Ada orang yang bisa langsung melupakan kesalahan kecil dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Namun, ada juga yang terus memikirkan apakah ucapannya tadi menyinggung orang lain, apakah sikapnya membuat seseorang kecewa, atau apakah seharusnya mereka bisa bertindak dengan cara yang lebih baik. Perasaan bersalah seperti ini muncul karena mereka terlalu peduli pada orang-orang di sekitarnya.
Dalam MBTI, beberapa tipe dikenal memiliki empati yang tinggi dan mudah menempatkan diri di posisi orang lain. Mereka sering memikirkan dampak dari setiap ucapan maupun tindakan yang dilakukan, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya dianggap sepele oleh orang lain. Penasaran siapa saja mereka? Ini lima MBTI yang jika merasa bersalah bisa bertahan lebih lama karena terus mengulang kejadian tersebut di dalam pikirannya.
