Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Edible Garden Mulai Digemari, Ini Tanaman yang Cocok untuk Pemula
ilustrasi memanen bayam (pexels.com/jenna-hamra)
  • Tren edible garden makin diminati sebagai cara memanen bahan segar di rumah, mendukung gaya hidup sehat, dan dapat dimulai di pot atau pekarangan tanpa lahan luas.
  • Bayam, mentimun, buncis, lobak, selada, dan tomat ceri cocok bagi pemula, dengan kebutuhan utama seperti media berdrainase baik, kelembapan, sinar matahari, atau naungan.
  • Microgreens menawarkan pilihan praktis untuk ruang terbatas karena ditanam dalam wadah kecil dan dipanen sekitar 10–14 hari; jenisnya meliputi sawi, bunga matahari, dan kacang polong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tren edible garden atau kebun pangan rumahan semakin diminati karena membuat siapa saja bisa memanen bahan makanan segar dari rumah. Selain menyenangkan, aktivitas berkebun juga menjadi cara sederhana untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kabar baiknya, banyak tanaman pangan yang mudah dirawat dan cocok ditanam oleh pemula.

Kamu pun tidak membutuhkan lahan yang luas untuk memulainya. Beberapa tanaman dapat tumbuh dengan baik di pot maupun pekarangan rumah dengan iklim tropis seperti Indonesia. Jika tertarik mencoba edible garden, beberapa tanaman berikut bisa menjadi pilihan yang tepat.

1. Bayam

ilustrasi memanen bayam (pexels.com/jenna-hamra)

Bayam menjadi salah satu tanaman yang cocok ditanam di iklim tropis karena tahan terhadap cuaca panas. Tanaman ini tumbuh cepat dan dapat dipanen berkali-kali setelah dipangkas. Tak heran jika bayam menjadi pilihan yang ramah bagi pemula.

Selain mudah dirawat, bayam amaranth juga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh optimal. Kamu cukup menanamnya pada media tanam yang gembur dan melakukan penyiraman secara teratur. Pemangkasan rutin pun dapat membantu tanaman tetap produktif.

"Bayam merupakan sayuran daun yang cantik, tumbuh cepat, dan mampu bertahan pada cuaca panas tanpa cepat mengalami bolting atau berbunga. Pangkas tanaman ini secara rutin. Beberapa budaya lebih menyukai bayam hijau dan sebagian lainnya menyukai yang berwarna merah. Menurut saya, keduanya sama-sama lezat," ujar Michaela Hayes-Hodge, pendiri Rise & Root Farm, dikutip dari Martha Stewart.

2. Mentimun

ilustrasi mentimun (pexels.com/angelej)

Mentimun termasuk tanaman yang cukup produktif dan mudah ditanam di daerah tropis. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai lalapan, acar, hingga campuran salad segar. Dengan perawatan yang sederhana, mentimun mampu menghasilkan panen yang melimpah.

Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup dan media tanam yang tetap lembap. Agar lebih hemat tempat, kamu bisa menanamnya menggunakan teralis atau ajir sebagai penyangga. Cara ini juga membantu menjaga sirkulasi udara sehingga tanaman tumbuh lebih sehat.

3. Buncis

ilustrasi buncis (pexels.com/gobral)

Buncis menjadi salah satu sayuran yang cocok untuk pemula karena mudah dibudidayakan. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup. Masa panennya yang relatif singkat juga membuat berkebun terasa lebih menyenangkan.

Kamu dapat menanam buncis langsung dari benih tanpa perlu melalui proses penyemaian yang rumit. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk. Jika memiliki ruang tanam vertikal, varietas buncis merambat juga bisa menjadi pilihan menarik.

4. Lobak

ilustrasi lobak (pexels.com/planka)

Lobak menjadi pilihan tepat bagi pemula yang ingin segera menikmati hasil panen pertamanya. Beberapa varietasnya bahkan sudah dapat dipanen dalam waktu sekitar satu bulan setelah ditanam. Masa tumbuhnya yang singkat, membuat tanaman ini cukup populer di kalangan pekebun rumahan.

Tanaman ini membutuhkan media tanam yang gembur dengan drainase yang baik agar umbinya tumbuh optimal. Penyiraman secara teratur juga diperlukan untuk menjaga kelembapan tanah tetap stabil. Di Indonesia, lobak lebih cocok ditanam di dataran tinggi atau area yang memiliki suhu lebih sejuk.

"Lobak merupakan sayuran yang tumbuh dengan sangat cepat dan sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Tanamlah benihnya secara langsung pada tanah yang memiliki drainase baik dan jaga agar kelembapannya tetap merata," ujar Nick Cutsumpas, seorang pekebun, pendidik, pegiat lingkungan, dan pendukung gaya hidup berbasis nabati yang memiliki dedikasi tinggi, dikutip dari Martha Stewart.

5. Selada

ilustrasi selada (pexels.com/filirovska)

Tidak semua tanaman edible garden membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari. Selada justru lebih menyukai suhu yang cenderung sejuk dan kondisi yang tidak terlalu panas. Karena itu, tanaman ini cocok diletakkan di area yang mendapatkan naungan sebagian.

Pemula dapat memilih jenis selada daun karena lebih mudah ditanam dan cepat dipanen. Pastikan media tanam selalu lembap untuk menjaga kualitas daunnya tetap segar. Di daerah tropis, penggunaan paranet atau penempatan di area teduh dapat membantu pertumbuhannya lebih optimal.

"Selada merupakan sayuran musim sejuk yang dapat ditanam di dalam pot maupun bedeng tanam. Tanamlah benihnya pada tanah yang memiliki drainase baik dan pastikan media tanam selalu lembap secara konsisten," ujar Nick Cutsumpas.

6. Tomat ceri

ilustrasi pohon tomat (pexels.com/romanodintsov)

Tomat ceri menjadi salah satu tanaman favorit dalam edible garden karena produktif dan mudah dirawat. Ukuran buahnya yang kecil, membuatnya cocok dijadikan camilan sehat maupun campuran berbagai hidangan. Beberapa varietasnya juga dapat tumbuh baik di dalam pot.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk menghasilkan buah secara optimal. Penambahan ajir atau penyangga juga diperlukan untuk menopang batangnya saat mulai berbuah. Dengan penyiraman yang teratur, tomat ceri dapat menghasilkan panen yang cukup melimpah.

7. Microgreens

tanaman microgreens (pexels.com/jahratreza)

Microgreens menjadi solusi menarik bagi kamu yang ingin mulai berkebun meski memiliki ruang terbatas. Sayuran muda ini dapat ditanam di wadah kecil dan dipanen dalam waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Karena pertumbuhannya sangat cepat, microgreens juga cocok untuk pemula.

Kamu bisa menanam berbagai jenis microgreens, mulai dari sawi, bunga matahari, hingga kacang polong. Perawatannya pun sangat praktis karena tidak membutuhkan banyak ruang maupun media tanam. Selain kaya nutrisi, microgreens juga mampu menambah cita rasa pada berbagai hidangan rumahan.

Edible garden tidak harus dimulai dengan tanaman yang sulit dirawat atau membutuhkan lahan yang luas. Dengan memilih tanaman yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia, berkebun pun menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Jadi, tanaman mana yang paling ingin kamu tanam di rumah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article