Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan yang Bisa Membantu Kamu Lebih Bersyukur Setiap Hari
ilustrasi seseorang merasa bersyukur (pexels.com/Thirdman)
  • Rasa syukur berarti menyadari hal-hal kecil yang tetap berharga di tengah masalah, tanpa harus mengabaikan kesulitan atau berpura-pura semua baik-baik saja.
  • Kebiasaan yang dianjurkan meliputi mencatat hal yang disyukuri, mengurangi perbandingan di media sosial, serta mengucapkan terima kasih kepada orang lain dan diri sendiri.
  • Menikmati aktivitas sederhana tanpa terburu-buru dan refleksi sebelum tidur membantu mengalihkan perhatian dari kekurangan menuju hal baik yang sudah ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu merasa hari ini sebenarnya berjalan baik, tetapi pikiran justru sibuk memikirkan hal-hal yang belum dimiliki? Ada pekerjaan yang selesai, tubuh yang masih sehat, orang-orang yang masih bisa dihubungi, tetapi perhatian malah tertuju pada satu hal yang belum tercapai. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain bisa membuat hal-hal sederhana yang sebenarnya berharga terasa biasa saja. Padahal, rasa syukur gak selalu membutuhkan perubahan besar dalam hidup.

Bersyukur bukan berarti kamu harus mengabaikan masalah atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Rasa syukur lebih dekat pada kemampuan untuk menyadari bahwa di tengah kesibukan dan masalah, tetap ada hal kecil yang layak dihargai. Kebiasaan ini juga gak harus dilakukan lewat aktivitas yang rumit atau membutuhkan waktu lama. Kamu bisa memulainya dari rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

1. Tulis tiga hal yang kamu syukuri

ilustrasi orang menulis (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Menuliskan hal-hal yang kamu syukuri bisa menjadi cara sederhana untuk mengubah fokus pikiran. Kamu gak perlu mencari sesuatu yang luar biasa karena hal kecil seperti bisa tidur cukup, menikmati makanan favorit, atau mendapat pesan dari teman juga layak dicatat. Luangkan beberapa menit sebelum tidur untuk menulis tiga hal yang membuat kamu merasa beruntung hari itu. Kebiasaan ini membantu kamu berhenti sejenak dan melihat kembali apa saja yang sudah terjadi.

Kalau sedang mengalami hari yang berat, jumlahnya juga gak harus dipaksakan. Satu hal sederhana pun tetap berarti kalau memang itu membuat kamu merasa sedikit lebih baik. Setelah dilakukan secara rutin, kamu mungkin mulai lebih mudah menyadari hal-hal positif yang sebelumnya terlewat. Buku catatan kecil atau aplikasi notes di ponsel sudah cukup untuk memulainya.

2. Kurangi kebiasaan membandingkan diri

ilustrasi seseorang membandingkan diri (pexels.com/Alex green)

Media sosial bisa membuat hidup orang lain terlihat jauh lebih menarik daripada kehidupan sendiri. Kamu melihat teman sedang liburan, membeli rumah, mendapatkan promosi, menikah, atau mencapai sesuatu yang selama ini kamu inginkan. Kalau terus melihat pencapaian orang lain tanpa menyadari perjalanan sendiri, kamu bisa merasa tertinggal meskipun sebenarnya sudah berkembang cukup jauh.

Cobalah mengingat bahwa apa yang terlihat di layar hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Ketika mulai membandingkan diri, alihkan perhatian pada perkembangan yang sudah kamu capai sendiri. Mungkin kamu belum sampai di tujuan yang diinginkan, tetapi ada banyak hal yang sudah berhasil kamu lewati. Membandingkan diri dengan versi kamu yang dulu bisa menjadi cara yang lebih sehat untuk melihat kemajuan.

3. Biasakan mengucapkan terima kasih

ilustrasi menulis catatan terima kasih (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Ucapan 'terima kasih' memang terdengar sederhana, tetapi bisa membuat kamu lebih sadar bahwa banyak hal dalam hidup terjadi karena bantuan orang lain. Kamu bisa mengucapkannya kepada pasangan yang membantu pekerjaan rumah, rekan kerja yang memberikan bantuan, teman yang mau mendengarkan cerita, atau keluarga yang selalu mendukung. Jangan menganggap bantuan kecil sebagai sesuatu yang otomatis menjadi kewajiban orang lain. Menghargai hal sederhana bisa membuat hubungan terasa lebih hangat.

