Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Bahan yang Merusak Countertop Batu di Rumah, Jangan Asal Pakai!

6 Bahan yang Merusak Countertop Batu di Rumah, Jangan Asal Pakai!
ilustrasi dapur (pexels.com/curtisadams)
Intinya Sih
  • Countertop batu seperti granit dan marmer bisa rusak jika dibersihkan dengan bahan asam, degreaser kuat, atau cairan serbaguna yang mengandung bahan kimia keras.
  • Essential oil, spons kasar, dan pembersih kaca juga dapat mengikis lapisan pelindung batu hingga membuat permukaan kusam, berminyak, atau muncul goresan halus.
  • Agar countertop tetap awet dan mengilap, disarankan memakai sabun lembut serta kain microfiber non-gores dan selalu memastikan produk aman untuk batu alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Countertop batu seperti granit atau marmer memang bikin dapur terlihat lebih estetik dan mewah. Gak heran, kalau banyak orang memilih material ini karena terkenal kuat, tahan lama, dan cocok dipadukan dengan berbagai gaya interior rumah. Namun meski terlihat kokoh, countertop batu ternyata tetap bisa rusak kalau dibersihkan dengan produk yang salah.

Sayangnya, masih banyak orang asal memakai cairan pembersih tanpa mengecek kandungannya terlebih dahulu. Beberapa bahan yang terlihat ampuh justru bisa mengikis lapisan pelindung countertop secara perlahan hingga membuat permukaannya kusam dan gampang bernoda. Supaya countertop di rumah tetap awet dan mengilap, hindari beberapa bahan berikut ini!

1. Pembersih berbahan asam

ilustrasi semprotan dari sari lemon
ilustrasi semprotan dari sari lemon (unsplash.com/preciousplasticmelbourne)

Cuka dan lemon sering dipakai sebagai bahan pembersih alami karena dianggap lebih aman dibanding cairan kimia. Padahal, kandungan asam di dalamnya justru bisa merusak permukaan countertop batu secara perlahan. Kalau dipakai terus-menerus, lapisan pelindung batu bisa terkikis dan membuat warnanya terlihat kusam.

Selain membuat permukaan kehilangan kilau alami, cairan asam juga bikin countertop lebih mudah menyerap noda. Akibatnya, bekas kopi, saus, atau minyak jadi lebih sulit dibersihkan dan berpotensi meninggalkan bercak permanen. Karena itu, bahan asam sebaiknya gak dipakai untuk membersihkan countertop batu sehari-hari.

“Lemon dan cuka memang bisa efektif untuk membersihkan beberapa permukaan, tetapi granit bukan salah satunya,” ujar Derek Christian, chief cleaning officer All Star Cleaning, dikutip dari The Spruce.

2. Essential oil

ilustrasi minyak esensial
ilustrasi minyak esensial (unsplash.com/christinhumephoto)

Belakangan ini banyak orang mencampurkan essential oil ke dalam cairan pembersih DIY supaya rumah terasa lebih segar. Meski aromanya menenangkan, bahan ini ternyata kurang cocok dipakai pada countertop batu. Essential oil dapat meninggalkan noda gelap, terutama pada permukaan batu yang belum dilapisi sealant.

Bahkan pada countertop yang sudah diberi pelindung sekalipun, essential oil tetap bisa meninggalkan lapisan licin dan berminyak. Permukaan seperti ini justru lebih gampang menangkap debu dan bikin countertop cepat terlihat kotor. Alhasil, kamu malah jadi lebih sering membersihkan area dapur.

Essential oil sering dimasukkan ke berbagai semprotan DIY, tetapi sebenarnya bahan ini tidak cocok untuk permukaan batu,” ujar Elizabeth Shields, operations manager Super Cleaning Service Louisville, dikutip dari The Spruce.

