Keputusan untuk memiliki anak kini tidak lagi dianggap sebagai tahapan hidup yang harus dijalani segera setelah menikah. Di kalangan generasi muda, terutama mereka yang berada di usia 20 hingga 30-an, semakin banyak pasangan yang memilih menunda bahkan mempertimbangkan dengan matang apakah mereka siap menjadi orang tua. Perubahan ini sering kali memunculkan anggapan bahwa generasi sekarang enggan berkomitmen atau terlalu mementingkan diri sendiri. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks.
Generasi muda tumbuh di tengah perubahan ekonomi, sosial, dan teknologi yang begitu cepat. Mereka menyaksikan tingginya biaya hidup, meningkatnya tekanan pekerjaan, hingga pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Semua faktor tersebut membuat keputusan memiliki anak tidak lagi hanya didasarkan pada norma sosial, tetapi juga pada kesiapan finansial, emosional, dan psikologis. Berikut lima alasan utama mengapa generasi muda kini lebih berhati-hati sebelum memutuskan memiliki anak.
