“Bumper dan bantal boks bayi terlihat menarik di toko. Namun, boks bayi seharusnya kosong dari apa pun,” kata Kerry Bennett, seorang health visitor dari Better Start Bradford , dikutip dari BBC. “Yang dibutuhkan hanyalah ruang tidur yang bersih dan aman untuk anak,” tambahnya.
7 Produk Tidur Tidak Aman yang Harus Dijauhkan dari Boks Bayi

Menciptakan suasana tidur yang nyaman untuk bayi sering kali membuat orangtua tergoda menambahkan berbagai perlengkapan di dalam boks. Padahal, tidak semua produk yang terlihat lembut dan aman benar-benar baik untuk bayi.
Bayi membutuhkan ruang tidur yang sederhana, aman, dan bebas dari benda berlebih. Semakin minim isi boks, semakin kecil pula risiko bahaya saat bayi tidur. Karena itu, penting bagi orangtua mengenali produk tidur apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari boks bayi. Yuk, simak daftar produk tidur tidak aman yang harus dijauhkan dari boks bayi berikut ini!
1. Selimut dan seprai longgar

Selimut sering dianggap sebagai cara paling mudah untuk menjaga bayi tetap hangat saat tidur. Namun, selimut longgar bisa menutupi wajah bayi dan menghambat aliran udara. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama karena bayi belum mampu menggerakkan tubuhnya secara optimal.
Dikutip dari Parents, Dr. Elizabeth Murray, dokter anak dan perwakilan American Academy of Pediatrics (AAP), menjelaskan bahwa, bayi baru lahir dapat mengalami sesak napas hanya karena kain tipis yang menutupi wajahnya. Ia menekankan bahwa kemampuan kontrol kepala bayi masih sangat terbatas. Sebagai alternatif, orangtua disarankan menggunakan sleep sack atau selimut wearable.
2. Bantal bayi

Bantal sering kali digunakan dengan alasan agar posisi tidur bayi lebih nyaman. Padahal, bayi tidak membutuhkan bantal sama sekali untuk tidur yang aman. Justru, bantal dapat meningkatkan risiko bayi tenggelam di permukaannya.
Selain itu, bantal tidak memberikan manfaat kesehatan apa pun bagi bayi. Kebanyakan anak baru membutuhkan bantal setelah mereka pindah ke tempat tidur sendiri. Selama masih tidur di boks, kasur yang rata dan keras sudah lebih dari cukup.
3. Boneka dan mainan empuk

Boneka lucu memang membuat boks bayi terlihat menggemaskan. Sayangnya, benda empuk seperti ini bisa menekan wajah bayi saat ia berguling tanpa disadari. Risiko sesak napas pun menjadi lebih tinggi.
Dr. Elizabeth Murray menjelaskan bahwa, mainan empuk baru relatif aman ketika bayi sudah bisa berguling dan mengontrol tubuhnya dengan baik. Umumnya, kondisi ini baru tercapai mendekati usia satu tahun. Sebelum itu, sebaiknya boks bayi dibiarkan kosong tanpa mainan.
4. Pelindung boks bayi (crib bumper)

Crib bumper sering dipasarkan sebagai pelindung agar bayi tidak terbentur jeruji boks. Namun, boks bayi modern sudah dirancang dengan jarak jeruji yang aman. Artinya, fungsi bumper sebenarnya sudah tidak relevan.
“Kami tahu bayi tidak akan cedera karena jeruji boks, sehingga crib bumper sebenarnya tidak diperlukan,” jelas Dr. Elizabeth Murray.
Bahkan, penggunaan crib bumper justru dikaitkan dengan risiko tercekik dan sesak napas. Di beberapa negara, produk ini sudah dilarang untuk dijual. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan bayi lebih terjamin tanpa tambahan bantalan di boks.
5. Penyangga posisi tidur dan wedge

Penyangga posisi tidur sering diklaim mampu mencegah bayi terguling. Sayangnya, klaim ini tidak didukung oleh bukti medis yang kuat. Sebaliknya, produk ini justru meningkatkan risiko kepala bayi terjebak.
FDA secara tegas menyarankan agar orangtua tidak menggunakan penyangga tidur bayi. Beberapa kasus kematian bayi dilaporkan terjadi akibat penggunaan produk ini. Posisi telentang di kasur datar tetap menjadi pilihan paling aman.
6. Tenda boks bayi

Tenda boks bayi biasanya digunakan untuk mencegah gangguan dari hewan peliharaan atau serangga. Namun, bayi bisa terjerat kain atau rangka tenda saat bergerak. Risiko cedera serius pun tidak bisa diabaikan.
Beberapa insiden bahkan berujung pada penarikan produk dari pasaran. Tenda boks juga tidak memberikan manfaat signifikan bagi bayi. Lingkungan tidur yang aman tetap dapat diciptakan tanpa tambahan aksesori ini.
7. Bedside sleeper yang tidak sesuai standar

Bedside sleeper memungkinkan bayi tidur dekat dengan orangtua. Meski terlihat praktis, produk ini bisa berbahaya jika tidak memenuhi standar keselamatan. Ada risiko bayi terjepit di antara tempat tidur orangtua dan bedside sleeper.
Dr. Elizabeth Murray menjelaskan, produk ini tidak selalu memberikan manfaat lebih dibandingkan bassinet biasa. Ia menekankan bahwa bassinet yang diletakkan di samping tempat tidur sudah cukup aman. Yang terpenting, bayi tetap memiliki ruang tidur sendiri yang terpisah.
Lingkungan tidur bayi yang aman tak perlu rumit atau penuh perlengkapan. Justru, boks yang sederhana membantu menurunkan risiko yang tidak diinginkan. Dengan menjauhkan produk tidur yang tidak aman, bayi bisa tidur lebih nyenyak dan terlindungi.



















