Pernahkah kamu merasa cemas, resah, atau bahkan sesak setelah terlalu lama terpapar berita bernada negatif? Arus informasi negatif, mulai dari bencana, konflik, hingga kejahatan, seakan mengalir tanpa henti dan tanpa sadar menyita perhatian kita secara intens.
Mengingat kondisi dunia saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa sentimen berita yang ada sangatlah menegangkan. Akses kita yang terus-menerus terhadap liputan berita juga terasa tak terhindarkan. Bahkan jika kita tidak mencari berita, kita tetap menemukannya, ditambah lagi dengan adanya media sosial.
Ketika otak kita terus-menerus disuguhi "ancaman", respons ancaman alami tubuh akan aktif dan memicu timbulnya rasa anxiety yang merupakan bagian dari kesehatan mental. Lantas, mengapa melihat berita negatif memicu anxiety dan bagaimana mencegah perasaan cemas tersebut?
