ilustrasi bayi memakai jacket dan beanie hat (pexels.com/yankrukov)
Salah satu cara sederhana membantu bayi mengenali namanya adalah dengan menyebutkannya secara konsisten dalam percakapan sehari-hari, misalnya, “Selamat pagi, Kai,” atau “Olivia, lihat ini.” Menurut Wood, penggunaan kosakata yang sama dalam rutinitas harian membantu anak memahami lingkungan dan mengenali kata-kata yang sering didengar.
Ajaklah bayi berbicara meskipun ia belum bisa menjawab. Ceritakan kegiatan sehari-hari, seperti mengganti popok atau menyiapkan makanan. Capiola menyarankan penggunaan beragam kata sifat dan kata kerja untuk mendukung perkembangan bahasa anak.
Kamu juga bisa bermain cilukba sambil menyebutkan namanya, menyanyikan lagu yang memuat namanya, atau membacakan buku yang dipersonalisasi. Sarno menyarankan kalimat sederhana seperti, “Di mana Liam? Itu dia!” agar bayi terbiasa mendengar namanya melalui permainan.
Wood turut menyarankan orangtua mengajak bayi bercermin sambil menyebutkan namanya. Kegiatan ini membantu bayi mengenali dirinya sekaligus mengamati gerakan mulut saat orangtua berbicara. Agar lebih fokus, kurangi gangguan seperti suara televisi atau musik ketika berinteraksi dengannya.
Setiap bayi punya waktu sendiri untuk mengenali namanya, jadi kamu gak perlu buru-buru membandingkan perkembangannya dengan anak lain. Terus ajak si kecil berbicara dan bermain sambil menyebut namanya, ya, karena interaksi sederhana yang penuh kasih sayang bisa menjadi bagian penting dari perjalanan belajarnya.