantuan sering kali tidak datang begitu saja. Ada orang yang meluangkan waktu, mengajarkan sesuatu, atau berusaha membuat keadaan menjadi lebih baik. Anak dapat diajak memahami bahwa yang perlu dihargai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga niat dan usaha orang yang membantu.

"Jadi, hadiah itu bukan sekadar sweternya. Hal yang bermakna adalah bahwa dia memikirkan saya, dan bahwa hadiah itu memang untuk saya. Semakin kita menyadari niat di balik pemberian seseorang, semakin terasa istimewa dan personal rasanya. Pada akhirnya, ini bukan lagi soal sweternya, melainkan soal ikatan di antara kalian," ujar Andrea Hussong memberikan contoh.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa rasa syukur dapat tumbuh ketika anak memahami niat baik di balik tindakan seseorang. Jadi, orangtua bisa mengajak anak tidak hanya berkata, “Terima kasih hadiahnya,” tetapi juga, “Terima kasih sudah memikirkan aku.”

4. Membiasakan anak membalas kebaikan dengan cara sederhana

cuplikan episode Upin dan Ipin Dah Besar (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin & Ipin juga dapat menjadi contoh bahwa hubungan yang baik dibangun melalui saling membantu. Ketika seseorang pernah menolong kita, bukan berarti kita memiliki utang yang harus dibayar dengan sesuatu yang besar. Namun, kita bisa belajar membalas kebaikan melalui tindakan sederhana ketika ada kesempatan.

Orangtua dapat mengajak anak memikirkan cara menunjukkan apresiasi. Misalnya, setelah teman membantu meminjamkan alat tulis, anak bisa menawarkan bantuan ketika temannya membutuhkan. Jika guru telah membantu menjelaskan tugas, anak bisa menunjukkan penghargaan dengan mendengarkan dan berusaha mengerjakan tugasnya dengan baik.

5. Mengajak anak menjadi orang yang juga suka membantu

Upin dan Ipin sedang pel lantai (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Menghargai bantuan orang lain akan lebih bermakna jika anak juga belajar memberikan bantuan. Dalam cerita Upin & Ipin, kebersamaan dengan teman-teman memperlihatkan bahwa kehidupan menjadi lebih menyenangkan ketika orang-orang saling mendukung. Nilai ini bisa diterapkan melalui aktivitas sederhana di rumah maupun di lingkungan sekitar.

Orangtua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk membantu sesuai usia dan kemampuannya. Contohnya, membantu membereskan mainan bersama saudara, mengambilkan barang yang ringan, menemani teman yang sedang kesulitan, atau berbagi alat tulis. Setelah itu, orangtua bisa mengajak anak memahami bahwa bantuan yang ia berikan juga dapat membuat orang lain merasa diperhatikan.

Pada akhirnya, Upin & Ipin bisa menjadi media yang menyenangkan untuk mengenalkan anak pada pentingnya menghargai bantuan orang lain. Anak dapat belajar mengucapkan terima kasih, tidak malu meminta pertolongan, memahami usaha di balik kebaikan, membalas dengan cara sederhana, dan ikut membantu orang lain. Dengan pendampingan yang konsisten, nilai-nilai tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari yang memperkuat empati, rasa syukur, dan hubungan sosial anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article