Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanaman Hias Indoor yang Gak Cocok Ditaruh Luar Rumah saat Cuaca Panas
ilustrasi wanita memilih tanaman (pexels.com/sashakim)
  • Calathea membutuhkan cahaya terang tidak langsung dan kelembapan tinggi; sinar matahari terik dapat menyebabkan daun tipisnya terbakar, kering, rusak, bahkan tanaman berisiko mati.
  • African violet dan peperomia lebih optimal di dalam ruangan karena suhu serta kelembapan lebih stabil. Panas mempercepat media tanam mengering dan dapat mengganggu pertumbuhannya.
  • Pakis sarang burung dan fittonia sensitif terhadap panas berlebih karena daun atau media tanam cepat mengering. Keduanya membutuhkan kelembapan konsisten serta perlindungan dari matahari langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak semua tanaman hias indoor cocok diletakkan di luar rumah saat cuaca panas. Sebagian tanaman justru lebih menyukai lingkungan yang stabil dengan cahaya terang tidak langsung dan kelembapan yang terjaga. Paparan sinar matahari yang terlalu terik juga dapat membuat daun lebih cepat mengering hingga mengalami stres.

Meski banyak tanaman hias indoor dapat tumbuh baik di iklim tropis Indonesia, tidak semuanya tahan terhadap panas yang berlebihan. Beberapa jenis tanaman bahkan akan tumbuh lebih optimal jika tetap berada di dalam ruangan sepanjang tahun. Yuk, cari tahu tanaman hias indoor apa saja yang sebaiknya tidak diletakkan di luar rumah saat cuaca panas.

1. Calathea

tanaman Calathea (pexels.com/plantscandy)

Calathea menjadi salah satu tanaman hias favorit karena corak daunnya yang cantik dan beragam. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi. Meski berasal dari daerah tropis, calathea tidak tahan terhadap paparan sinar matahari yang terlalu terik.

Meletakkannya di luar rumah saat cuaca panas, dapat membuat daun calathea lebih cepat mengering dan rusak. Daunnya yang tipis juga rentan mengalami sunburn apabila terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Karena itu, calathea lebih cocok ditempatkan di dekat jendela atau sudut ruangan yang terang sepanjang tahun.

"Calathea bukanlah tanaman yang paling mudah untuk dirawat dan ketika ditempatkan di luar ruangan, daunnya yang tipis tidak mampu menahan paparan sinar matahari yang terik secara langsung. Daunnya akan terbakar matahari, menjadi kering dan renyah, bahkan kemungkinan besar tanaman ini akan mati," ujar Lisa Eldred Steinkopf, Pendiri Houseplant Guru dan penulis buku Houseplants, dikutip dari Martha Stewart.

2. African Violet

tanaman African Violet (pexels.com/mikhail-nilov)

African violet memiliki bunga-bunga mungil yang mampu mempercantik ruangan dengan warna-warnanya yang menawan. Tanaman ini tumbuh lebih baik pada tempat yang sejuk dengan cahaya terang tidak langsung. Karena sifatnya yang cukup sensitif, African violet lebih direkomendasikan sebagai tanaman indoor.

Cuaca panas dapat membuat media tanamnya lebih cepat mengering sehingga membutuhkan perhatian ekstra saat penyiraman. Selain itu, tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang pada bagian tengahnya karena dapat memicu pembusukan. Meletakkannya di dalam ruangan akan membantu menjaga suhu dan kelembapan tetap stabil.

"Tanaman yang paling saya sarankan untuk tidak dibawa ke luar rumah saat cuaca panas adalah African violet. Tanaman ini tidak menyukai air dingin yang mengenai daunnya ataupun air yang menggenang di bagian tengah tanamannya. Di habitat alaminya, tanaman ini tumbuh sedikit miring sehingga air dapat mengalir keluar dari bagian mahkotanya," ujar Lisa Eldred Steinkopf.

3. Peperomia

tanaman Peperomia (pexels.com/eduraw)

Peperomia merupakan tanaman hias mungil dengan tekstur daun yang unik dan tersedia dalam banyak varietas. Tanaman ini menyukai suhu yang hangat dengan kelembapan yang stabil sepanjang hari. Selain itu, peperomia juga dapat tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia.

Meski cukup toleran terhadap pencahayaan rendah, peperomia tetap membutuhkan cahaya terang tidak langsung agar tumbuh optimal. Paparan panas berlebih dapat membuat kelembapan media tanam lebih cepat berubah dan memengaruhi pertumbuhannya. Itulah sebabnya tanaman ini lebih nyaman berada di dalam ruangan dibandingkan di luar rumah saat cuaca sedang terik.

"Peperomia merupakan tanaman hias yang sangat populer, berukuran mungil, tumbuh lambat, serta memiliki daun yang tebal dan bertekstur,” ujar Robin Trott, pendidik hortikultura dari University of Minnesota Extension, dikutip dari Martha Stewart.

4. Pakis sarang burung

tanaman Pakis Sarang Burung (pexels.com/andromeda99)

Pakis sarang burung menjadi salah satu tanaman indoor yang cukup populer di Indonesia karena bentuk daunnya yang unik dan mengilap. Tanaman ini menyukai lingkungan yang lembap dengan pencahayaan terang tidak langsung. Paparan sinar matahari yang terlalu intens, justru dapat membuat daunnya lebih cepat mengering.

Selain sensitif terhadap panas, pakis sarang burung juga cukup rentan mengalami pembusukan apabila penyiramannya tidak tepat. Tanaman ini lebih mudah dirawat ketika diletakkan di dalam ruangan karena kebutuhan airnya dapat dikontrol dengan lebih baik. Jika ingin meletakkannya di area semi outdoor, pastikan tanaman terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.

5. Fittonia

tanaman Fittonia (pexels.com/koi-san)

Fittonia dikenal memiliki corak urat daun yang cantik dengan perpaduan warna merah muda, putih, dan hijau. Ukurannya yang mungil, membuat tanaman ini cocok dijadikan penghias meja maupun rak tanaman indoor. Selain itu, fittonia juga menyukai kelembapan udara yang tinggi dan stabil.

Cuaca panas dapat membuat media tanam fittonia lebih cepat kering sehingga memicu tanaman mengalami stres. Apabila kekurangan air, daunnya akan mudah layu meski dapat kembali segar setelah disiram. Karena membutuhkan kelembapan yang konsisten, fittonia lebih cocok ditempatkan di dalam rumah dibandingkan di luar ruangan.

Menempatkan tanaman hias sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya, menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatannya. Meski mampu tumbuh baik di iklim tropis Indonesia, beberapa tanaman indoor tetap membutuhkan perlindungan dari panas yang berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article