Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku yang Cocok Dibaca kalau Kamu Susah Move On, Bantu Berdamai
Patah untuk Tumbuh (gramedia.com) dan Welcome to the Hyunam-dong Bookshop (goodreads.com)

Move on setelah putus cinta bukan perkara yang bisa diselesaikan dalam hitungan hari. Ada kalanya kenangan masih sering muncul, bahkan saat kita sudah berusaha menjalani rutinitas seperti biasa.

Di tengah proses tersebut, membaca buku bisa menjadi salah satu cara untuk menenangkan pikiran sekaligus memahami apa yang sedang dirasakan. Berikut 5 buku yang bisa kamu baca untuk menemani proses move on kamu!

1. How to Fix a Broken Heart – Guy Winch

Foto buku How To Fix A Broken Heart Guy Winch (https://instagram.com/kathytornburg)

Patah hati bisa memengaruhi kondisi emosional hingga rutinitas sehari-hari. Lewat How to Fix a Broken Heart, psikolog Guy Winch menjelaskan mengapa move on terasa sulit dan bagaimana otak merespons kehilangan seseorang yang pernah kita cintai. Pembahasannya didukung hasil riset psikologi dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca awam.

Guy Winch juga membagikan berbagai cara untuk mengurangi kebiasaan terus memikirkan mantan dan mulai membangun rutinitas yang lebih sehat. Buku ini memperoleh rating sekitar 4,1 di Goodreads dan sering direkomendasikan bagi mereka yang sedang berusaha pulih setelah patah hati.

2. Welcome to the Hyunam-dong Bookshop – Hwang Bo-reum

Welcome to the Hyunam-dong Bookshop (goodreads.com)

Kalau kamu lebih suka membaca novel, Welcome to the Hyunam-dong Bookshop bisa menjadi pilihan yang menenangkan. Ceritanya mengikuti kehidupan orang-orang yang sedang menghadapi berbagai luka dan kebingungan, lalu perlahan menemukan kenyamanan melalui sebuah toko buku kecil.

Suasana yang hangat membuat pembaca diajak menikmati proses menerima keadaan tanpa terburu-buru. Novel ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai babak kehidupan yang baru.

3. Letting Go – David R. Hawkins

Letting Go (goodreads.com)

Letting Go membahas cara melepaskan emosi negatif seperti marah, kecewa, sedih, dan penyesalan yang sering tertinggal setelah sebuah hubungan berakhir. Melalui metode yang dikembangkan psikiater David R. Hawkins, pembaca diajak mengenali dan menerima emosi tersebut agar gak terus menguasai pikiran.

Pembahasannya cukup mendalam, tetapi tetap relevan bagi siapa saja yang sedang berusaha berdamai dengan masa lalu. Buku ini juga menawarkan sudut pandang bahwa menerima perasaan adalah bagian penting dari proses penyembuhan. Dengan rating sekitar 4,4 di Goodreads, Letting Go menjadi salah satu buku pengembangan diri yang banyak direkomendasikan untuk belajar melepaskan.

4. Patah untuk Tumbuh - Apriyandisi

Patah untuk Tumbuh (gramedia.com)

Kalau buku karya penulis lokal, kamu bisa baca Patah untuk Tumbuh karya Apriyandisi. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa patah hati gak selalu berakhir dengan keterpurukan. Lewat kumpulan tulisan reflektif, penulis membahas tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk membuka lembaran baru dalam hidup.

Gaya bahasanya sederhana sehingga mudah dipahami, tetapi tetap mampu menyentuh emosi pembaca. Bacaan ini cocok untuk menemani proses move on sambil mengingatkan bahwa setiap luka bisa menjadi kesempatan untuk bertumbuh.

5. Seni Menyembuhkan Sakit Hati – Claudina Sabrina

Seni Menyembuhkan Sakit Hati (gramedia.com)

Kalau kamu sedang berusaha berdamai dengan luka setelah putus cinta, Seni Menyembuhkan Sakit Hati karya Claudina Sabrina bisa menjadi teman membaca yang tepat. Buku ini membahas berbagai emosi yang sering muncul setelah kehilangan seseorang, mulai dari sedih, kecewa, hingga sulit menerima kenyataan.

Alih-alih terburu-buru mencari cara agar cepat move on, buku ini menekankan pentingnya menjalani proses penyembuhan sesuai ritme masing-masing. Cocok untuk kamu yang membutuhkan bacaan reflektif agar bisa perlahan berdamai dengan masa lalu.

Itu tadi buku yang cocok dibaca kalau kamu susah move on. Kira-kira mana yang mau kamu baca duluan?

Curated For You

Editorial Team

Related Article