Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Petuah Jawa yang Familier, Penuh Nasihat tentang Kehidupan

10 Petuah Jawa yang Familier, Penuh Nasihat tentang Kehidupan
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Daniel Lee)
Intinya Sih
  • Petuah Jawa diwariskan turun-temurun sebagai panduan hidup yang sarat makna, mengajarkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
  • Setiap petuah seperti 'Alon-alon waton kelakon' hingga 'Wani ngalah luhur wekasane' menekankan pentingnya kerja keras, rendah hati, serta menjaga kehormatan diri dan keluarga.
  • Ajaran-ajaran ini mengingatkan generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai moral Jawa agar hidup lebih tenteram, seimbang, dan penuh rasa syukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Petuah Jawa sering kali mengandung nasihat yang disampaikan melalui bahasa-bahasa kias atau perumpamaan. Bagi kamu yang tumbuh di lingkungan Jawa, khususnya Jawa Tengah yang cukup kental, tentu pernah mendengar beberapa di antaranya.

Petuah Jawa ini diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari generasi ke generasi sebagai pengingat dan tuntunan dalam menjalani hidup. Berikut adalah 10 petuah Jawa yang paling familier dan mungkin kamu sudah gak asing lagi.

1. Alon-alon waton kelakon

pexels-elsyahta-10279441.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Iqbal Syah Farezi)

"Pelan-pelan asalkan terlaksana"

Seolah menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak tergesa-gesa dalam menjalani segala sesuatu yang ada di depan mata. Karena tak jarang, akibat terlalu terburu-buru, kita sampai melupakan detail kecil yang ternyata penting. Lebih baik jalani dengan pelan dan hati-hati agar hasilnya pun maksimal.

2. Sapa nandur bakal ngunduh

pexels-hson-32975170.jpg
ilustrasi menanam padi (pexels.com/HONG SON)

"Siapa yang menanam akan memetik hasilnya."

Petuah ini memiliki arti bahwa setiap perbuatan itu ada konsekuensinya. Perbuatan baik akan menghasilkan hal baik, begitu pula sebaliknya. Jadi, melalui petuah ini, kita sedang diingatkan untuk selalu berhati-hati dan berpikir matang dulu sebelum bertindak.

3. Jer basuki mawa bea

pexels-widiarto-proboprasetyo-2154066396-35157712.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/widiarto proboprasetyo)

"Setiap keberhasilan membutuhkan pengorbanan."

Tidak ada hasil yang didapatkan dengan instan di dunia ini. Semua memerlukan usaha dan kerja keras. Untuk mencapai tujuan, kamu perlu berusaha dan berkorban, entah itu waktu, pikiran, atau materi.

4. Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana

pexels-capturavisualmoment-36557067.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Daniel Lee)

"Harga diri terlihat dari ucapan, harga tubuh terlihat dari pakaian."

Petuah ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tutur kata dan juga cara berpakaian agar kita tampak berharga serta terhormat di mata orang lain.

5. Ojo dumeh

pexels-widiarto-proboprasetyo-2154066396-35114183.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/widiarto proboprasetyo)

"Jangan sombong."

Petuah ini cukup singkat, tapi maknanya langsung tepat sasaran tanpa basa-basi. Ya, ojo dumeh memiliki makna jangan sombong. Di mana kita selalu dituntun menjadi pribadi yang rendah hati, meskipun memiliki harta, jabatan, dan kekuasaan.

6. Mikul duwur mendhem jero

pexels-abe2025-35173901.jpg
lustrasi orang jawa (pexels.com/Antonyus Bunjamin)

"Mengangkat setinggi-tingginya, memendam sedalam-dalamnya."

Petuah ini biasanya disampaikan orangtua kepada anak-anaknya sebagai pengingat untuk selalu menjaga nama baik keluarga di mana pun mereka berada. Selain itu, mereka juga diwajibkan menjaga kekurangan keluarga agar tidak diketahui orang lain karena itu merupakan aib.

7. Becik ketitik ala ketara

pexels-imam-efendi-2156414795-36951180.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Imam Efendi)

"Yang baik akan terlihat, yang buruk akan tampak."

Maksud dari petuah Jawa ini adalah cepat atau lambat, kebaikan maupun keburukan seseorang pada akhirnya akan terlihat juga.

8. Nrimo ing pandum

pexels-ruyat-supriazi-2154700906-33864201.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Ruyat Supriazi)

"Menerima ketetapan hidup"

Petuah ini memiliki makna yang mendalam dan bisa menjadi penyejuk di tengah kondisi yang serba sulit. Arti dari petuah ini adalah kita mesti menerima segala ketetapan hidup. Bukan berarti tidak mau berusaha, tapi kita tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri. Segala sesuatu dalam hidup itu sudah ada porsinya.

9. Sepi ing pamrih, rame ing gawe

pexels-n-sopyan-2158394600-35364046.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/N Sopyan)

"Berbuat sesuatu tanpa mengharapkan imbalan."

Orang Jawa sangat lekat dengan ajaran keikhlasan, termasuk ketika menolong orang. Kita diajarkan untuk tidak perlu mengharapkan imbalan apa pun. Dengan begitu, niscaya langkah kita menjadi ringan saat akan membantu orang lain.

10. Wani ngalah, luhur wekasane

pexels-jauhar-musthofal-qulub-2159484322-36660926.jpg
ilustrasi orang jawa (pexels.com/Jauhar Musthofal Qulub)

"Berani mengalah akan mulia pada akhirnya."

Makna dari petuah ini bisa menjadi pengingat bagi kita, bahwasanya mengalah bukan berarti kita kalah. Justru itu menunjukkan bahwa kita memiliki kebesaran hati. Tak semua hal harus diperdebatkan dan tak semua perdebatan harus dimenangkan.

Petuah-petuah Jawa selalu mengandung makna yang mendalam dan relate dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan petuah-petuah tersebut, niscaya hidup kita akan lebih tenteram dan damai. Ayo, petuah mana yang paling familier buat kamu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us