Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelajaran Berharga dari Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Jangan Ikuti Ego

Pelajaran Berharga dari Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Jangan Ikuti Ego
cuplikan film Tunggu Aku Sukses Nanti (imdb)
Intinya Sih
  • Film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' menceritakan perjuangan Arga, diperankan Ardit Erwandha, yang berjuang mencari pekerjaan dan menghadapi tekanan keluarga di tengah situasi finansial sulit.
  • Arga belajar bahwa mengevaluasi diri dan mengubah pola pikir lebih penting daripada terus mengikuti ego atau membandingkan diri dengan orang lain dalam mengejar kesuksesan.
  • Kisah Arga dan Andin menyoroti pentingnya memiliki support system serta menetapkan prioritas hidup yang realistis agar seseorang bisa tumbuh dan mencapai tujuan secara sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film drama Indonesia, Tunggu Aku Sukses Nanti resmi tayang perdana pada Rabu (18/3/26) di seluruh bioskop Indonesia. Salah satu film yang tayang di momen Lebaran ini, menghadirkan kisah perjuangan seorang laki-laki bernama Arga yang diperankan oleh komika Ardit Erwandha. Dalam film garapan Naya Anindita itu, Arga digambarkan sebagai sosok yang terbilang kurang sukses dibandingkan anggota keluarga lain.

Kisah ini mungkin cukup relevan dengan perjuangan anak muda masa kini. Suka dibanding-bandingkan, mengalami berbagai kesulitan terkait finansial, serta harus menghadapi keluarga yang kurang suportif. Dari karakter Arga, kita bisa mengambil beberapa pelajaran berharga untuk ditanamkan dalam diri masing-masing. Kira-kira apa saja, ya?

1. Berjuang juga perlu evaluasi diri

TASN_09509.jpg
Film Tunggu Aku Sukses Nanti. (Dok. Istimewa)

Alur cerita semula berfokus pada perjuangan Arga mencari pekerjaan. Berkali-kali melamar, namun hasilnya masih nihil. Usaha di banyak tempat tak lantas membuatnya mendapat pekerjaan dengan mudah.

Dunia kerja yang kompetitif membuat Arga kesulitan. Kemauan untuk mendapatkan pekerjaan tak selalu berbanding lurus dengan hasil.

Arga pada akhirnya menyadari hal tersebut. Ia perlu mengubah strategi, pola pikir, dan rencananya. Kemauan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kesalahan, menampilkan hal yang positif dalam kehidupan Arga. Keinginan untuk mengubah diri dapat mendorong seseorang bergerak maju ke arah yang lebih baik.

2. Fokus pada diri sendiri, jangan membandingkan dengan orang lain

TASN_06112.jpg
Film Tunggu Aku Sukses Nanti. (Dok. Istimewa)

Pola pikir kompetitif yang dipegang kuat oleh Arga, justru membuat dirinya terhambat. Obsesi untuk menandingi sepupu-sepupunya membuat Arga memiliki standar yang tidak relevan dengan pribadinya. Ambisi Arga untuk mengikuti ego, di mana ia ingin mengalahkan saudara-saudaranya, menjadi hambatan utama.

Pada akhirnya, Arga menyadari bahwa menjadikan saudara sebagai kompetitor justru membuat hidupnya semakin rumit. Ia pun mulai menetapkan target pribadi yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisinya sendiri. Dengan begitu, seseorang dapat lebih fokus mencapai tujuan yang realistis karena didasarkan pada pemahaman terhadap kapasitas diri.

3. Pentingnya punya support system dan prioritas dalam hidup

TASN_14066.jpg
Film Tunggu Aku Sukses Nanti. (Dok. Istimewa)

Arga punya pacar yang telah menemaninya selama 4 tahun, meski ia justru memilih meninggalkan Andin. Padahal, Andin adalah sosok yang setia menemani Arga dalam berbagai kondisi dan situasi, termasuk ketika ia mengalami masa sulit. Andin tak meninggalkan Arga meski laki-laki itu tak punya pekerjaan. Ia tetap menjadi sosok yang suportif saat Arga punya pekerjaan.

Andin menjadi gambaran akan pentingnya support system dalam kehidupan. Ada kalanya kita membutuhkan second opinion dari orang-orang yang tulus dalam membantu dan menyokong kehidupan. Sosok Andin pun bisa menjadi representasi yang tepat untuk peran tersebut.

Dari Arga, kita dapat memetik pelajaran bahwa kesuksesan tidak serta-merta datang dari upaya tunggal, melainkan butuh kontribusi banyak pihak. Sementara itu, Andin mengajarkan bahwa menjadi pasangan berarti siap untuk hadir, mendampingi, dan menjadi support system yang saling menguatkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us