5 Tipe MBTI yang Cenderung Mendadak Produktif Saat Sedang Galau

Beberapa MBTI dikenal justru makin produktif saat sedang galau, menyalurkan emosi negatif menjadi energi untuk berkarya atau bekerja.
INTJ fokus pada proyek strategis, INFJ mengekspresikan perasaan lewat karya kreatif, dan ENTP menciptakan ide eksperimental baru.
ESTJ memilih sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas agar tidak larut dalam kegalauan, menunjukkan bahwa tiap tipe punya cara mengubah kesedihan jadi produktivitas.
Perasaan galau memang sesuatu yang tidak mengenakkan untuk dialami. Hati terasa gundah, pikiran jadi kacau, dan mood untuk melakukan aktivitas sehari-hari pun menurun drastis. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa tipe kepribadian yang justru mengalami fenomena unik saat sedang galau? Mereka malah menjadi sangat produktif ketika hati sedang tidak baik-baik saja.
Fenomena ini sebenarnya cukup menarik untuk diamati. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan dan tidak melakukan apa-apa, beberapa tipe MBTI justru menyalurkan energi emosional mereka ke dalam berbagai aktivitas yang produktif. Mereka seperti menemukan bahan bakar tambahan dari perasaan galau yang sedang dirasakan. Penasaran tipe MBTI apa saja yang mengalami hal ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. INTJ

Tipe INTJ dikenal sebagai sosok yang sangat strategis dan visioner dalam menjalani hidup. Ketika sedang galau, mereka cenderung tidak ingin larut dalam perasaan yang dianggap tidak produktif tersebut. Sebagai gantinya, INTJ akan langsung mengalihkan fokus ke proyek-proyek jangka panjang yang selama ini tertunda.
Bagi INTJ, menyelesaikan masalah yang kompleks atau merancang strategi bisnis baru menjadi cara ampuh untuk melupakan kegalauan. Mereka akan tenggelam dalam analisis data, membuat spreadsheet rumit, atau bahkan memulai bisnis sampingan yang sudah lama direncanakan. Produktivitas mereka meningkat tajam karena bekerja menjadi bentuk escapism yang paling efektif. Hasilnya? Mereka tidak hanya berhasil move on dari kegalauan, tetapi juga mencapai milestone penting dalam karier atau proyek pribadi mereka.
2. INFJ

Kalau kamu pernah melihat seseorang yang tiba-tiba menulis novel 300 halaman setelah putus cinta, kemungkinan besar orang tersebut adalah INFJ. Tipe kepribadian yang satu ini memiliki kedalaman emosi yang luar biasa, dan ketika galau melanda, semua perasaan itu butuh wadah untuk disalurkan.
INFJ akan menggunakan kegalauan sebagai bahan bakar kreativitas. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam menulis puisi, melukis, membuat musik, atau bahkan memulai blog pribadi yang isinya sangat mendalam dan menyentuh. Yang menarik, karya-karya yang dihasilkan saat galau ini justru seringkali menjadi masterpiece mereka. Emosi yang intens membuat hasil karya menjadi lebih autentik dan powerful. Jadi, jangan heran kalau INFJ malah berterima kasih pada masa-masa galau karena melahirkan karya terbaik mereka.
3. ENTP

ENTP adalah tipe yang tidak bisa diam saat pikirannya sedang kacau. Ketika galau menyerang, otak mereka justru bekerja overtime untuk mencari distraksi yang menarik. Hasilnya? Mereka akan memulai berbagai proyek eksperimental yang mungkin terdengar gila bagi orang lain.
Saat galau, ENTP bisa tiba-tiba memutuskan untuk belajar coding dan membuat aplikasi dalam seminggu, memulai channel YouTube dengan konsep yang belum pernah ada, atau bahkan menciptakan produk inovatif dari barang-barang bekas di rumah. Mereka menyalurkan energi negatif menjadi brainstorming session yang tidak ada habisnya. Menariknya, beberapa ide terbaik ENTP justru muncul di masa-masa sulit ini. Mereka seperti membuktikan bahwa dari chaos bisa lahir sesuatu yang brilliant.
4. ISFP

ISFP punya cara unik dalam menghadapi kegalauan. Sebagai tipe yang sangat in touch dengan perasaan mereka, ISFP tidak akan menyangkal atau menekan emosi negatif. Sebaliknya, mereka akan memeluk perasaan tersebut dan mentransformasikannya menjadi sesuatu yang indah.
Ketika galau, ISFP bisa menghabiskan waktu seharian untuk mendekorasi ulang kamar, membuat kerajinan tangan yang rumit, atau bahkan memulai bisnis kecil-kecilan dari hobi mereka. Mereka akan membuat scrapbook, merajut sweater, atau mengatur ulang furniture rumah hingga sempurna. Aktivitas-aktivitas ini bukan sekadar distraksi, tetapi bentuk terapi diri yang membuat mereka merasa lebih baik. Yang mengagumkan, hasil karya ISFP saat galau seringkali memiliki nilai estetika yang tinggi karena dibuat dengan penuh perasaan dan perhatian terhadap detail.
5. ESTJ

ESTJ adalah tipe yang paling gak suka dengan perasaan galau karena dianggap mengganggu produktivitas. Solusi mereka? Menjadi super sibuk hingga tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang bikin galau. Mereka akan membuat to-do list sepanjang gulungan tissue dan bertekad menyelesaikan semuanya.
Saat galau melanda, ESTJ bisa tiba-tiba membersihkan seluruh rumah hingga mengkilap, mengatur ulang sistem filing di kantor yang sudah berantakan bertahun-tahun, atau bahkan mengambil project tambahan yang sebenarnya di luar kapasitas. Mereka akan bekerja dari pagi hingga malam, menghadiri meeting demi meeting, dan memastikan setiap deadline tercapai dengan sempurna. Bagi ESTJ, being busy adalah therapy terbaik. Mereka percaya bahwa dengan tetap produktif, masalah emosional akan teratasi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Menarik sekali, ya, melihat bagaimana setiap tipe kepribadian punya coping mechanisms yang berbeda saat menghadapi kegalauan. Kalau kamu termasuk salah satu dari lima tipe MBTI di atas, mungkin sekarang kamu jadi lebih memahami kenapa produktivitas malah meningkat saat hati sedang tidak baik-baik saja. Ingat, menyalurkan emosi negatif ke hal-hal produktif memang bagus, tetapi jangan lupa untuk tetap mengakui dan memproses perasaan tersebut dengan sehat!









![[QUIZ] Tes Bahasa Indonesia TKA 2026, Buktikan Kemampuanmu!](https://image.idntimes.com/post/20260127/upload_76f461748837cdda14c694998679e41a_466e6738-152a-43ff-a101-79eeb37c87e0.jpg)

![[QUIZ] Simulasi Tes Bahasa Inggris TKA 2026, Buktikan Kalau Kamu Siap!](https://image.idntimes.com/post/20250725/pexels-max-fischer-5211446_3b3a3fef-ff88-479b-acce-221d73a3f47c.jpg)






