Selama ini kita mengenal Artificial Intelligence (AI) sebagai alat untuk membantu pekerjaan kantor, mulai dari menulis kode hingga membuat desain. Namun, bagi komunitas neurodivergent, khususnya individu autistik, AI ternyata memiliki peran yang jauh lebih personal: sebagai penerjemah sosial (social translator).
Navigasi di dunia yang penuh dengan isyarat sosial tidak tertulis sering kali melelahkan. Di sinilah AI hadir sebagai alat bantu yang revolusioner.
