Ilustrasi mental load (pexels.com/Vitaly Gariev)
Hidup dengan mental load dapat membebani hubungan di rumah atau di tempat kerja, atau di mana pun beban tersebut tampak tidak merata dan berlebihan.
"Memikul mental load itu melelahkan! Sebagian alasannya karena otak hanya dapat fokus pada tiga hingga empat hal sekaligus. Jadi, ketika kamu terus-menerus menggabungkan tugas-tugas saat ini dan masa depan, kamu bisa menguras energi otak," kata Dave Schramm, PhD, seorang profesor madya kehidupan keluarga di Utah State University di Logan, Utah, dikutip dari laman Happiest Baby.
Sementara itu, Psikoterapis Amy Brodsky, LISW-S, mengungkapkan di artikel pada laman Cleveland Clinic berjudul, "Understanding Mental Load: What It Is and How It Affects You", ini adalah beban kita sendiri dan hanya kita yang merasakannya.
Itulah yang membuatnya menjadi mental load, karena harus menangani banyak hal sekaligus. Berikut beberapa dampak yang dapat dirasakan dari mental load:
1). Perubahan suasana hati
Mental load yang memenuhi ruang di otak, dapat menguras cadangan emosi, sehingga membuat kamu lebih cenderung merasa; cepat marah, gelisah, cemas, lelah, tidak peka, kewalahan, hingga bersikap kritis terhadap diri sendiri.
2). Kegelisahan
Mental load yang terlalu tinggi memicu tidur yang kurang berkualitas. Jika daftar tugas terus berputar saat kamu berbaring di tempat tidur, akan sulit untuk menghentikannya.
“Kita semua perlu sesekali mengistirahatkan otak dan hanya diam,” ungkap Brodsky, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Mental load yang berat juga dapat mencegah kamu istirahat dari pikiran dan tubuh di siang hari, serta dapat menghalangi kamu untuk mendapatkan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.
3). Efek fisik
Stres dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik. Dan mental load yang berat tentu saja bisa menimbulkan stres. Beban pikiran yang dipenuhi dengan daftar tugas, keputusan, dan pikiran negatif dapat memengaruhi lebih dari sekadar kesejahteraan mental.
“Kamu mungkin merasa baik-baik saja, tetapi kemudian menyadari bahumu tegang, rahang terkunci, atau kamu mengalami nyeri dan sakit yang tidak dapat dijelaskan,” tambah Brodsky.