Ilustrasi pelanggan (magnific.com/rawpixel.com)
Hari Pelanggan Nasional pertama kali digagas pada 2003 oleh pengusaha asal Solo, Handi Irawan D., yang juga dikenal sebagai CEO Frontier Group. Gagasan ini muncul dari kesadaran akan pentingnya pelanggan bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Melalui Hari Pelanggan Nasional, ia ingin mendorong perusahaan di Indonesia untuk membangun budaya pelayanan yang lebih baik dan menjadikan kepuasan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama.
Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, hingga pemerintah. Setelah melalui berbagai dukungan tersebut, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan Hari Pelanggan Nasional pada 4 September 2003. Peresmian ini dihadiri sekitar 200 direktur utama perusahaan dan perwakilan BUMN. Sejak saat itu, tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional dan diperingati setiap tahun.
Pada tahun pertama penyelenggaraannya, lebih dari 500 perusahaan turut berpartisipasi dalam Hari Pelanggan Nasional. Salah satu tradisi yang kemudian menjadi ciri khas perayaan ini adalah para CEO atau pimpinan perusahaan turun langsung untuk melayani pelanggan sebagai bentuk apresiasi.