Kebiasaan ini juga bisa diterapkan kepada diri sendiri. Setelah menyelesaikan pekerjaan yang melelahkan, kamu bisa mengakui bahwa diri sendiri sudah berusaha sebaik mungkin. Ketika berhasil melewati hari yang sulit, gak ada salahnya memberikan apresiasi kepada diri sendiri. Bersyukur bukan cuma tentang menghargai apa yang diberikan orang lain, tetapi juga menyadari usaha yang sudah kamu lakukan.

4. Nikmati hal kecil tanpa buru-buru

ilustrasi seseorang merasa bersyukur (pexels.com/Daniel Reche)

Kesibukan membuat banyak orang menjalani hari seperti sedang mengejar sesuatu. Bangun tidur langsung mengecek ponsel, bekerja sambil membuka banyak aplikasi, makan sambil menonton, lalu tidur sambil memikirkan pekerjaan besok. Akibatnya, banyak momen sederhana berlalu begitu saja tanpa benar-benar dinikmati. Padahal, rasa syukur bisa tumbuh ketika kamu memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk hadir dalam momen yang sedang dijalani.

Coba pilih satu aktivitas sederhana setiap hari yang dilakukan tanpa terburu-buru. Kamu bisa menikmati secangkir kopi, berjalan pagi, makan makanan favorit, mendengarkan lagu, atau mengobrol bersama keluarga tanpa terus melihat layar. Gak perlu berjam-jam, beberapa menit saja sudah cukup untuk membuat pikiran berhenti mengejar banyak hal. Dari situ, kamu mungkin mulai menyadari bahwa hari biasa pun punya banyak momen yang sebenarnya menyenangkan.

5. Jadikan refleksi sebagai rutinitas

ilustrasi seseorang sedang refleksi diri dan merenung (pexels.com/Athena Sandrini)

Sebelum tidur, coba tanyakan kepada diri sendiri bagaimana hari kamu berjalan. Bukan hanya tentang apa yang salah atau pekerjaan apa yang belum selesai, tetapi juga tentang hal baik apa yang sudah terjadi. Kamu bisa bertanya, 'Apa yang membuatku tersenyum hari ini?' atau 'Siapa yang membuat hariku terasa lebih ringan?' Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu kamu melihat hari dari sudut pandang yang lebih luas.

Refleksi juga bisa menjadi waktu untuk menerima bahwa gak semua hari harus sempurna. Ada hari ketika kamu produktif, ada pula hari ketika kamu hanya mampu menyelesaikan hal-hal penting. Keduanya tetap bagian dari kehidupan yang layak diterima. Kalau dilakukan secara rutin, refleksi bisa membantu kamu mengenali hal-hal yang benar-benar penting dan membuat rasa syukur tumbuh secara lebih alami.

Membangun kebiasaan bersyukur gak membutuhkan jurnal mahal, rutinitas panjang, atau perubahan hidup secara drastis. Kamu bisa mulai dari menulis tiga hal yang disyukuri, mengurangi kebiasaan membandingkan diri, mengucapkan terima kasih, menikmati momen kecil, dan melakukan refleksi sebelum tidur. Pilih satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan terlebih dahulu. Setelah terasa nyaman, kamu bisa menambahkan kebiasaan lainnya secara perlahan.

Mungkin perubahan yang kamu rasakan gak langsung terlihat dalam satu atau dua hari. Namun, ketika dilakukan secara konsisten, perhatian kamu bisa perlahan bergeser dari apa yang belum dimiliki menuju apa yang sudah ada. Hari-hari biasa pun bisa terasa lebih berarti ketika kamu mulai memperhatikan detail kecil di dalamnya. Jadi, malam ini sebelum tidur, coba pikirkan satu hal sederhana yang membuat kamu merasa beruntung masih bisa menjalaninya hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article