6 Tanda Kamu Bosan Buka Puasa di Luar, Makan di Rumah, yuk!

- Artikel membahas enam tanda seseorang mulai bosan berbuka puasa di luar rumah, seperti kehilangan minat memilih tempat dan menu yang itu-itu saja.
- Dijelaskan bahwa kebosanan ini membuat pengalaman makan di luar terasa hambar, bahkan makanan enak pun sering tersisa tanpa dihabiskan.
- Penulis menyarankan agar sesekali berbuka di rumah untuk menghemat biaya, menghindari keramaian, dan menikmati suasana hangat bersama keluarga.
Sampai hari ini sudah berapa kali kamu berbuka puasa di luar rumah? Bisa bareng teman, keluarga, atau malah sendirian. Buka puasa di luar awalnya memang terasa sangat menyenangkan.
Bahkan sebelum Ramadan tiba, kamu telah membayangkan serta mencari tempat-tempat buka puasa yang menarik. Baik, menarik dari segi menu maupun pemandangannya. Lumayan kan, bayar sekali dapat paket buka puasa plus foto yang estetik untuk diunggah di medsos?
Akan tetapi, seenak apa pun makanan di berbagai rumah makan, dirimu juga bisa bosan berbuka di luar. Tanda-tandanya cukup jelas. Berikut ini enam tanda kamu bosan buka puasa di luar. Jika kamu merasakannya, mending buka puasa di rumah. Tak perlu mengeluarkan uang ekstra untuk buka di luar.
1. Sudah gak ada ide mau buka di mana, jawabannya terserah

Kehabisan ide tempat berbuka pastinya bukan karena restoran di kotamu sangat sedikit. Jumlahnya bahkan berkali-kali lipat daripada jumlah hari berpuasa. Secara logika, dirimu tinggal tunjuk yang mana saja.
Jangankan rumah makan, hotel-hotel pun bikin paket berbuka puasa untuk non-tamu menginap. Kebuntuanmu dalam menentukan lokasi buka puasa di luar sebenarnya karena ketertarikanmu sudah banyak berkurang. Kamu seperti telah hafal suasana berbuka di berbagai tempat.
Rasa penasaranmu menjadi nyaris gak ada lagi. Ternyata sensasi berbuka di restoran mana pun kurang lebih sama. Daripada dirimu bikin bingung teman yang mengajak buka puasa di luar dengan jawaban terserah ketika ditanya, mending langsung bilang mau berbuka di rumah saja.
2. Menu beragam di berbagai restoran, tapi kamu pesannya itu-itu saja

Coba perhatikan setruk bukan puasamu. Dari sekian banyak bukti transaksi, tampak jelas bahwa pesananmu didominasi oleh menu yang sama. Padahal, restorannya berlainan serta menunya macam-macam. Contoh, kamu pesan nasi goreng melulu.
Apakah ini artinya dirimu penggemar berat nasgor sampai sama sekali gak tertarik dengan menu yang berbeda? Faktor suka pasti ada. Akan tetapi, hilangnya ketertarikanmu pada menu-menu lain juga menandakan kamu sudah mulai bosan dengan kegiatan berbuka di luar.
Dirimu memang belum sampai di titik menolak ajakan berbuka di luar. Mungkin karena ada rasa gak enak pada orang yang mengajak. Namun, pikiran menjadi sangat menyederhanakan urusan berbuka ini dengan asal memesan menu yang sama.
Persis seperti ketika dirimu sudah terlalu sering diajak ke pesta. Tadinya, kamu sangat pemilih soal pakaian. Lama-lama kamu agak masa bodoh dan berpikir terpenting dirimu masih memakai baju serta datang.
3. Tambah sering tidak menghabiskan makanan serta minuman

Kamu bukannya lagi gak enak badan. Perut juga tak terasa terlalu kenyang. Akan tetapi, tetap saja makin ke sini makin banyak makanan dan minuman yang dibiarkan tersisa.
Dari segi rasa, jelas masakan tersebut enak. Bintang dan ulasan tentang restoran itu juga sangat baik. Kamu saja yang sudah saking bosannya menjadi tak lagi mampu menghabiskannya.
Walaupun menu yang dipesan gonta-ganti, sensasi kenikmatannya telah jauh berkurang. Minuman tersisa setengah gelas bukan karena gelasnya kegedean. Makanan malah nyaris utuh dan cuma diberantakin. Ini menjadikannya mubazir serta berlawanan dengan salah satu ajaran puasa, yaitu mensyukuri setiap nikmat.
4. Sampai rumah masih makan lagi dan malah lebih lahap

Sekilas kamu terlihat kelaparan sekali. Tadi dirimu sudah berbuka di luar, tetapi pulang-pulang masih makan lagi. Malah makanmu lebih lahap di rumah walaupun cuma berlauk telur ceplok.
Fix ini adalah tanda dirimu gak lagi puas berbuka puasa di luar rumah. Mungkin seperti dalam poin sebelumnya, saat kamu buka puasa di luar, kamu tak menghabiskan menu yang dipesan. Di sana rasanya dirimu sudah kenyang.
Padahal, itu cuma efek kebosanan. Makanya, sampai di rumah, kamu gak berpikir dua kali buat mengambil nasi dan lauk. Bukan sekadar camilan. Bosan memang dapat membuat segalanya seperti terbalik. Paket berbuka di luar yang mewah terasa biasa. Makanan rumah yang itu-itu saja malah dirasakan luar biasa sedap.
5. Lihat ramainya pengunjung sudah kenyang duluan

Apa yang dirasakan hari ini berbeda dengan ketika awal-awal kamu berbuka di luar? Tadinya, keramaian pengunjung rumah makan menjelang waktu berbuka malah membuatmu tambah bersemangat.
Nuansa Ramadan menjadi amat kental. Orang dengan berbagai latar belakang tumpah di tempat makan. Malah keramaian itu membuatmu makan lebih lahap tanpa malu-malu. Namun, kini justru berbeda.
Begitu kamu memasuki area parkir dan melihatnya hampir penuh, selera makan berkurang sampai 40 persen. Hingga dirimu ragu untuk lanjut berbuka di situ atau pergi lagi. Saat kamu memutuskan bertahan, nafsu makan tambah drop seiring suasana ramai dan penuh sesak. Dirimu tak bisa lagi fokus pada piring serta tidak henti-hentinya melihat ke sekitar.
6. Bukber bareng teman-teman, tapi ingin chatting terus dengan keluarga

Tubuhmu berada di restoran dan di antara kawan-kawan. Namun, pikiranmu gak fokus pada mereka atau hidangan. Secara psikis, malah dirimu ada di rumah. Kamu tak henti-hentinya berkomunikasi dengan orang-orang di rumah melalui aplikasi chat.
Tidak ada topik yang benar-benar penting untuk dibahas saat itu juga. Dirimu seperti terlepas dari teman-teman serta acara buka bersama tersebut. Tiba waktunya makan pun, kenikmatan menjadi kurang terasa.
Kamu lebih terhanyut dalam kenikmatan dan tetap terhubung dengan keluarga. Next time buka puasa di rumah saja deh. Daripada kawan-kawanmu juga menjadi kurang nyaman sebab kamu terlihat sibuk sendiri dengan gadget-mu.
Perhatikan enam tanda kamu bosan buka puasa di luar. Tidak usah memaksakan diri untuk terus melakukannya meski ada undangan atau ajakan dari siapa pun. Mungkin kamu perlu jeda dulu dan menikmati buka puasa di rumah bareng keluarga maupun sendirian.


















