Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Mengatasi Bau Ketiak dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan 

5 Tips Mengatasi Bau Ketiak dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan
ilustrasi ketiak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bau ketiak seringkali menjadi masalah yang mengganggu, terutama di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia. Keringat berlebih dan bakteri yang berkembang biak di area ketiak adalah dua faktor utama penyebab bau tidak sedap ini.

Namun, kamu tidak perlu khawatir! Ada beberapa cara alami yang bisa kamu coba untuk mengatasi bau ketiak tanpa perlu menggunakan produk kimia berlebihan. Berikut ini adalah lima tips menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitarmu.

1. Menggunakan lemon untuk menetralkan bau

ilustrasi lemon (pexels.com/Lukas)
ilustrasi lemon (pexels.com/Lukas)

Lemon adalah bahan alami yang sangat efektif untuk mengatasi bau ketiak. Kandungan asam sitrat dalam lemon berfungsi sebagai antibakteri yang bisa membunuh bakteri penyebab bau ketiak.

Caranya cukup mudah, potong lemon menjadi dua bagian, lalu gosokkan pada ketiakmu secara perlahan. Biarkan selama 10–15 menit sebelum membilasnya dengan air hangat. Lakukan secara rutin setiap hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain menghilangkan bau, lemon juga dapat mencerahkan kulit ketiak yang menghitam.

2. Mengandalkan daun sirih untuk kebersihan maksimal

Ilustrasi daun sirih (pexels.com/Muhammad Alhanul Fikri)
Ilustrasi daun sirih (pexels.com/Muhammad Alhanul Fikri)

Daun sirih telah lama dikenal sebagai antiseptik alami. Dalam penggunaannya untuk mengatasi bau ketiak, daun sirih berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau.

Kamu bisa merebus beberapa lembar daun sirih hingga mendidih, kemudian gunakan air rebusannya untuk mencuci ketiak setelah mandi. Lakukan ini dua kali sehari untuk hasil yang optimal. Selain sebagai penghilang bau, daun sirih juga memiliki manfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

3. Manfaatkan baking soda sebagai deodoran alami

ilustrasi baking soda (bobvila.com)
ilustrasi baking soda (bobvila.com)

Baking soda tidak hanya bermanfaat untuk membuat kue, tetapi juga efektif untuk mengatasi bau ketiak. Baking soda mampu menyerap kelembapan berlebih dan membunuh bakteri penyebab bau.

Cara penggunaannya pun cukup sederhana, campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu oleskan pada ketiakmu. Biarkan selama beberapa menit sebelum dibilas. Penggunaan baking soda secara teratur akan membantu mengontrol produksi keringat dan mengurangi bau tidak sedap.

4. Menggunakan minyak kelapa untuk ketiak yang sehat

ilustrasi minyak kelapa (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi minyak kelapa (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Minyak kelapa adalah bahan alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi bau ketiak. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa dapat membunuh bakteri dan menjaga kesehatan kulit ketiak.

Cara penggunaannya cukup mudah, oleskan sedikit minyak kelapa pada ketiak setiap habis mandi. Minyak kelapa tidak hanya akan membantu menghilangkan bau, tetapi juga menjaga kulit ketiak tetap lembut dan lembab.

5. Menggunakan cuka apel sebagai antibakteri alami

Ilustrasi cuka apel (pexels.com/olia danilevich)
Ilustrasi cuka apel (pexels.com/olia danilevich)

Cuka apel dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya adalah sebagai antibakteri alami. Untuk mengatasi bau ketiak, kamu bisa mencampurkan cuka apel dengan sedikit air dan mengaplikasikannya pada ketiak menggunakan kapas.

Biarkan selama beberapa menit sebelum dibilas. Cuka apel akan membantu menyeimbangkan pH kulit dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau. Gunakan secara teratur untuk hasil yang lebih baik.

Mengatasi bau ketiak tidak harus selalu menggunakan produk komersial yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya. Dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan seperti lemon, daun sirih, baking soda, minyak kelapa, dan cuka apel, kamu bisa mendapatkan solusi yang efektif dan aman. Kuncinya adalah konsistensi dalam penggunaan dan menjaga kebersihan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Oktavia Isanur Maghfiroh
EditorOktavia Isanur Maghfiroh
Follow Us

Related Articles

See More

Serba-Serbi Adat Jawa di Pernikahan Anak Soimah, Ada Topi Kuluk Biru

11 Mei 2026, 21:26 WIBLife