Punya banyak buku acap kali dianggap sebagai tanda bahwa seseorang gemar membaca. Rak yang penuh dengan novel, buku pengembangan diri, hingga bacaan nonfiksi memang bisa memberikan kesan bahwa pemiliknya punya minat besar terhadap dunia literasi. Apalagi jika buku-buku tersebut ditata dengan rapi dan menjadi bagian dari dekorasi ruangan.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada orang yang memiliki puluhan, bahkan ratusan buku, tetapi hanya membaca beberapa di antaranya sampai selesai. Sebagian lainnya justru lebih sering membeli buku baru daripada meluangkan waktu untuk membuka koleksi yang sudah dimiliki. Lalu, apakah memiliki banyak buku benar-benar bisa menjadi ukuran bahwa seseorang suka membaca?