ilustrasi bersantai dengan mendengarkan musik didi sofa (freepik.com/freepik)
No-spend weekend juga bisa menjadi kesempatan untuk mengamati kebiasaan belanja sendiri. Cobalah tidak membuka aplikasi e-commerce, mematikan notifikasi promo, berhenti melihat konten haul, dan tidak menyimpan barang baru ke keranjang.
Sebagai gantinya, gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang selama ini tertunda. American Psychological Association (APA) menyarankan agar seseorang tidak menghilangkan aktivitas menyenangkan ketika sedang menghadapi tekanan.
"Pertahankan aktivitas yang menyenangkan bagi kamu. Saat hidup terasa begitu berat, orang mengabaikan kegiatan santai mereka. Memutus diri dari hal-hal yang menyenangkan justru bisa berdampak kontraproduktif. Bahkan saat waktu terasa sempit, carilah kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri—baik itu membaca novel, bernyanyi mengikuti lagu favorit, maupun menonton tayangan komedi kesukaan kamu di Netflix. Humor dan tawa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental maupun fisik," demikian laporan American Psychological Association yang disusun oleh Profesor Emeritus Psikologi di Universitas Alabama, Beverly Thorn, PhD.
Oleh karena itu, no-spend weekend sebaiknya tidak dipahami sebagai hukuman finansial. Kamu tetap boleh bersantai, tertawa, menikmati hobi, dan mencari hiburan, hanya saja sumber kesenangannya tidak selalu berasal dari transaksi.
No-spend weekend bukan tentang membuat akhir pekan terasa membosankan atau memaksa diri untuk tidak menikmati hidup. Justru, konsep ini mengajak kamu menemukan kembali kesenangan yang tidak selalu membutuhkan uang, mulai dari jalan kaki, membaca, menekuni hobi, hingga menghabiskan waktu bersama orang terdekat.