3. Spons kasar dan magic eraser

ilustrasi spons dan spray pembersih
ilustrasi spons dan spray pembersih (pexels.com/polinatankilevitch)

Spons kasar dan Magic Eraser memang terkenal ampuh menghilangkan noda membandel. Namun, teksturnya yang abrasif bisa mengikis permukaan countertop batu sedikit demi sedikit tanpa disadari. Kalau terlalu sering digunakan, countertop bisa tampak kusam dan muncul goresan halus.

Goresan kecil pada permukaan batu mungkin terlihat sepele, tetapi lama-kelamaan bisa membuat sealant ikut rusak. Saat lapisan pelindung mulai terkikis, countertop jadi lebih rentan terkena noda dan perubahan warna. Karena itu, lebih aman memakai kain microfiber lembut atau spons non-gores saat membersihkan countertop.

4. Pembersih kaca

ilustrasi perempuan memegang alat pembersih
ilustrasi perempuan memegang alat pembersih (pexels.com/olly)

Banyak orang memakai pembersih kaca agar countertop terlihat lebih mengilap dalam waktu singkat. Padahal, sebagian besar produk ini mengandung amonia yang terlalu keras untuk batu alami. Kandungan tersebut bisa merusak sealant dan membuat permukaan countertop terasa kasar seiring waktu.

Selain itu, penggunaan pembersih kaca secara rutin juga dapat meninggalkan bekas garis atau streak di permukaan countertop. Bukannya terlihat bersih, batu justru tampak belang dan kehilangan tampilan alaminya. Jadi, produk ini lebih baik dipakai khusus untuk cermin dan jendela saja.

“Kalau label pada botolnya tidak secara jelas menyatakan aman untuk batu alami, maka sebaiknya jangan digunakan,” ujar Sofia Martinez, cleaning expert dan founder Sparkly Maid Austin, dikutip dari The Spruce.

5. Sabun dengan kandungan degreaser kuat

ilustrasi sabun pencuci piring
ilustrasi sabun pencuci piring (pexels.com/shvetsa)

Sabun cuci piring dengan kandungan degreaser memang efektif mengangkat minyak membandel di dapur. Namun, bahan pembersih kuat seperti ini ternyata kurang cocok untuk countertop batu karena bisa mengikis lapisan pelindungnya secara perlahan. Efeknya mungkin gak langsung terlihat, tetapi permukaan countertop akan lebih cepat kusam jika sering terkena degreaser.

Ketika sealant mulai rusak, countertop jadi lebih sensitif terhadap noda air maupun minyak. Bahkan, air keran biasa pun bisa meninggalkan bercak kusam pada permukaan batu. Karena itu, lebih aman memakai sabun lembut dan air hangat untuk membersihkan countertop sehari-hari.

6. Cairan pembersih serbaguna

ilustrasi produk pembersih
ilustrasi produk pembersih (pexels.com/shvetsa)

All-purpose cleaner memang praktis karena bisa dipakai di banyak area rumah. Namun, gak semua cairan pembersih serbaguna aman digunakan pada countertop batu alami. Beberapa produk mengandung bahan kimia keras, seperti asam atau degreaser yang dapat merusak lapisan pelindung batu.

“Jenis bahan kimia seperti ini akan merusak lapisan seal granit dan membuat tampilannya menjadi kusam seiring waktu,” ujar Ashley Kidder, cleaning expert dan chief operating officer Dashing Maids, dikutip dari Real Simple.

Masalahnya, kerusakan countertop sering terjadi secara perlahan sehingga banyak orang baru sadar saat permukaannya mulai tampak kusam. Kalau sudah muncul bercak berawan atau warna batu berubah, biasanya sealant sudah lebih dulu terkikis. Jadi sebelum memakai produk apa pun, pastikan labelnya memang aman untuk batu alami.

Merawat countertop batu sebenarnya gak sulit asalkan kamu lebih teliti memilih produk pembersih yang digunakan sehari-hari. Daripada memakai cairan sembarangan yang berisiko merusak permukaan batu, lebih aman gunakan pembersih lembut agar countertop tetap awet, bersih, dan estetik dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More