Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Habit yang Bikin Kamu Auto Gak Disukai di Lingkungan, Hindari Saja!
Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/fauxels)
  • Artikel membahas delapan kebiasaan sosial yang membuat seseorang kurang disukai di lingkungan, seperti sering terlambat, terlalu dominan, hingga sibuk dengan ponsel saat berinteraksi.
  • Setiap kebiasaan dijelaskan dampaknya terhadap hubungan sosial, termasuk bagaimana perilaku tersebut bisa menimbulkan ketegangan, rasa tidak dihargai, atau kesan sombong di mata orang lain.
  • Penulis menekankan pentingnya kesadaran diri dan etika dalam bersosialisasi agar lebih diterima di lingkungan serta mampu membangun hubungan yang positif dengan orang sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dengan banyaknya aktivitas sosial saat ini, etika menjadi sangat dibutuhkan. Sangat penting mengetahui semua hal yang tepat untuk dikatakan dan dilakukan atau tidak dilakukan, terutama ketika kamu berkumpul dalam sebuah kelompok.

Menjadi orang yang disukai jadi salah satu kunci kamu diterima di suatu lingkungan. Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bersosialisasi sekaligus memastikan kamu diundang ke acara kumpul grup berikutnya, pelajari beberapa habit yang bikin kamu auto gak disukai di lingkungan agar kamu menghindarinya!

1. Sering terlambat

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/Keira Burton)

Apakah kamu kenal seseorang yang selalu terlambat datang ke pertemuan? Orang-orang seperti itu sering kali terkesan tidak disukai. Menurut konsultan etiket Jodi RR Smith, Presiden dan Pemilik Mannersmith Etiquette Consulting dan berspesialisasi dalam perilaku sosial dan profesional, berikut ini alasannya.

"Orang-orang ini tidak hanya sulit diajak berdiskusi, tetapi mereka juga menciptakan ketegangan yang tidak perlu dalam kelompok. Orang ini selalu terlambat untuk pertunjukan, reservasi, atau kereta. Hal itu menciptakan stres dan kecemasan bagi grup," katanya dalam laman Parade.

Jika kamu berada dalam suatu kelompok, kurangi kebiasaan terlambat ini. Keterlambatan biasanya bukan karena kurangnya rasa hormat, melainkan lebih karena serangkaian kebiasaan yang tertanam dan mencuri waktu.

2. Terus-menerus menggoda (teasing)

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/Gustavo Fring)

Sebagian dari kita memang senang mengolok-olok teman, terutama jika itu bersifat timbal balik. Tetapi ketika sudah berlebihan atau berubah menjadi sesuatu yang terasa seperti perundungan, di situlah kesenangan itu harus berhenti.

Orang yang suka menggoda merupakan tipe orang yang senang menunjukkan kekurangan atau kelemahan orang lain untuk mempermalukan mereka. Sering kali itu adalah kejadian lama yang sebaiknya dilupakan saja.

3. Melupakan nama orang

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/Henri Mathieu-Saint-Laurent)

Jika kamu terus-menerus bertemu orang baru, akan sulit untuk mengingat nama setiap orang yang kamu temui. Itu sepenuhnya dapat dimengerti, tetapi kamu bisa terlihat tidak disukai jika kamu adalah orang yang tidak pernah bisa mengingat siapa seseorang.

Lupa nama orang itu wajar, tetapi lebih sopan jika kita berusaha mengingatnya. Tidak berusaha mengingat nama orang lain merupakan tanda tidak hormat. Itu menunjukkan bahwa kamu mungkin tidak terlalu peduli pada mereka dan tidak ada yang menyukai namanya dilupakan.

4. Mengoreksi pendapat seseorang

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/SHVETS production)

Kita semua punya pendapat dan banyak sekali. Itulah yang membuat kita semua berbeda dan unik. Jika seseorang menyampaikan pendapatnya, cobalah untuk tidak menyela dan menyatakan bahwa pendapat kamu lebih baik daripada pendapat yang mereka sampaikan dalam kelompok tersebut.

“Opini tidak selalu merupakan fakta dan setiap orang memiliki opininya masing-masing. Apa yang kita yakini tentang ini, itu, atau hal lainnya adalah hak kita. Tidak seorang pun berhak menyebut kita salah. Kita pun seharusnya tidak mencoba mengubahnya," jelas August Abbott, konsultan etiket bersertifikat dan Pakar Tata Krama & Protokol Sosial di JustAnswer, mengutip laman Parade.

5. Berbicara terlalu kencang

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/fauxels)

Berbicara terlalu keras saat berkumpul dengan sekelompok orang, rasanya sangat mengganggu. Hal ini dapat membuat suasana menjadi sulit, tetapi juga tidak sopan.

Apabila kamu sendiri yang menyetel volume suara terlalu tinggi, apa pun penyebabnya, solusinya adalah menyadarinya. Tetapi, ini sangat sulit dilakukan jika level vokalmu tinggi karena kamu benar-benar tidak dapat mendengar diri sendiri. Berlatihlah secara pribadi atau dengan orang yang kamu percaya dalam mengontrol volume suara.

6. Terus-menerus terpaku pada ponsel

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Ponsel tentu saja membuat kita ketagihan. Tetapi, menggunakannya saat berada di lingkungan kelompok dapat membuat kita tampak kurang sadar atau kurang hadir.

Melirik ponsel atau smartwatch saat sedang berbicara dengan seseorang itu tidak sopan. Itu menunjukkan bahwa apa pun yang terjadi di ponsel lebih menarik atau lebih penting daripada orang yang ada di depanmu.

Alhasil, lawan bicara tidak akan senang dengan momen seperti itu. Saat kamu berkomitmen untuk berbicara, fokuskan seluruh energi pada percakapan tersebut. Kamu akan menemukan bahwa percakapan akan lebih menyenangkan dan efektif ketika kamu benar-benar terlibat di dalamnya.

7. Menjadi dominan

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pernahkah kamu berada di tengah sekelompok orang dan tidak bisa berkata apa-apa karena seseorang mendominasi seluruh percakapan? Itu adalah kebiasaan yang tidak disukai. Jika kamu melakukannya, itu berarti menunjukkan bahwa kamu mungkin tidak terlalu tertarik dengan apa yang orang lain katakan.

Orang inilah yang menyita seluruh perhatian dengan mengubah obrolan menjadi monolog. Mereke sering menyela atau berbicara dengan volume lebih tinggi untuk mengarahkan diskusi ke hasil yang mereka inginkan.

8. Terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri

Ilustrasi sebuah kelompok (pexels.com/cottonbro studio)

Kita semua pernah bertemu orang yang terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri. Mereka membual dan terus-menerus bercerita tentang betapa hebat hidupnya. Kamu pun bertanya-tanya mengapa bertahan begitu lama mendengarkan ceritanya.

Ini adalah bagian besar dari apa yang dapat membuat seseorang tidak disukai. Ketika kamu membicarakan kekayaan, koneksi, atau berapa banyak waktu yang kamu habiskan di gym untuk mencoba membuat orang lain terkesan, biasanya hal itu justru memberikan efek sebaliknya.

Hindari menyebut-nyebut nama orang terkenal atau memamerkan status. Memang bagus mengenal orang-orang penting dan menarik. Akan tetapi, menggunakan setiap percakapan sebagai kesempatan untuk menyebut-nyebut nama orang terkenal itu kesannya sok dan konyol. Sama seperti humble-bragging, orang akan langsung tahu.

Itu dia beberapa habit yang bikin kamu auto gak disukai di lingkungan. Pelajari supaya kamu punya hubungan baik dengan sekitar dan orang-orang baru. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article