Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Menulis Jurnal jadi Hobi yang Tepat untuk Orang Sensitif?
Ilustrasi journaling (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
  • Journaling direkomendasikan sebagai jeda bagi orang sensitif untuk meluapkan emosi sebelum berubah menjadi respons impulsif, sehingga membantu mengatur perasaan dan kecemasan.
  • Menulis jurnal menyediakan ruang aman untuk mengekspresikan pikiran secara jujur tanpa penilaian orang lain, sekaligus membantu validasi diri dan memperjelas perasaan yang bercampur.
  • Dengan menuangkan pikiran ke kertas, orang sensitif dapat mengurangi kecenderungan baper, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, serta menenangkan diri saat menghadapi masalah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang yang sensitif, empati, maupun people pleaser termasuk orang yang sangat peka. Di mana, mereka mengalami dan memproses perasaan dan emosi dengan intensitas yang lebih tinggi daripada orang lain. Menjadi orang yang sensitif pun cenderung lebih cepat merasa cemas maupun stres, karena sistem saraf yang sangat responsif membuatnya terbebani oleh situasi di sekitar.

Maka dari itu, ada cara untuk mengurangi intensitas kecemasan, yaitu dengan menjalani hobi tertentu, salah satunya yang direkomenasikan adalah journaling. Nah, bagi kamu merasa termasuk orang yang sensitif, cari tahu mengapa menulis jurnal jadi hobi yang tepat untuk orang sensitif.

1. Menulis jurnal jadi jeda untuk mengatur emosi

Ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/Mikhail Nilov)

Bagi orang yang sangat sensitif mungkin terasa sulit untuk mengetahui kebiasaan dan hobi mana yang bermanfaat dan mana yang justru dapat menyebabkan stres lebih besar. Namun, ada satu hobi yang secara khusus ditekankan oleh Dr. Sasha Hamdani, seorang psikiater bersertifikat ternama, dan salah satu pakar kesehatan mental terkemuka, untuk orang yang sensitif.

“Menulis jurnal memberi ruang bagi emosi untuk meluap sebelum menjadi pesan teks, argumen, spiral emosi, atau penutupan diri. Ini menciptakan jeda antara perasaan dan respons, yang merupakan salah satu keterampilan terpenting dalam pengaturan emosi," kata Dr. Hamdani, dikutip dari Parade.

Menurutnya, menulis jurnal jadi hobi terbaik, terutama jika mereka telah bertahun-tahun menyandang label sebagai orang yang sensitif oleh lingkungan sekitarnya.

2. Journaling menjadi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan

Ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/ArtHouse Studio)

Hobi menulis jurnal menjad wadah untuk menuangkan pikiran dan perasaan, serta mengekspresikan suara bagi orang sensitif. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk waktu tenang yang sering kali terhalang oleh kehidupan.

Ketika kamu yang sensitif menulis jurnal, tidak perlu khawatir tentang apa yang dipikirkan atau dirasakan orang lain tentangmu. Kamu dapat mengatakan apa pun yang diinginkan, berbicara tentang perasaan yang sebenarnya dengan kebebasan kejujuran, dan keterbukaan, serta tanpa gangguan orang lain.

"Menulis jurnal bisa menjadi bentuk validasi diri yang halus namun ampuh. Setiap kali kamu menuliskan sesuatu yang kamu pikirkan atau rasakan, artinya kamu menghargai dirimu yang unik dan memungkinkan pelepasan energi emosional," kata Melissa Nunes-Harwitt, pekerja sosial klinis berlisensi dan terapis di pusat medis Universitas Rochester, dikutip dari The Guardian.

Terkadang sulit untuk mengetahui bagaimana perasaan kita sebenarnya, terutama ketika dibanjiri oleh stres, pengaruh lingkungan, atau perasaan kita sendiri. Menulis jurnal semuanya membantu kita untuk memilah semuanya dan mendapatkan kejelasan yang kita butuhkan untuk merasa lebih baik.

3. Mengurangi terbawa perasaan (baper), yang sering menjadi label orang sensitif

Ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/BOOM 💥 Photography)

Gagasan hobi menulis jurnal adalah untuk mengeluarkan semua pikiran yang berkecamuk dari kepala dan menuliskannya di atas kertas. Dengan menulis jurnal, orang yang sensitif nyatanya bisa mengurangi terbawa perasaan, atau yang kita kenal dengan istilah "baper".

Tidak semua orang berhati-hati seperti orang sensitif dalam bertindak, jadi, mereka mungkin tanpa sengaja menyakiti. Karena itulah, tindakan orang lain tersebut dapat membuat orang sensitif itu merasa "baper".

Menulis jurnal dapat membantu orang sensitif menghilangkan unsur pribadi dalam segala situasi. Ini dikarenakan menulis jurnal membantu kita fokus pada apa yang perlu dilakukan atau yang bisa kita kendalikan, sehingga menjadi alat untuk menenangkan diri hingga menyelesaikan suatu masalah.

Journaling merupakan alat untuk orang yang sensitif menata kembali diri, menciptakan waktu tenang dan keseimbangan. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk menulis jurnal, tetapi semakin kamu jujur​, semakin baik perasaanmu dan semakin banyak kamu akan belajar tentang diri sendiri. Semoga kamu bisa mulai hobi menulis jurnal mulai dari sekarang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article