“Pembelajaran bahasa tradisional mengandalkan latihan yang terstruktur, tetapi otak kita secara alami terbiasa memperoleh bahasa melalui paparan. Studi ini menegaskan betapa pentingnya kegiatan menyimak dalam pembelajaran bahasa, meskipun setiap pelajar memiliki tingkat kepekaan yang berbeda terhadap bunyi, setidaknya pada tahap awal ketika mereka mulai mendengar bunyi bahasa baru,” ujar Prof. Padraic Monaghan, profesor kognisi di Lancaster University, dikutip dari The Guardian.
5 Tips Meningkatkan Pronunciation Bahasa Inggris agar Makin Percaya Diri

Pernah merasa sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun, tetapi masih kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu? Situasi ini bisa bikin kamu kurang percaya diri, terutama ketika lawan bicara gak langsung memahami perkataanmu. Padahal, pronunciation atau pelafalan yang jelas bisa dilatih melalui kebiasaan sederhana.
Meningkatkan pronunciation bukan berarti kamu harus menghilangkan aksen Indonesia dan terdengar persis seperti penutur asli. Hal yang lebih penting adalah mengucapkan kata dengan jelas, mengenali perbedaan bunyi, dan menyampaikan pesan agar mudah dipahami. Yuk, simak tips berikut yang bisa kamu praktikkan sehari-hari!
1. Biasakan mendengarkan dan menirukan penutur bahasa Inggris

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron) Salah satu cara melatih pronunciation adalah membiasakan diri mendengarkan bahasa Inggris melalui film, podcast, lagu, atau berita. Perhatikan cara penutur mengucapkan kata, menghubungkan bunyi, dan menekankan suku kata, lalu coba tirukan pelafalannya agar telinga dan mulutmu terbiasa dengan bunyi bahasa Inggris.
Agar lebih efektif, putar ulang bagian yang sulit dan tirukan cara pengucapan, intonasi, serta jeda bicaranya. Kamu juga bisa memilih video atau audio berdurasi pendek agar lebih mudah berkonsentrasi pada kata-kata yang belum familier. Semakin sering berlatih mendengarkan dan menirukan, semakin terbiasa kamu mengenali serta mengucapkan bunyi bahasa Inggris dengan jelas.
2. Rekam suaramu untuk mengevaluasi pelafalan

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron) Setelah terbiasa mendengarkan dan menirukan penutur lain, cobalah merekam suaramu sendiri saat membaca teks atau berbicara dalam bahasa Inggris. Dengarkan kembali rekamannya untuk menemukan kata yang kurang jelas, tempo yang terlalu cepat, atau intonasi yang terdengar kaku. Cara ini membantumu menyadari kesalahan yang mungkin gak terasa ketika sedang berbicara.
Catat kata-kata yang sulit diucapkan, lalu latih satu per satu sebelum merekam ulang. Kamu juga bisa membandingkan rekamanmu dengan audio penutur yang pelafalannya jelas untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki. Gak perlu langsung sempurna karena evaluasi sederhana yang dilakukan secara rutin bisa membantumu mengenali perkembangan sendiri.
3. Perlambat tempo bicara dan ucapkan kata dengan jelas

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron) Saat gugup, sebagian orang cenderung berbicara terlalu cepat sehingga bunyi kata menjadi kurang jelas. Karena itu, mulailah berlatih dengan tempo lebih lambat sambil memperhatikan setiap bunyi yang diucapkan. Utamakan kejelasan terlebih dahulu sebelum mencoba berbicara dengan kecepatan yang lebih alami.
Dikutip dari The Guardian, Kazuya Saito-van Poeteren, profesor pendidikan bahasa kedua di UCL Institute of Education, menjelaskan bahwa kepekaan pendengaran membantu pelajar memanfaatkan paparan bahasa yang terbatas. Karena itu, biasakan mendengarkan bunyi bahasa Inggris dengan cermat sambil berlatih berbicara perlahan agar pelafalanmu semakin jelas.
“Jika kamu hanya mendengar dan menggunakan bahasa tersebut selama beberapa jam dalam seminggu, memiliki kepekaan pendengaran yang baik mungkin akan memberikan perbedaan yang jauh lebih besar. Pelajar dengan ketajaman pendengaran tinggi dapat memanfaatkan paparan bahasa yang relatif terbatas dengan sangat efektif, sedangkan pelajar lainnya mungkin membutuhkan paparan yang jauh lebih banyak sebelum bunyi-bunyi yang belum dikenal mulai melekat,” ujar Prof. Kazuya Saito-van Poeteren.
4. Latih bunyi yang sulit dengan tongue twisters

ilustrasi siswa berbincang (pexels.com/cottonbro) Jika sudah mulai nyaman berbicara perlahan, tantang dirimu dengan tongue twisters, yaitu rangkaian kata yang sulit diucapkan karena memiliki bunyi serupa. Contohnya, “If a dog chews shoes, whose shoes does he choose?” Latihan ini membantumu melatih ketepatan bunyi sekaligus membiasakan lidah mengucapkan kata dengan lebih terkontrol.
Mulailah mengucapkannya perlahan sampai setiap kata terdengar jelas, lalu tingkatkan kecepatannya secara bertahap. Kamu juga bisa mencoba kalimat “The sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” untuk melatih bunyi yang terasa menantang. Jangan hanya mengejar kecepatan karena tujuan utamanya adalah menjaga ketepatan pelafalan.
5. Kenali kesalahan pelafalan dan berlatih secara konsisten

ilustrasi siswa berbincang (pexels.com/andy-barbour) Setiap orang memiliki tantangan pronunciation yang berbeda, jadi perhatikan kata atau bunyi yang paling sering membuatmu kesulitan. Gunakan kamus tepercaya yang menyediakan audio untuk memeriksa cara pengucapan kata tersebut, kemudian ulangi sampai terasa lebih mudah. Jika memungkinkan, mintalah guru atau teman yang mahir berbahasa Inggris memberikan masukan.
Sisihkan sekitar 10–15 menit setiap hari untuk mengulang kata sulit, mendengarkan contoh pengucapan, atau merekam latihanmu. Waktu singkat yang dilakukan secara konsisten lebih mudah dijadikan kebiasaan daripada latihan panjang yang jarang dilakukan. Seiring waktu, kamu bisa mengevaluasi kemajuan dan menyesuaikan latihan dengan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Pronunciation yang jelas bisa membantumu berbicara lebih percaya diri tanpa harus menghilangkan aksen sendiri. Jadi, jangan takut membuat kesalahan karena setiap latihan memberimu kesempatan untuk berkembang. Yuk, mulai dari beberapa menit sehari dan rasakan kemajuan yang kamu bangun secara konsisten!























