Ilustrasi merasa optimis (pexels.com/Photo by Davis Sánchez)
Ketidakpastian ekonomi sering membuat seseorang merasa masa depannya suram. Padahal, kondisi ekonomi selalu mengalami siklus naik dan turun. Situasi yang sulit saat ini bukan berarti akan berlangsung selamanya.
Oleh karena itu, salah satu cara menjaga optimisme adalah tetap memiliki pola pikir bahwa kemampuan diri dapat terus berkembang atau growth mindset serta peluang baru selalu bisa muncul. Di tengah perubahan dunia kerja yang sangat cepat, investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas diri.
"Dengan pola pikir berkembang, kita dapat menembus keterjebakan dan mencapai tujuan jangka panjang yang kita inginkan, baik itu di tempat kerja, dalam hubungan kita, atau dalam aspek lain kehidupan kita," kata Tchiki Davis, Ph.D., seorang konsultan, penulis, dan ahli di bidang teknologi kesejahteraan dikutip dari Psychology Today.
"Kita yang memiliki pola pikir berkembang sering kali membangun keterampilan baru dan mewujudkan sesuatu dengan lebih mudah karena kita percaya kita bisa dan karena itu kita benar-benar berusaha keras. Mengembangkan pola pikir berkembang dapat berkontribusi pada kehidupan yang lebih berarti dan bermakna karena berbagai pengalaman," tambahnya.
Mengikuti pelatihan, mempelajari keterampilan digital, memperdalam kemampuan komunikasi, hingga membangun portofolio merupakan langkah yang dapat meningkatkan daya saing. Meski hasilnya tidak langsung terlihat, kebiasaan belajar secara konsisten akan membuka lebih banyak kesempatan ketika kondisi ekonomi mulai membaik.
Kondisi ekonomi yang tidak pasti memang dapat memunculkan rasa cemas dan kekhawatiran. Namun, tetap optimis bukan berarti menutup mata terhadap kenyataan, melainkan memilih untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, menjaga kesehatan mental, memperkuat dukungan sosial, dan terus mengembangkan kemampuan diri.