Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kebutuhan yang Mendorong Kita Bersahabat dengan Seseorang

5 Kebutuhan yang Mendorong Kita Bersahabat dengan Seseorang
ilustrasi tiga sahabat (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Menurutmu, persahabatan yang tulus itu seperti apa, sih? Apakah kita sama sekali tidak boleh memiliki kebutuhan apapun terkait persahabatan yang terjalin? Jika kita punya kebutuhan khusus, apakah berarti kita bukan sahabat yang tulus?

Nanti dulu, sebaiknya kamu gak gegabah menyakini hal seperti demikian. Sebab nyatanya, dari sekian banyak orang yang kita kenal, hanya beberapa di antaranya yang bisa secara alami menjadi sahabat kita. 

Maka, diakui atau tidak, tindakan kita dalam memilih calon sahabat serta mempertahankan persahabatan tentu ada motifnya. Motif itu terdiri dari beberapa kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut ini.

1. Kebutuhan menemukan orang yang memiliki kesamaan dengan kita

ilustrasi dua sahabat (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)
ilustrasi dua sahabat (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Tentu saja kita tidak hanya dapat bersahabat dengan orang yang sama persis dengan diri kita dalam hal apa pun. Lagi pula, saudara kembar saja tak ada yang betul-betul sama, kan?

Namun, makin banyak kesamaan kita dengan seseorang, semakin mungkin kita bersahabat dengannya. Contohnya apabila sahabatmu punya minat yang sama dalam bidang fotografi seperti dalam ilustrasi, atau sama-sama tidak suka berdebat dengan orang lain.

Bukan tanpa alasan mengapa kita cenderung bersahabat dengan orang yang memiliki banyak kesamaan dengan diri sendiri. Jelas karena hal itu memberi kita rasa nyaman dan mengurangi potensi konflik.

2. Kebutuhan untuk belajar darinya

ilustrasi belajar dari sahabat (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi belajar dari sahabat (pexels.com/SHVETS production)

Sangat boleh, kok, bila kita ingin bersahabat dengan seseorang yang dapat mengajari kita berbagai hal. Kecuali, kalau kita sudah merasa sangat pintar sehingga tak perlu lagi belajar dari orang lain.

Sebaliknya, selama kita masih ingin tahu lebih banyak hal, bersahabat dengan orang yang berilmu akan menjadi kebutuhan penting dalam hidup kita. Ini bukan berarti kita menjadi orang angkuh yang hanya mau berteman dengan orang pintar saja, lho, ya.

Hanya saja, mereka yang mampu dan mau mengajari kita sesuatu bakal mendapatkan posisi yang lebih istimewa. Bagi kita, mereka tak sekadar sahabat melainkan juga guru dan sumber inspirasi.

3. Kebutuhan untuk didengarkan dan mendengarkan

ilustrasi dua sahabat (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi dua sahabat (pexels.com/cottonbro)

Ingin suara atau cerita kita didengarkan oleh orang lain bukanlah sikap yang egois. Kita baru akan menjadi makhluk egois jika tak pernah mau bergantian mendengarkan orang lain.

Jadi, selama keinginan untuk didengarkan masih diimbangi dengan kemauan untuk mendengarkan orang lain, jangan khawatir tentang metode menentukan sahabat yang kamu lakukan itu. Pada dasarnya, kita semua butuh teman untuk berbagi unek-unek dan pandangan hidup.

4. Kebutuhan untuk memiliki posisi yang lebih kuat di lingkungan pergaulan

ilustrasi persahabatan (pexels.com/Charlotte May)
ilustrasi persahabatan (pexels.com/Charlotte May)

Ini bukan berarti kita akan bikin geng yang ditakuti oleh orang-orang. Perumpamaannya begini, tanpa sahabat, kita menyerupai sebatang lidi yang mudah sekali dipatahkan.

Akan tetapi, ketika kita memiliki beberapa sahabat, kita menjadi bertambah kuat ketika menghadapi ancaman bahaya apapun. Dalam hal ini, berapa dan siapa saja sahabat kita juga akan memengaruhi cara pandang orang-orang tentang diri kita. Tak heran bila kita bersahabat dengan orang terpandang, kehormatan kita pun otomatis ikut terangkat.

5. Kebutuhan untuk berkembang

ilustrasi persahabatan (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi persahabatan (pexels.com/cottonbro)

Mengembangkan hidup memang tugas individual. Namun, dalam prosesnya siapa saja orang-orang yang berada di dekat kita akan sangat berpengaruh pada alur kehidupan kita di masa yang akan datang.

Kita membutuhkan lingkarang support system yang bagus untuk membantu kita berkembang. Maka dari itu, kita memilih bersahabat dengan orang-orang yang optimis, kreatif, inovatif, dan memiliki karakter-karakter positif lainnya. Bayangkan seandainya kita dikelilingi orang-orang yang karakternya negatif. Pasti semangat kita untuk berkembang dalam hidup pun bakal layu.

Sepanjang hidup, kita memang perlu terus mengevaluasi setiap persahabatan yang terjalin. Sudah sewajarnya kita bersikap selektif untuk menentukan siapa saja yang akan mengisi lingkaran pertemanan terdekat kita.

Jangan sampai persahabatan itu tak membawa kebaikan dalam kehidupan kita di masa kini maupun mendatang dan justru hanya merugikan. Yuk, gunakan hak pilih kita termasuk dalam menetapkan sahabat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Life

See More

Apakah Pekerjaan Bergaji Dolar Benar-Benar Solusi Finansial Sekarang?

17 Mei 2026, 16:04 WIBLife