ilustrasi stres bekerja (pexels.com/Kampus Production)
Selain faktor lingkungan, gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab kulit kusam di cuaca panas. Kebiasaan tidur yang tidak beratur dan sulit mengelola stres bukan hanya berdampak luas pada kesehatan organ tubuh, tetapi juga kulit.
Saat suhu udara meningkat, tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengatur suhu. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah.
“Ketika kadar kortisol meningkat, respons lawan-atau-lari kamu aktif, dan aliran darah mengalir ke organ vitalmu, bukan ke wajah yang menyebabkan kulit terlihat pucat,” kata Gohara.
Dengan kata lain, ketika kamu mengalami stres saat cuaca panas, wajah akan terlihat kusam karena hormon kortisol meningkat. Sementara itu, skin barrier melemah, memperlambat regenerasi sel kulit, dan memperburuk dehidrasi kulit.
Meskipun sinar matahari merupakan faktor utama penyebab kulit kusam saat cuaca panas, tapi beberapa hal lain seperti penumpukan sel kulit mati, dehidrasi, hingga stres juga berpotensi membuat kulit kehilangan cahaya alaminya. Nah, jika kamu ingin wajah tetap cerah dan glowing sepanjang musim panas, sebaiknya lakukan perawatan kulit yang tepat serta terapkan pola hidup sehat, ya!