Berbuat baik kepada orang lain, sebenarnya bukan sesuatu yang sangat sulit. Kamu bisa melemparkan menyapa sesama orang tua murid yang kau temui di lorong sekolah anak atau kamu bisa berbagi permen pada rekan kerja di meja sebelah. Tapi, bagaimana situasinya jika kamu memilih tetap menjadi orang baik saat orang tersebut sebenarnya memperlakukanmu dengan kurang baik?
Tetap berusaha berperilaku baik pada orang yang terlihat “tidak baik” terhadapmu adalah sebuah tantangan. Kamu mungkin sebenarnya berusaha menahan diri untuk tidak terpancing emosi lebih jauh. Di lain sisi, tidak ada gunanya untuk menghabiskan energi yang kamu punya untuk balas bersikap kurang baik. Ada banyak alasan yang sebenarnya bisa membuatmu memilih untuk tetap bersikap baik, saat ada orang yang bersikap kurang baik.
