Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rutinitas After Office yang Bikin Kamu Gak Gampang Burnout

5 Rutinitas After Office yang Bikin Kamu Gak Gampang Burnout
ilustrasi perempuan mandi (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Pentingnya rutinitas sederhana setelah jam kerja untuk membantu tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat serta mencegah burnout akibat tekanan pekerjaan yang terus terbawa pulang.

  • Ada lima kebiasaan efektif seperti berjalan santai, melakukan aktivitas ringan di rumah, memberi batas antara kerja dan waktu pribadi, merawat tubuh, hingga menutup hari dengan kegiatan menenangkan.

  • Rutinitas after office yang konsisten membantu menjaga keseimbangan mental dan fisik, membuat energi lebih stabil, serta meningkatkan kualitas istirahat agar siap menghadapi hari berikutnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pulang kerja seharusnya jadi momen untuk bernapas sebentar dari semua tekanan kantor. Namun kenyataannya, banyak orang justru masih membawa sisa stres sampai ke rumah. Pikiran masih dipenuhi deadline, obrolan rapat, atau pesan kerja yang belum selesai. Tanpa sadar, tubuh dan pikiran tidak pernah benar-benar istirahat.

Padahal, rutinitas kecil setelah jam kerja bisa membantu kamu menutup hari dengan lebih sehat. Aktivitas sederhana sering kali cukup untuk memulihkan energi yang terkuras sejak pagi. Tidak harus sesuatu yang rumit atau mahal. Yuk simak lima rutinitas after office yang bisa bikin kamu gak gampang burnout.

1. Jalan santai sebentar sebelum benar-benar pulang

ilustrasi perempuan berjalan kaki
ilustrasi perempuan berjalan kaki (freepik.com/freepik)

Setelah seharian duduk di depan layar, tubuh biasanya terasa kaku. Pikiran juga masih berputar pada urusan kerja yang belum selesai. Karena itu, memberi jeda kecil sebelum pulang bisa membantu menenangkan diri. Bahkan berjalan santai sepuluh menit saja sudah cukup membantu.

Kamu bisa berjalan di sekitar kantor atau berhenti sebentar di taman dekat jalan pulang. Gerakan sederhana membantu tubuh melepaskan ketegangan yang menumpuk sejak pagi. Udara segar juga membuat kepala terasa lebih ringan. Rutinitas kecil ini sering jadi cara paling sederhana untuk mengakhiri hari kerja.

2. Ganti suasana dengan aktivitas ringan yang kamu suka

ilustrasi laki-laki merawat tanaman indoor
ilustrasi laki-laki merawat tanaman indoor (freepik.com/freepik)

Begitu sampai rumah, banyak orang langsung rebahan sambil membuka ponsel. Awalnya terasa santai, tapi lama-lama pikiran tetap terasa penuh. Tubuh memang berhenti bergerak, tapi otak masih bekerja tanpa jeda. Akhirnya rasa lelah tetap menumpuk.

Coba ganti suasana dengan aktivitas ringan yang benar-benar kamu nikmati. Misalnya memasak sederhana, merawat tanaman, atau merapikan kamar. Aktivitas kecil seperti ini memberi sinyal bahwa hari kerja sudah selesai. Pikiran perlahan ikut bergeser dari mode kerja ke mode istirahat.

3. Buat batas jelas antara kerja dan waktu pribadi

ilustrasi mengaktifkan mode senyap handphone
ilustrasi mengaktifkan mode senyap handphone (freepik.com/lifeforstock)

Salah satu penyebab burnout adalah batas yang semakin kabur antara kerja dan kehidupan pribadi. Pesan kerja bisa datang kapan saja, bahkan saat malam hari. Kalau terus ditanggapi, kamu hampir tidak punya ruang untuk benar-benar berhenti. Akhirnya rasa lelah terasa semakin panjang.

Karena itu, penting membuat batas kecil yang konsisten. Misalnya berhenti membuka email kantor setelah jam tertentu. Kamu juga bisa mematikan notifikasi aplikasi kerja saat sudah di rumah. Batas sederhana ini membantu pikiran memahami bahwa waktumu juga berharga.

4. Luangkan waktu untuk tubuhmu sendiri

ilustrasi perempuan menyiapkan mandi air hangat
ilustrasi perempuan menyiapkan mandi air hangat (freepik.com/freepik)

Sering kali kita terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan sampai lupa pada kondisi tubuh. Padahal tubuh juga menyimpan banyak ketegangan setelah seharian bekerja. Bahu terasa berat, mata lelah, dan kepala mulai penuh. Jika terus dibiarkan, rasa lelah itu mudah berubah jadi burnout.

Cobalah memberi tubuh perhatian sederhana setelah pulang kerja. Kamu bisa mandi air hangat, melakukan peregangan ringan, atau sekadar duduk sambil menarik napas dalam. Hal kecil seperti ini membantu tubuh kembali rileks. Saat tubuh lebih tenang, pikiran juga ikut melambat.

5. Tutup hari dengan aktivitas yang menenangkan pikiran

ilustrasi perempuan journaling
ilustrasi perempuan journaling (pexels.com/cottonbro studio)

Menutup hari dengan pikiran yang masih penuh sering membuat tidur tidak benar-benar berkualitas. Kamu mungkin sudah di tempat tidur, tapi otak masih memikirkan pekerjaan. Lama-lama kebiasaan ini membuat kelelahan terasa menumpuk setiap hari. Padahal malam seharusnya menjadi waktu pemulihan.

Cobalah menciptakan rutinitas kecil sebelum tidur. Misalnya membaca beberapa halaman buku atau menulis hal sederhana di jurnal. Aktivitas tenang seperti ini membantu pikiran melepaskan sisa tekanan hari itu. Perlahan kamu belajar menutup hari dengan lebih damai.

Rutinitas setelah kerja sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar untuk kesehatan mental. Cara kamu menutup hari kerja ikut menentukan kondisi energi di hari berikutnya. Tanpa jeda yang sehat, rasa lelah bisa berubah menjadi burnout yang berkepanjangan. Yuk mulai ciptakan rutinitas after office yang membuat tubuh dan pikiran benar-benar pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us