Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Doa Buka Puasa Syawal, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya

Doa Buka Puasa Syawal, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya
Ilustrasi buka puasa (pexels.com/thirdman)
Intinya Sih
  • Puasa Syawal dilakukan enam hari setelah Idul Fitri sebagai ibadah sunah yang menyempurnakan pahala Ramadan dan bernilai seperti berpuasa setahun penuh.
  • Terdapat dua versi doa buka puasa Syawal yang umum digunakan, keduanya memiliki makna syukur dan pengharapan atas pahala dari Allah SWT.
  • Waktu terbaik membaca doa adalah sesaat setelah berbuka dengan air atau kurma, sambil menyelipkan doa pribadi karena saat itu termasuk waktu mustajab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjalankan ibadah puasa sunah enam hari di bulan Syawal merupakan momen yang sangat dinantikan untuk menyempurnakan pahala ibadah setelah melewati bulan Ramadan. Sebagaimana ibadah puasa pada umumnya, momen berbuka menjadi waktu yang sangat istimewa karena merupakan salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Memahami bacaan doa buka puasa yang benar tidak hanya sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga menjadi bentuk penghayatan atas nikmat kekuatan yang diberikan-Nya. Dengan melafazkan doa yang sesuai tuntunan, kita menutup ibadah harian dengan penuh rasa syukur sekaligus mengharapkan rida-Nya atas amalan yang telah dikerjakan. Berikut penjelasan terkait doa buka puasa Syawal yang harus dipahami untuk menyempurnakan ibadah sunah ini.

1. Pengertian dan keutamaan puasa Syawal

pexels-rdne-7158684.jpg
Ilustrasi hidangan berbuka puasa (pexels.com/rdne stock project)

Puasa Syawal adalah ibadah sunah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan kesepuluh dalam penanggalan Hijriah, tepat setelah umat Muslim merayakan Idul Fitri. Keutamaan utama dari amalan ini adalah mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh jika dilakukan setelah menuntaskan puasa Ramadan.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ  

Artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).

Selain sebagai penyempurna amalan wajib, puasa ini menjadi tanda syukur seorang hamba atas kemenangan yang telah diraih selama bulan suci. Melalui ibadah ini, seorang Muslim menunjukkan konsistensi dalam menjaga kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta meskipun kewajiban utama di bulan Ramadan telah berakhir.

2. Bacaan doa buka puasa Syawal

pexels-thirdman-7956565.jpg
Ilustrasi buka puasa (pexels.com/thirdman)

Terdapat dua versi doa puasa Syawal yang populer digunakan dan keduanya memiliki landasan yang baik dalam tradisi Islam. Versi pertama adalah doa yang umum digunakan secara luas, sedangkan versi kedua merupakan doa yang merujuk pada hadits riwayat Abu Daud.

Versi 1: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.

Versi 2: Dzahaba-zh-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.

Artnya: Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.

3. Adab dan waktu terbaik membaca doa

pexels-dwi2793-34481582.jpg
ilustrasi muslim berdoa (pexels.com/dwi setyo)

Waktu paling utama untuk membaca doa ini adalah sesaat setelah membatalkan puasa dengan sedikit air atau kurma, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dimaksudkan agar lafaz doa mengenai "hilangnya rasa haus" benar-benar sesuai dengan kondisi fisik yang baru saja merasakan kesegaran air.

Selain membaca doa rutin di atas, kamu juga sangat dianjurkan untuk menyelipkan permohonan pribadi lainnya sebelum atau sesudah berbuka karena doa orang berpuasa tidak akan tertolak. Pastikan kamu berbuka dengan tenang dan tidak terburu-buru, sehingga esensi dari rasa syukur tersebut tetap terasa di dalam hati.

Menuntaskan puasa Syawal dengan doa yang benar, menjadi penutup yang manis bagi rangkaian perjuangan ibadah enam harimu. Semoga setiap doa yang terucap di waktu berbuka menjadi pembuka pintu-pintu keberkahan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us