Banyak bos perusahaan sekarang sedang gencar memecat karyawan demi menggantinya dengan kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) agar pengeluaran jadi lebih hemat. Dilansir Layoffs.fyi, lebih dari 128.536 pekerja teknologi telah dipecat dan kehilangan mata pencaharian mereka akibat efisiensi ini. Sementara, robot dan sistem otomatis mendadak dipuja seperti pahlawan baru yang bisa meraup untung besar dalam waktu singkat.
Padahal, masalah ekonomi yang sangat seram langsung muncul karena dompet masyarakat ikut kosong setelah mereka kehilangan gaji bulanan. Pabrik-pabrik canggih milik raksasa teknologi itu nantinya pasti akan kebingungan sendiri mencari orang yang mau jajan produk mereka.
Roda bisnis di pasar bebas bisa berjalan karena adanya uang belanja dari masyarakat yang menjadi bahan bakar utamanya. Barang mewah yang menumpuk di gudang akan menjadi pajangan tidak berguna kalau tidak ada orang yang punya modal untuk membelinya. Ekonomi kapitalis sekarang sedang berada di ujung tanduk karena terancam kehilangan para pembeli setianya akibat otomatisasi ini. Lantas, siapa yang akan belanja kalau semua orang menganggur seperti itu?
