Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Posting Pacar di Media Sosial, Ternyata Bisa Punya Arti Ini
ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)
  • Sering mengunggah pasangan dapat berkaitan dengan kebutuhan akan kepastian hubungan, terutama saat seseorang merasa kurang yakin terhadap perasaan pasangannya.
  • Unggahan kemesraan juga bisa menjadi cara mencari perhatian positif atau pengakuan, tetapi dapat mengganggu quality time bila pasangan terlalu terpaku pada ponsel dan respons media sosial.
  • Kebiasaan posting pacar tidak otomatis menandakan hubungan bermasalah; tampilan romantis di media sosial hanya sebagian dari cerita dan belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya pacar yang sedikit-sedikit diunggah ke Instagram atau TikTok? Mulai dari foto makan bareng, mirror selfie, ucapan anniversary, sampai momen receh pun rasanya gak boleh ketinggalan. Kalau dilihat sekilas, kebiasaan ini memang kelihatan seperti tanda hubungan yang romantis dan harmonis.

Namun, sering membagikan kemesraan di media sosial ternyata gak selalu sesederhana itu. Di balik kebiasaan tersebut, bisa ada berbagai alasan, mulai dari memang sedang bahagia, ingin berbagi momen, sampai mencari kepastian dari pasangan atau orang lain. Jika kamu penasaran, berikut beberapa arti sering posting pacar di media sosial.

1. Bisa jadi sedang mencari kepastian dalam hubungan

ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)

Salah satu alasan seseorang sering mengunggah tentang pasangan adalah karena ingin mendapatkan rasa aman dalam hubungan. Penelitian yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin menemukan adanya kaitan antara rasa tidak aman terhadap hubungan dan keinginan untuk membuat hubungan tersebut lebih terlihat di hadapan orang lain.

Penelitian terhadap 108 pasangan mahasiswa selama dua minggu menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa kurang yakin dengan perasaan pasangannya, mereka cenderung lebih sering menampilkan hubungan di media sosial. Jadi, unggahan mesra yang terlalu sering bisa menjadi cara mencari kepastian, meski gak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menilai hubungan.

2. Bisa mencari perhatian positif dari orang lain

ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)

Menurut Jennifer Chappell Marsh, terapis pernikahan dan keluarga di San Diego, dikutip dari HuffPost, orang dengan gaya keterikatan cemas cenderung mencari kepastian dalam hubungan, termasuk lewat media sosial. Unggahan tentang hubungan pun bisa menjadi cara mendapatkan perhatian positif ketika mereka merasa kurang mendapat kepastian dari pasangan.

“Orang dengan keterikatan menghindar cenderung tidak terlibat dan menarik diri dari pasangannya, sementara orang dengan keterikatan cemas hampir selalu mencari kepastian mengenai hubungan mereka, bahkan melalui media sosial,” kata Chappell.

“Sering kali, mereka mencari perhatian positif karena tidak mendapatkan kepastian dari pasangannya,” imbuhnya.

Misalnya, ketika seseorang merasa pasangannya kurang menunjukkan perhatian, ia mungkin mengunggah foto berdua lalu berharap mendapatkan banyak likes atau komentar positif. Respons dari orang lain tersebut bisa memberikan sedikit rasa senang dan membuatnya merasa hubungan yang dijalani tetap mendapatkan pengakuan.

3. Bisa membuat media sosial lebih diprioritaskan daripada quality time

ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/cottonbro)

Bukan cuma orang yang sering posting yang bisa merasa terganggu, pasangan mereka juga mungkin lama-lama merasa kurang nyaman karena momen bersama justru lebih banyak dihabiskan untuk membuat konten.

Zach Brittle, seorang terapis sekaligus pendiri layanan terapi pasangan daring forBetter, dikutip dari HuffPost, mengatakan bahwa keluhan yang paling sering ia dengar dalam praktiknya berkaitan dengan salah satu atau kedua pasangan yang terlalu terpaku pada ponsel. Menurutnya, media sosial bisa menjadi cara seseorang mengalihkan perhatian dari hubungan kepada stimulus lain.

“Media sosial memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berpaling dari hubungan dan mengalihkan perhatian kepada stimulus lain,” kata Brittle.

Likes dan unggahan ulang bisa memicu dopamin, membuat seseorang ingin terus mengecek respons. Namun yang lebih penting bukan frekuensi unggahan, melainkan apakah kebiasaan tersebut sampai mengganggu waktu berkualitas bersama pasangan.

4. Gak selalu berarti hubungannya sedang bermasalah

ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/olly)

Meski begitu, sering mengunggah kemesraan gak selalu berarti mencari validasi atau punya masalah dalam hubungan. Menurut Danielle Kepler, pemilik DK Therapy yang menangani hubungan pasangan di Chicago, kebiasaan terlalu banyak berbagi di media sosial bisa dilatarbelakangi berbagai alasan, termasuk karena seseorang memang sedang bahagia.

“Orang yang terlalu banyak berbagi mungkin memang benar-benar bahagia dan ingin mengekspresikan kebahagiaan itu melalui media sosial. Atau, mereka mungkin merasa harus membuktikan sesuatu kepada teman-teman di sekitarnya atau ingin mengalihkan perhatian dari bagian lain dalam kehidupan mereka yang membuat mereka merasa tidak aman,” kata Kepler.

Artinya, satu kebiasaan yang sama bisa muncul dari alasan yang berbeda. Ada yang memang suka mengabadikan momen, ada yang senang mendapatkan respons dari teman-teman, dan ada pula yang mungkin sedang membutuhkan pengakuan dari orang lain.

5. Apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan hubungan sebenarnya

ilustrasi pasangan membicarakan rencana tahun pertama pernikahan (unsplash.com/Cass Campbell)

Foto romantis, caption penuh pujian, hingga unggahan anniversary memang bisa membuat hubungan terlihat sempurna. Namun, Kepler mengingatkan bahwa senyum di foto sudah menjadi hal yang biasa, bahkan ketika pasangan baru saja bertengkar, sehingga tampilan harmonis di media sosial gak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Brittle juga mengingatkan agar kita gak buru-buru menyimpulkan hubungan pasangan dari unggahan mereka. Setiap pasangan punya cerita masing-masing, sementara media sosial hanya menampilkan versi cerita yang ingin mereka bagikan.

Jadi, gak perlu buru-buru menilai hubungan seseorang hanya dari seberapa sering mereka mengunggah pacar di media sosial. Bagaimanapun, yang terlihat di layar hanyalah sebagian kecil dari cerita mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article