Ilustrasi shalat berjamaah (Pexels.com/Muhammad Ramezani)
Pada praktiknya di lapangan, tidak sedikit orang yang terlambat berangkat ke masjid atau mushala untuk melaksanakan sholat isya dan tarawih berjamaah. Kadang, beberapa sudah sampai di masjid dalam keadaan shalat isya sudah selesai terlaksana sehingga memutuskan langsung mengikuti jamaah sholat tarawih, sementara diri sendiri belum melaksanakan sholat isya.
Melaksanakan sholat tarawih terlebih dahulu dibanding sholat Isya dihukumi tidak sah. Sebagaimana dilansir dari NU Online, merujuk pada fiqih mazhab Syafi’i, disebutkan bahwa waktu pelaksanaan shalat tarawih dimulai dari masuknya waktu shalat isya hingga terbitnya fajar. Sebagai catatan penting, sholat tarawih hanya dapat dilakukan bila telah selesai mendirikan shalat .
Karenanya, meskipun sudah masuk waktu isya akan tetapi bila orang belum menunaikan shalat isya maka hukum Tarawih yang dilakukan tidak sah. Hal ini berlaku bagi orang yang telah mengetahui perihal ketidakabsahan melakukan sholat tarawih sebelum isya.
Adapun orang yang tidak mengetahuinya, maka hukum shonyalat tetap sah, namun statusnya berubah menjadi sholat sunah mutlak (bukan sholat tarawih).
Saat ditanya mengenai problematika ini, Imam Ibnu Ziyad (wafat 975 H) dalam kompilasi fatwanya Ghayatu Talkhisil Murad menjelaskan:
Artinya, “Waktu pelaksanaan sholat tarawih ialah di antara setelah melakukan shalat isya dan keluarnya fajar. Jika orang melakukan sholat tarawih sebelum melakukan shalat isya, maka apabila dia mengetahui hukum (tidak sahnya melakukan shalat tarawih sebelum shalat isya), maka sholat tarawihnya tidak sah.