Pernah gak sih, kamu punya satu stiker WhatsApp yang rasanya bisa dipakai buat menjawab hampir semua situasi? Mulai dari teman yang curhat, gebetan yang tiba-tiba menghilang, sampai grup keluarga yang mendadak ramai, semuanya bisa dibalas dengan stiker yang sama. Buat sebagian orang, stiker mungkin cuma gambar lucu yang dikirim supaya chat gak terasa kaku. Padahal, kebiasaan mengoleksi dan mengirim stiker juga berkaitan dengan cara kita menyampaikan emosi saat berkomunikasi secara digital.
Lewat gambar, ekspresi wajah, tulisan, atau karakter tertentu, kita bisa menyampaikan reaksi yang kadang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Hal ini semakin terasa karena percakapan di WhatsApp tidak punya intonasi suara dan ekspresi wajah seperti ketika ngobrol langsung. Karena itu, stiker sering dipakai untuk membantu menunjukkan apakah sebuah pesan bernada bercanda, gemas, kesal, atau sekadar ingin mencairkan suasana.
