“Mindfulness adalah tentang menyadari apa yang terjadi di sekitarmu tanpa memberikan penilaian apa pun, serta menerima segala sesuatu apa adanya. Sesederhana memberikan perhatian penuh pada apa yang kamu lihat dan dengar,” ujar Alyssa Mancao, terapis kesehatan mental, dikutip dari SELF.
5 Alasan Romanticizing Life Bisa Bikin Mental Lebih Sehat, Bahagianya!

- Romanticizing life mengajak orang menikmati hal-hal kecil sehari-hari agar lebih hadir di momen kini, membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan tentang masa depan.
- Kebiasaan ini membuat otak lebih mudah menyimpan kenangan positif, karena fokus pada pengalaman sederhana yang menyenangkan dapat memperkuat memori emosional yang menenangkan.
- Melalui aktivitas sederhana seperti minum teh hangat atau berjalan santai, romanticizing life menjadi bentuk self-care realistis yang membantu sistem saraf rileks dan meningkatkan rasa syukur terhadap hidup.
Belakangan ini, istilah romanticizing life semakin sering muncul di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Konsep ini mengajak seseorang untuk menikmati hidup lewat hal-hal kecil sehari-hari, mulai dari menikmati kopi pagi, berjalan santai sambil mendengarkan musik, sampai menata kamar agar terasa lebih nyaman.
Meski sering dianggap sekadar tren estetik, ternyata kebiasaan meromantisasi hidup punya kaitan erat dengan kesehatan mental. Banyak psikolog menyebut praktik ini mirip dengan mindfulness atau savoring, yaitu kemampuan menikmati dan menyadari pengalaman positif secara penuh. Nah, berikut beberapa alasan kenapa romanticizing life bisa membantu mental terasa lebih sehat.
1. Membantu lebih fokus pada momen saat ini

Salah satu manfaat terbesar dari romanticizing life adalah membantu seseorang lebih hadir di momen sekarang. Ketika kamu benar-benar menikmati secangkir teh hangat atau memperhatikan langit sore saat perjalanan pulang, pikiran jadi gak terus-menerus dipenuhi kecemasan tentang masa depan.
Kebiasaan sederhana seperti ini juga membantu otak melambat dari ritme hidup yang serba cepat. Akibatnya, tubuh dan pikiran terasa lebih tenang karena perhatianmu tertuju pada pengalaman yang sedang terjadi saat ini.
2. Membantu otak lebih mudah menyimpan kenangan positif

Saat seseorang meromantisasi hidupnya, otak jadi lebih memperhatikan pengalaman kecil yang menyenangkan. Hal-hal sederhana seperti duduk dekat jendela saat hujan atau menikmati lagu favorit di perjalanan pulang bisa terasa lebih berkesan secara emosional.
Hal ini penting karena otak manusia cenderung lebih mudah fokus pada stres dan pengalaman negatif. Dengan menikmati momen baik secara sadar, seseorang membantu otaknya membangun memori yang lebih positif dan menenangkan.
“Meromantisasi hidup dapat membuat pengalaman menyenangkan terasa lebih menonjol bahkan ketika seseorang mengalaminya kembali di kemudian hari,” Rab Nawaz Khan, dokter dan ahli kesehatan mental, dikutip dari Real Simple.
3. Membantu sistem saraf terasa lebih tenang

Banyak aktivitas dalam romanticizing life sebenarnya melibatkan pengalaman sensorik yang menenangkan. Misalnya menyalakan lilin aromaterapi, menikmati minuman hangat, mendengarkan musik pelan, atau berjalan santai tanpa membuka ponsel.
Aktivitas sederhana seperti itu membantu tubuh keluar sejenak dari mode sibuk terus-menerus yang sering bikin mental cepat lelah. Saat tubuh merasa lebih aman dan rileks, suasana hati juga cenderung menjadi lebih stabil.
“Melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran, sesederhana menikmati teh pagi atau berjalan-jalan di luar ruangan, bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk menenangkan sistem saraf,” ujar Dana Habayeb, terapis sekaligus pendiri Faith Consulting, dikutip dari Vogue.
4. Membantu menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana

Sering kali seseorang merasa harus menunggu pencapaian besar atau liburan mahal untuk bisa merasa bahagia. Padahal, romanticizing life justru mengajarkan bahwa kebahagiaan juga bisa ditemukan lewat rutinitas kecil sehari-hari.
Cara pandang seperti ini membantu seseorang lebih mudah merasa bersyukur terhadap hidupnya. Ketika ekspektasi gak selalu bergantung pada hal besar, tekanan mental juga bisa terasa lebih ringan.
5. Bisa menjadi bentuk self-care yang realistis

Banyak orang menganggap self-care harus mahal atau membutuhkan waktu khusus yang panjang. Padahal, romanticizing life menunjukkan bahwa merawat diri juga bisa dilakukan lewat kebiasaan kecil yang sederhana dan realistis.
Misalnya membaca buku selama beberapa menit sebelum tidur, membeli bunga segar untuk meja kerja, atau menikmati sarapan tanpa terburu-buru. Hal-hal kecil seperti ini tetap bisa memberi efek positif untuk kesehatan mental karena membuat seseorang merasa lebih diperhatikan oleh dirinya sendiri.
Pada akhirnya, romanticizing life bukan tentang membuat hidup terlihat sempurna seperti di media sosial. Kebiasaan ini lebih tentang melatih diri untuk menikmati momen kecil, memperlambat ritme hidup, dan menemukan rasa nyaman di tengah hari-hari yang sibuk.


















